BGN akan Ukur Dampak Pelaksanaan MBG setelah Setahun Berjalan

BGN Pasti Tidak Ada, Akan Dipantau oleh Lembaga Independen

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa BGN tidak akan mengecek dan mengukur perkembangan gizi dari penerima makan bergizi gratis (MBG) setelah setahun berjalan. Ia menegaskan bahwa pengecekan tersebut akan dilakukan oleh lembaga independen bukan oleh sendiri BGN.

Dadan mengakui bahwa program MBG harus diukur untuk mengetahui dampaknya terhadap perkembangan gizi penerima, namun dia tidak menyebutkan lembaga yang akan mengecek. Ia juga mengatakan bahwa pengecekan tersebut telah dilakukan di beberapa negara lain, seperti Jepang, yang pernah melakukan pengukuran perkembangan gizi warga pada tahun 1940 dan dibandingkan dengan perkembangan gizi pada tahun 2000-an.

Dadan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia melalui MBG akan mengalami perkembangan gizi yang mirip dengan Jepang, bukan hanya karena potensi genetik, tetapi juga kualitas gizi. Ia percaya bahwa keberhasilan program MBG dapat diukur dengan peningkatan tinggi rata-rata badan orang Indonesia.

Namun, masih banyak kasus keracunan akibat mengonsumsi MBG yang dilaporkan oleh KPAI hingga saat ini. Meski demikian, pemerintah belum memutuskan untuk menghentikan penyaluran program ini.
 
aku pikir program mbg harus lebih transparan biar orang tahu hasilnya, apa keberhasilannya? sekarang masih banyak kasus keracunan akibat konsumsi mbg, itu nggak enak banget 😷. aku rasa pemerintah harus mempertimbangkan lebih baik lagi sebelum melanjutkan program ini. mungkin ada cara lain buat meningkatkan kualitas gizi yang lebih aman dan efektif? πŸ€”
 
Aku pikir kira-kira BGN itu pasti ada, kalau tidak ada gini-bini, bagaimana caranya program MBG bisa bekerja? Dan aku rasa penjelasan Kepala BGN tentang lembaga independen yang akan mengecek program ini, gak masuk akal banget. Jadi kapa punya kepercayaan bahwa MBG itu bekerja, harus dipantau dulu aja.
 
program mbg gak bisa dijangkau sih, masih banyak kasus keracunan yang dilaporkan, tapi malah pemerintah ngerasa sudah cukup banget... aku pikir lembaga independen apa lagi harus dipertimbangkan untuk mengecek program ini? kalau tidak ada pengecekan, bagaimana caranya tahu apakah program mbg benar-benar efektif atau tidak? sebenarnya aku percaya bahwa program mbg bisa menjadi solusi yang baik, tapi harus diatur dengan lebih ketat dan transparansi yang lebih banyak... πŸ€”πŸ’‘
 
Gue pikir gini, apakah BGN benar-benar tidak perlu diukur lagi setelah satu tahun? Tapi aku jadi tahu bahwa ada banyak kasus keracunan akibat konsumsi MBG yang dilaporkan oleh KPAI. Jadi, mungkin sebaiknya kita mengawasi program ini dengan lebih teliti ya. Dan apa dengan lembaga independen yang akan mengecek perkembangan gizi penerima? Gue tidak percaya bahwa pemerintah bisa memilih sendiri lembaga yang akan mengecek program ini.
 
