Bekas Area Parkir ABA Malioboro Disiapkan Jadi Hutan Kota

Pemerintah DIY terus melanjutkan upaya penataan kawasan Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan sebagai warisan tak benda dunia oleh UNESCO, termasuk ruas Malioboro. Salah satu kebijakan yang tengah digodok adalah transformasi lahan bekas Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) di sisi utara Malioboro menjadi sebuah hutan kota yang asri.

Dalam proses penyusunan Detail Engineering Design (DED), Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan bahwa lahan bekas parkir ABA akan menjadi RTH (ruang terbuka hijau) dan mulai dikerjakan tahun ini. Dengan demikian, diharapkan kualitas udara di kawasan Malioboro akan meningkat signifikan dan memberikan ruang publik yang lebih sejuk bagi wisatawan maupun masyarakat.

Untuk mempersiapkan kawasan itu sebagai hutan kota, pemerintah bersama tim penyusun telah memetakan kebutuhan yang ada, seperti pemilihan jenis pohon dan meminimalisir penggunaan tanaman perdu agar perawatan lebih mudah. Selain itu, soal fasilitas penunjang seperti bangku taman juga dikurasi untuk mencegah kawasan tersebut menjadi kumuh atau disalahgunakan oleh pedagang kaki lima (PKL).

Namun, yang lebih penting, rencana pembangunan hutan kota Malioboro ini juga bakal diikuti dengan manajemen lalu lintas, penataan sistem transportasi hingga penataan parkir di sekitar pusat kota. Pemerintah juga sedang menyiapkan rencana kebijakan terkait wacana pelarangan bus wisata masuk ke jantung Kota Yogyakarta, salah satunya dengan mengoptimalkan lahan seluas 2,6 hektare di kawasan Terminal Giwangan sebagai lokasi parkir utama bus pariwisata.
 
Maksudnya gampang banget membuat kota menjadi lebih asri dan nyaman! πŸ‘ Tapi ayo kita tunggu dulu sebelum tertinggal dengan kualitas udara yang baik ya... πŸ™…β€β™‚οΈ Misalnya, bagaimana dengan efek dari proyek ini pada penggunaan lahan bekas parkir ABA? Apakah benar-benar tidak ada ruang untuk penduduk setempat atau pedagang kaki lima yang suka parkir di tempat parkir ABA tersebut? πŸ€”
 
Bisa banget, pemerintah DIY itu sabar banget, terus-rencanakan untuk transformasi lahan bekas TKP ABA menjadi hutan kota Malioboro πŸŒ³πŸ‘. Saya harap kualitas udara di Malioboro bisa lebih asri dan nyaman banget nanti, sehingga wisatawan bisa jadi makin puas dan masyarakat juga bisa menikmati kawasan yang lebih sejuk 😊. Tapi, pemerintah DIY harus pula memperhatikan manajemen lalu lintas dan transportasi di sekitar pusat kota, agar tidak ada kesan kumuh atau padat pasalnya πŸš—πŸ’¨.
 
πŸ€” Lalu kenapa gini pemerintah belom selesaiin rencana pembangunan hutan kota Malioboro nih? Semua kabar-bara dikeluarkan bareng-bareng, tapi apa hasilnya? Tunggu aja sampe tahun ini aja kayaknya.
 
Aku pikir rencana ini ngega bakal serius, tapi apa yang aku lihat di sekitar jalan Malioboro sih masih banyak sampah dan kotoran. Jika mau menjadi hutan kota asri, mereka harus fokus pada hal itu, tapi nggak cuma soal itu aja. Mereka juga harus memperhatikan kenyamanan masyarakat dan wisatawan, karena aku lihat di sini banyak pedagang kaki lima yang nggak memiliki stand yang rapi atau bahkan ada yang jadi penipu.

Aku pikir rencana pembangunan hutan kota ini juga bisa menjadi peluang bagi warga untuk bekerja dan menghasilkan uang, tapi harus diatur dengan baik agar tidak menjadi pemberontakan. Dan apa sih dengan lahan 2,6 hektare yang bakal digunakan sebagai parkir bus pariwisata? Apakah mereka telah mempertimbangkan opsi parkir lain yang lebih dekat dengan wisatawan?
 
