Benarkah TKA Jadi Syarat Wajib Siswa Eligible Ikut SNBP 2026?

Teka-teki kemampuan akademik (TKA) menjadi sumber penasaran masyarakat setelah diperdebatkan apakah harus dijadikan syarat wajib bagi siswa eligible untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Menurut data yang diketahui, TKA dirancang sebagai tes terstandar untuk menilai capaian akademik siswa secara objektif dan menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, TKA tidak wajib diikuti oleh siswa, tetapi nilai TKA memiliki peran penting dalam melanjutkan jenjang sekolah berikutnya, terutama jalur prestasi SNBP. Menurut data yang dikutip dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (MenPemdas), hasil TKA telah tercatat dalam Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dan menjadi salah satu syarat untuk mengikuti SNBP 2026.

Jalur SNBP 2026 hanya diikuti oleh siswa eligible atau yang memiliki peringkat tertinggi di sekolah tersebut. Selain itu, pengisian siswa yang memenuhi kriteria eligible dapat mengakses nilai TKA Kemendikdasmen melalui sistem PDSS - SNBP sejak tanggal 5 Januari 2026.

Menurut data realisasi daya tampung, jalur SNBP hanya terealisasi 26 persen, sedangkan jalur SNBT dan mandiri memiliki rencana untuk meningkatkan rencana tersebut. Dengan demikian, siswa yang tidak memiliki nilai TKA dapat mengikuti seleksi pada jalur SNBT dan mandiri yang memiliki daya tampung yang lebih banyak.

"Kebijakan TKA bertujuan untuk memperkuat kualitas dan objektifikasi jalur prestasi tanpa membatasi akses pendidikan tinggi bagi peserta didik," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (MenPemdas) Abdul Mu'ti.
 
Aku pikir kalau mereka mau memaksa siswa mengerjakan Teka-teki kemampuan akademik itu, aku rasa gue udah sibuk aja dengan sekolahnya 🤣. Aku nggak percaya kalau ini bisa jadi syarat wajib untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi 2026. Aku rasa ada yang salah dengan ide ini, kalau gue harus mengerjakan TKA lagi, aku udah capek banget sama sekolah 🤯.
 
Gue pikir bikin Teka-teki kemampuan akademik ini nggak adil banget! Mereka bawa teka-teki ini untuk memperkuat kualitas SNBP, tapi sebenarnya bikin siswa yang tidak punya bakatnya sulit bisa masuk ke perguruan tinggi. Gue melihat beberapa teman gue yang nggak suka bikin teka-teki, tapi gue tahu mereka bisa memiliki bakat dan kemampuan lain yang lebih penting! Contohnya, ada teman gue yang sangat baik dalam olahraga atau musik, tapi karena tidak mengikuti TKA, mereka tidak bisa berpartisipasi SNBP. Gue rasa lebih baik kalau snbp hanya menilai bakat dan kemampuan yang sebenarnya! 😒
 
Gue pikir gini, TKA bukanlah satu-satunya penilaai yang baik untuk menilai kemampuan akademik siswa. Gua tahu banyak sekolah di Indonesia yang masih pakai metode penilaian lainnya yang lebih subjektif, tapi sepertinya TKA punya kelebihan karena lebih objektif. Tapi, apa arti kalau siswa yang tidak memiliki nilai TKA masih bisa ikut seleksi? Gue pikir ini salah strategi, mungkin mereka harus lebih fokus dalam meningkatkan kualitas sekolah dan kurikulumnya agar lebih sesuai dengan kebutuhan anak-anak.
 
ya, kalau soal TKA itu pasti harus ada sumbernya sih, gak bisa dipercaya aja kalau hanya berdasarkan pernyataan Menteri itu sendiri. apa benar nilai TKA yang tercatat di PDSS itu benar-benar objektif dan tidak ada manipulasi? gak bisa dipastikan sih. dan menteri itu saja yang mengatakan kebijakan TKA itu bertujuan untuk memperkuat kualitas jalur prestasi, tapi siapa yang mengawasnya sih?
 
Sekarang gini... mungkin kita bisa fokus pada hal yang benar-benar penting, yaitu hasil SNBP 2026 ya? Kalau TKA harus dijadikan syarat wajib, itu kan berarti semua siswa harus siap-siap dulu. Saya rasa ini seperti tes untuk mengetesti apakah siswa siap atau tidak. Jadi, bagus kalau kita fokus pada hasil SNBP 2026 aja 🤔
 
Maafkan aku, tapi aku pikir TKA tidak perlu wajib dilakukan oleh siswa. Bayangkan, kalau kamu harus lulus Teka-teki kemampuan akademik sebelum bisa masuk sekolah, sih. Aku rasa itu membuat anak-anak stres dan bingung. Kalau giliran aku, aku akan lebih fokus belajar apa yang benar-benar penting buat saya.

Aku juga pikir TKA kurang relevan dengan kehidupan nyata. Apa kegunaannya kalau orang bisa lulus tapi tidak tahu bagaimana menghadapi dunia nyata? Aku rasa lebih baik jika siswa bisa fokus pada apa yang benar-benar penting buat masa depan mereka.
 
Gue sibuk banget dengerin kabar ini... Teka-teki kemampuan akademik (TKA) pasti bikin siswa yang lulusnya makin canggih, tapi apa artinya jika mereka diharuskan mengulang TKT karena tidak puas dengan nilai TKA-nya? Gimana kalau mereka udah fokus study lebih penting daripada soal-soal matematika atau bahasa Inggris? Gue pikir itu lebih penting dari soal-soal yang bisa dijangkau dengan ujian tunggal.
 
Gue pikir TKA nanti bakal membuat perbedaan besar di dunia pendidikan Indonesia! 🤩 Kita bisa membandingkan nilai siswa yang lulus TKA dengan nilai lainnya, jadi siapa yang lebih hebat bisa masuk ke universitas terbaik. Gue senang sekali kalau gini terjadi, gue yakin akan membuat perubahan besar di Indonesia! 💡
 
Gampang saja kan kalau Teka-teki kemampuan akademik (TKA) ini wajib diperlakukan sebagai syarat utama untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)? Nah tapi, aku rasa ada kekhawatiran yang cukup besar. Kalau kita lupa nilai TKA, aja sih berarti kita tidak tahu bagaimana kualitas pendidikan di sekolah itu sebenarnya, kan? Nah tapi, aku juga paham kalau ini semua bertujuan untuk memperkuat jalur prestasi dan objektifikasi kualitas pendidikan. Tapi ayo, perlu ada langkah penilaian yang lebih luas dan komprehensif untuk menilai kemampuan akademik siswa, ya! 😊
 
Makasih ya bro, aku pikir TKA itu penting banget untuk menilai kemampuan akademik siswa. Kalau TKA dijadikan syarat wajib, pasti akan lebih objektif dan tidak ada penilaian subjektif dari guru-guru. Aku pikir ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita. Tapi aku juga peduli dengan mereka yang belum lulus atau tidak terlalu baik dalam TKA, aku rasa ada solusi lain untuk memperbaiki diri mereka, seperti program pembinaan atau pelatihan tambahan. Jangan sabar-sabar aja, kita bisa mencari jalan tengah, bro 🤝
 
kembali
Top