Gue pikir pengecekan gizi juga harus diberi waktu ya, kalau jadi selama satu tahun saja siapa yang bisa mengetahui hasilnya? Nah ternyata ada lembaga independen yang akan mengecek buat mana? Gue curious banget sih. Semoga lembaga itu bisa memberikan data yang akurat dan tidak dipengaruhi oleh pihak berwenang. Dan gue juga masih khawatir tentang kasus keracunan yang melaporkan KPAI, siapa nanti yang bertanggung jawab? Gue rasa program MBG perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya agar bisa memberikan manfaat yang sebenarnya. 😐
 
Maksudnya program BGN itu masih dijalankan? πŸ€”
Dengan kalimat dari Dadan Hindayana itu, aku pikir mau tidak dipantau kayak gini πŸ™„
Aku berkeinginan lihat hasilnya sendiri sebelum berhenti program ini, tapi kalau dipantau oleh lembaga independen tapi masih dijalankan saja πŸ€·β€β™‚οΈ
Tapi aku setuju dengan Dadan, kualitas gizi itu penting banget πŸ₯—
Dan aku juga setuju, peningkatan tinggi rata-rata badan orang Indonesia itu hasil dari program BGN itu πŸ“ˆ

Tapi, apa jadi kasus keracunan yang banyak dilaporkan? πŸ€•
Aku pikir harus ada langkah tambahan agar tidak terjadi keracunan lagi, kayaknya kualitas gizi di dalamkan lebih baik lagi πŸ’ͺ
 
aku pikir program mbg benar-benar perlu ditekuni lebih serius, tapi masih ada hal yang agak bikin khawatir yaitu keracunan gizi. aku harap lembaga independen yang akan mengecek program ini benar-benar profesional dan tidak tertutup terhadap kasus-kasus tersebut πŸ€”πŸ’‘
 
Kurangnya transparansi dari BGN ini membuatku penasaran. Apa benar kalau mereka tidak akan mengecek kembali hasil MBG setelah 1 tahun? Itu seperti bermain teka-teki, apa hasilnya baik atau tidak? Atau mungkin hanya cara untuk menghindari ketidakpuasan masyarakat yang makin banyak. Tapi kan, Dadan Hindayana bilang kalau program ini harus diukur, tapi gak nanti bilang siapa sih lembaga yang akan mengecek? Jepang juga punya pengalaman sebelumnya, kenapa Indonesia harus mencoba lagi?
 
Aku pikir kalau kita harus tahu kenyataannya, gini aja, BGN pasti tidak bisa mengecek sendiri bagaimana MBG berubah. Kita butuh lembaga independen yang jujur untuk melihat kebenaran apa itu program ini. Tapi sayangnya, masih banyak kasus keracunan yang terjadi dan kita harus hati-hati ya. Mungkin kalau kita tahu peningkatan tinggi rata-rata badan orang Indonesia, itu artinya program MBG berhasil, tapi kalau kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, maka ini sama sekali tidak masuk akal πŸ˜’πŸ’”
 
ada kan gini, kalau pemerintah bilang bahwa program mbg harus diukur karena potensi genetik, tapi jepang udah lama melakukan hal yang sama dan hasilnya apa? kira-kira sama ya... tapi malah ada kasus keracunan lagi, gimana bisa ini? salah satu lembaga independen yang dipercaya juga belum terbuka tentang bagaimana pengecekan dilakukan. aku rasa pemerintah harus lebih transparan, kalau bukan berarti program mbg tidak akan diukur sama sekali... πŸ€”
 
aku rasa ini gampang banget sih πŸ€¦β€β™‚οΈ. kalau mau ngukur efektivitas program MBG, kenapa harus lembaga independen? gak usah, kita bisa ngerapak sendiri ya πŸ’ͺ. tapi mungkin karena takut ada kecurangan atau kesalahan data, jadi harus dipantau oleh orang lain πŸ€”. aku rasa ini program MBG itu enak banget, tapi masih ada banyak kasus keracunan yang harus diatasi sebelum bisa dianggap sukses 🚨. dan apa itu peningkatan tinggi rata-rata badan orang Indonesia? itu gampang banget sih, makan makanan bergizi aja πŸ’β€β™‚οΈ.
 