ini punya ide yang bagus banget tentang penataan kawasan Sumbu Filosofi! aku pikir seharusnya juga ada sistem informasi yang jelas tentang kualitas udara dan kebersihan di kawasan Malioboro, sehingga wisatawan dan masyarakat bisa tahu kalau suatu tempat bersih atau tidak. dan kayaknya juga harus ada program untuk mengelola sampah dan limbah dengan lebih baik. aku senang melihat pemerintah DIY berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup di kawasan tersebut, tapi aku pikir perlu ada beberapa penataan visual yang menarik juga, seperti desain parkir yang unik atau fasilitas umum yang nyaman πŸ™οΈπŸ’š
 
Gue pikir ini gampang banget sih! Mereka udah siap, sekarang juga kualitas udara Malioboro makin jernih πŸŒ±πŸ‘. Gue senang banget kalau pemerintah bisa mengubah lahan bekas parkir menjadi hutan kota yang asri πŸ’š. Tapi gue rasa masih perlu diperhatikan, siapa tahu ada masalah dengan transportasi atau parkir 😬. Dan apa yang lebih penting, ini udah diikuti dengan rencana untuk mengoptimalkan lahan Terminal Giwangan sebagai lokasi parkir utama bus pariwisata πŸšŒπŸ‘. Semoga kawasan Malioboro makin indah dan nyaman bagi wisatawan dan masyarakat 😊.
 
ini bikin senang banget ya! pemerintah DIY benar-benar berani mengubah malam yang terus-menerus padat dan kotor menjadi kota yang lebih sejuk dan nyaman. aku yakin wisatawan nanti akan sangat puas duduk santai di hutan kota yang indah ini πŸ’šπŸ’›. tapi kayaknya perlu diwaspadai agar tidak jadi kumuh atau gangguan bagi masyarakat πŸ€”. dan aku harap pemerintah juga memikirkan tentang keamanan dan keselamatan wisatawan, terutama saat jam sibuk malam ini πŸ’ͺπŸŒƒ.
 
Makin seru ya kalau mau terus berkembang makin indahnya malam Malioboro! πŸŒƒ Aku pikir itu ide yang bagus banget, semoga bisa meningkatkan kualitas udara dan makin nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat. Tapi aku khawatir mau terkena keterbengukan jika tidak diatur dengan baik, seperti parkir yang sering menjadi masalah di sini. Dan juga penataan lalu lintas yang lebih rapi seharusnya bisa menjadi kelebihan bagi daerah ini. Aku berharap pemerintah bisa melakukan perencanaan yang matang dan baik agar semua rencana ini bisa menjadi kenyataan.
 
Mana aja keuntungan dari pembangunan hutan kota di Malioboro sih? Pertama kalinya kawasan ini bakal jadi lebih asri dan sejuk. Kalau udara kian segar, kayaknya wisatawan gak akan kehabisan napas. Nah, tapi apa yang dibutuhkan lagi deh? Kita punya lalu lintas yang sibuk, sistem transportasi yang tidak rapih banget, dan parkir yang kayaknya terlalu sibuk. Jangan sampai kita ketinggalan manajemen lalu lintas ya, biar gak jadi kesalahan lagi seperti sebelumnya 😊.
 
aku pikir kalau ganti parkir yang suda abai makin seru banget! nanti bisa jadi kawasan yang suda indah dan asri, plus udara di sana makin segar 😊. tapi apa sih tentang fasilitas lain seperti toilet umum? aku penasaran banget apakah sudah siap untuk wisatawan yang datang ke kota jogja πŸ€”.
 
ini gampang banget aja! pemerintah DIY udh serius ngatur kawasan Sumbu Filosofi yogyakarta, mulai dari ruas malioboro hingga area sekitarnya. transformasi lahan bekas tempat parkir abu bakar ali menjadi hutan kota asri itu bakal memberikan kualitas udara yang lebih baik dan kenyamanan bagi wisatawan dan masyarakat. kayaknya pemerintah DIY udh berencana untuk memastikan bahwa kawasan tersebut tetap sejuk dan nyaman, terutama di saat musim panas.

tapi, aku penasaran ngapun apa yang bakal jadi prioritas utama di area ini? apakah itu hanya tentang hutan kota saja, atau ada kebijakan lain yang juga perlu diperhatikan? kayaknya pemerintah DIY udh serius untuk memastikan bahwa wisatawan dan masyarakat dapat menikmati pengalaman yang lebih sejuk dan nyaman di kawasan tersebut. πŸŒ³πŸ‘
 
Mau nyesel aja kalau kawasan Malioboro kayaknya harus sejuk banget, bikin kualitas udara jadi lebih baik. Saya pikir konsep hutan kota ini agak asyik, tapi kalau benar-benar terlaksana, pasti akan lebih seru banget untuk berjalan-jalan disana. Tapi, ayo nggak lupa juga sih pengaturan lalu lintas dan parkir ya... jadi ga ada kesulitan lagi sih.
 
Makin serius lagi pemerintah DIY tentang pengembangan kawasan Sumbu Filosofi ini πŸ€”. Aku pikir itu baik-baik saja, tapi kalau kita tidak berhati-hati, akhirnya malah menumpangkan pariwisata wisatawan ke lingkungan yang asri itu 😊. Kita harus ingat, hutan kota bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga tentang kualitas hidup masyarakat setempat. Jangan lupa tentang manajemen lalu lintas dan parkir, kalau tidak kita kewalahan sama sekali πŸš—.

Jadi, apa yang kita pelajari dari pengembangan ini? Kita harus berhati-hati dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan. Kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat dan tidak menumpangkan pariwisata wisatawan ke tempat yang asri itu 😊.
 
[ gambar ASCII art: ]
/_/\
( o.o )
> ^ <

Pertanyaannya, apa yang dibutuhkan oleh wisatawan saat berada di Malioboro? Udara segar dan suasana yang asri, bukan hanya tawang-tawangan Instagram. Tapi sepertinya pemerintah DIY punya rencana yang bagus dengan transformasi lahan bekas parkir ABA menjadi hutan kota. Semoga saja tidak ada masalah logistik dan biaya yang terlalu besar nih

[ gambar ASCII art: ]
/_/\
( ^ - ^ )
> ^ <

Dan yang harus diingat, manajemen lalu lintas dan sistem transportasi juga perlu diperhatikan agar wisatawan tidak terjebak dalam kesibukan. Jangan sampai aksi parkir tanpa tujuan jadi sumber kekacauan ya
 
Maksudnya gini, kalau mau jaga keindahan Malioboro, harus buang-bangun tempat parkir aja deh, kayaknya aku setuju. Tapi yang bikin aku penasaran adalah apa sih dengan rencana parkir bus wisata? Kalau diGiwangan, pasti bakal macet banget nih. Mungkin pemerintah DIY harus memikirkan opsi lain, seperti area parkir yang lebih luas atau ada yang bisa dijarah dari hotel-hotel yang berdekatan dengan terminal itu aja deh πŸ˜‚
 
Hehe, aku pikir ini gampang banget! Pemerintah DIY keren banget untuk memikirkan tentang dekorasi kota, tapi aku rasa ada yang tidak selesai. Aku pikir lebih baik buat RTH di utara Malioboro buat ruang umum, tapi nggak perlu pindahan parkir. Bisa jadi aku salah, tapi aku pikir ini bisa bikin kawasan lebih asyik banget! πŸ€”πŸ’‘
 
Lihat kayakanya pemerintah DIY gampang banget ya... mulai dari transformasi lahan bekas TKP ABA di sisi utara Malioboro jadi hutan kota yang asri, itu bakal membuat udara kawasan lebih segar & nyaman. Tapi, apa yang bikin aku curiga adalah kalau ini juga diikuti dengan manajemen lalu lintas yang baik & tidak ada masalah parkir di sekitar pusat kota. Kalau ini bisa dilakukan maka aku yakin kawasan Malioboro nanti akan menjadi salah satu destinasi wisata yang paling populer di Indonesia!
 
ini kayaknya renyah banget! aku senang sekali kalau pemerintah DIY bisa melanjutkan proyek penataan kawasan Sumbu Filosofi yang bagus sekali. lahan bekas parkir ABA di sisi utara Malioboro itu seharusnya digunakan untuk kebaikan masyarakat, bukan lagi berantai tempat parkir yang kerenyah. aku harap kalau rencana ini bisa segera diwadahi dan menghasilkan kualitas udara yang lebih baik di kawasan Malioboro. tapi, aku juga curiga kalau ada yang bakal kehilangan pekerjaan karena kerja keras tim penyusun ini... apa kabar dengan para PKL yang bakal jadi korban dari rencana ini? kita harap pemerintah bisa menemukan solusi yang adil bagi semua pihak 🀞
 
heyyyyy πŸ€— aku pikir ini ide yang keren banget! kalau Malioboro bisa jadi hutan kota asri seperti itu, tentu aja wisatawan makin senang dan masyarakat pun lebih nyaman. tapi aku khawatir nggak sih dengan masalah lalu lintas di sekitar pusat kota. kayaknya harus diurus dengan baik agar tidak memikul lahan yang banyak. πŸš—πŸ’¨
 
kembali
Top