Saya berpikir bahwa keputusan BGN untuk tidak mengecek perkembangan gizi dari penerima MBG setelah 1 tahun berjalan memang mungkin ada alasan yang ingin dijelajahi oleh lembaga independen, tapi aku rasa pemerintah Indonesia harus lebih transparan dalam hal ini. Kepada aku masih bisa untuk mengimajinasi bahwa keputusan ini bukan hanya karena tidak memiliki data yang cukup, tapi juga karena ada tekanan dari beberapa pihak tertentu πŸ€”. Aku pikir itu yang patut diawasi oleh lembaga independen agar program MBG dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
 
Program MBG itu kenyataannya masih banyak kesalahpahaman, sih πŸ€”. Kalau di Jepang punya pengukuran gizi yang baik sejak 1940an, tapi apa yang membuat kita Indonesia bisa mirip dengan mereka? πŸ˜‚ Konsumsi kalori yang banyak atau apa lagi? πŸ€·β€β™‚οΈ Dan masih banyak kasus keracunan MBG, sih... itu bukan pilihan yang bagus untuk dijadikan contoh. Mungkin perlu ada pengecekan yang lebih teliti dari lembaga independen, seperti KIPAS yang bisa membuat keputusan pemerintah jadi lebih bijak 🀝.
 
Gue pikir siapa yang mau ngobrol tentang keracunan makanan gratis di sini? Belum sepuluh tahun program MBG mulai berjalan, dan sudah banyak kasus yang dilaporkan. Gue rasa pengecekan gizi harus ditebak dari data kasus yang ada, bukan hanya karena tinggi badan orang Indonesia naik. Dan siapa yang bilang kalau program ini mirip dengan Jepang? Itu kayak kata kaki lari aja. Belum ada bukti nyata bahwa program ini bisa mengubah potensi genetik kita.
 
aku rasa ini baik banget! nggak ada yang salah dengan cara pemerintah ini. mungkin karena kalau dilakukan sendiri, hasilnya tidak bisa dipastikan. tapi menggunakan lembaga independen pasti lebih objektif dan jujur. aku juga setuju dengan Dadan bahwa program MBG harus diukur untuk mengetahuinya dampaknya terhadap perkembangan gizi penerima. kalau kita asumsikan orang Indonesia dapat mengalami perkembangan gizi mirip dengan Jepang, itu bukan mainan! tapi aku masih ragu-ragu aja, apa benar-benar program MBG bisa membuat perubahan seperti itu?
 
Gak percaya kalau BGN tidak akan ngecek gizi MBG setelah setahun, tapi kok ada lembaga independen yang akan ngecek ya? Siapa sih itu lembaga independen itu? KPAI nggak bisa nyangka kalau ada lembaga lain yang juga ngecek. Saya paham kalau program MBG penting, tapi harus diukur dulu aja kan? Keracunan gizi masih banyak terjadi, tapi pemerintah masih ngerasa bahwa program ini berhasil. Mungkin karena mereka nggak ingin salah, tapi sebenarnya ada lembaga lain yang bisa ngecek kan? πŸ€”πŸ‘€
 
Mungkin kalau gini punya akhirnya, kita bisa melihat hasil dari MBG apa deh! Tapi, aku pikir pengecekan yang dilakukan oleh lembaga independen itu penting banget agar tidak ada curang sih. Aku masih ragu-ragu apakah kualitas gizi di Indonesia sudah cukup bagus sehingga penerima MBG bisa tumbuh dengan baik tanpa pengecekan. Dan, aku juga masih khawatir tentang kasus keracunan yang dilaporkan oleh KPAI, aku harap pengecekan itu bisa menghindarinya 😊
 
Aku rasa pengecekan gizi setelah 1 tahun itu penting banget untuk tahu apakah program MBG benar-benar membantu. Kalau tidak ada pengecekan, kemungkinan besar program itu akan gagal dan kekurangan dana lagi 😐. Saya harap pemerintah bisa memilih lembaga yang jujur dan profesional untuk melakukan pengecekan tersebut. Mereka harus bisa memberikan laporan yang akurat juga πŸ“Š.
 
kembali
Top