BEI Respons Bank of Singapore Lepas Seluruh Saham Bank Capital

BEI Tanggapi Pemutusan Kepemilikan Bank of Singapore di BCA, Berapa Persen Saham yang Dilepas?

Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, PT Bank Capital Indonesia Tbk (BCA) melihat keluarnya Bank of Singapore Limited sebagai pemilik sahamnya. Pada 24 Desember 2025, BCA resmi melepaskan seluruh kepemilikan 2,8 miliar saham atau sebesar 14,03 persen hak suara tersebut.

Kemenangan ini terjadi setelah Bank of Singapore membeli saham BCA dalam jumlah yang sama hanya dalam kurun waktu kurang dari 30 hari. Pada saat itu, harga pembelian mencapai Rp168 per saham, sedangkan harga penjualan hanya Rp1 per saham.

Dalam pernyataannya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyatakan bahwa seluruh proses pelaporan telah mematuhi regulasi. "Berdasarkan pemantauan Bursa, PT Capital Global Investama dan Bank of Singapore Limited telah melakukan kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam POJK nomor 4 tahun 2024 dan laporan tersebut telah terpublikasi di website Bursa sehingga publik dapat memperoleh informasi tersebut," katanya.

Perusahaan ini menggunakan skema repurchase agreement (repo) untuk melakukan transaksi pembelian maupun penjualan. Harga transaksi penjualan hanya Rp1 per saham, yang signifikan berbeda dengan harga pembelian sebesar Rp168 per saham.

Nyoman juga menegaskan bahwa skema repo telah diatur dalam peraturan OJK dan harus dilakukan dengan perjanjian tertulis. "Dalam ketentuan tersebut diatur bahwa setiap transaksi Repo wajib berdasarkan pada perjanjian tertulis," tambah dia.

BEI meminta klarifikasi langsung kepada manajemen BCA untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai transaksi repo tersebut.
 
Lha, kalau BCA jadi punya masalah dengan Bank of Singapore, kayaknya harus ngerasa sedih. Mereka jadi pemilik saham BCA dengan harga yang murah-murus, Rp1 per saham. Sedangkan di pasar, harga saham BCA jadi naik banget, tapi kemungkinan gini terjadi karena ada masalah dalam transaksi repo mereka. Kalau BEI juga jadi nanyari, itu normal juga, karena harus tahu apa yang terjadi di pasar.
 
Hahaha, ini kabar gembira banget! BCA berhasil menjual sahamnya yang dipegang oleh Bank of Singapore dengan harga super rendah aja Rp1 per saham 🤑. Itu arti apa, sih? Mungkin karena Bank of Singapore hanya membelinya dengan harga murah-murah sebelumnya aja 🤔. Aku pikir ini cara yang cerdas banget BCA untuk mengumpulkan uang kembali 💸.
 
Mereka di BEI benar-benar keberatan gitu, kan? Membeli saham dengan harga Rp168 lalu menjualnya dengan harga 1 😂. Kalau sih dia mau jual dengan harga lebih murah, kenapa gak bisa beritahu kita terlebih dahulu? 🤔. Ataupun dia punya rencana apa kalau dijual sahamnya dengan harga yang sama? 🤑. Gue penasaran gitu!
 
aku penasaran apa arti dari skema repurchase agreement (repo) ya? jadi kayaknya perusahaan mau beli dan menjual saham dengan harga yang berbeda, tapi bagaimana bisa jadi begitu? apakah ada di mana saya bisa membaca lebih lanjut tentang ini?
 
Hahaha, gak percaya banget siapa yang bisa membeli dan menjual saham dengan harga 168 jutaan rupiah dalam waktu 1 bulan! 🤯😲 Gue pikir itu keajaiban! Tapi, gue juga sedikit curiga, apa sih yang ada di balik transaksi ini? 🤑👀 Gue tahu BEI punya aturan-aturannya, tapi gue rasa perlu dibuat klarifikasi lebih lanjut, nih! 🤔
 
Haha, kalau Bank of Singapore mau punya saham BCA dan lalu jualnya dengan harga sekecil kepala ayam aja... apa lagi yang bisa dilakukan Bank of Singapore? 🤣 Lalu apa artinya ini? Maksudnya BCA harus berhati-hati dulu, karena kalau tidak nantinya bisa kehilangan sahamnya. Dan siapa tahu Bank of Singapore itu punya rencana untuk mengakuisisi BCA aja! 😳
 
ya, aku pikir ini jadi bukti bahwa di pasar saham Indonesia kita sangat terbuka dan jelas prosesnya, tapi kalau lihat secara spesifik ini, transaksi repo yang dilakukan oleh BCA dengan Bank of Singapore ternyata cukup kompleks. siapa tahu, bisa ada kesalahan atau kekurangan dalam proses pelaporan yang diajukan oleh BCA kepada BEI, tapi ini jadi bukti bahwa di dunia ini, tidak ada yang sempurna 🙏

dan aku juga berpikir, kalau ini terjadi karena Bank of Singapore memiliki strategi yang lebih baik dalam membeli dan menjual saham BCA. mungkin BCA perlu mempertimbangkan untuk melakukan review strategi investasi mereka sendiri agar tidak kalah dengan pemilik saham tersebut 💸
 
ini penasaran kok, apa maksud dari skema repurchase agreement (repo) itu? berapa asal ujungnya sih? siapa yang menandatangani perjanjian tertulis? jadi nggak ada kecurangan aja, tapi apa ada kebijakan yang salah juga?
 
Saya tidak biasanya komen tapi kali ini aku pikir wajar banget aja. Jadi, kalau bank suka buang sahamnya ke tempat yang lain dan hasilnya gak ada masalah, apa artinya? Tapi sekarang BCA punya 2,8 miliar saham di tangan Bank of Singapore, tapi harga penjualannya hanyanya Rp1 per saham! Artinya, BCA jadi kaya sekali, tapi uangnya tidak bisa bergerak, sih. Saya rasa ini salah satu contoh bahwa perusahaan-perusahaan besar suka bermain dengan api, tapi akhirnya hasilnya tidak perlu dihitung lagi oleh mereka sendiri.
 
Haha ga percaya banget! BCA jadi main papan pasaran ini! 2,8 miliar saham dijual hanya dalam 1 bln hari, itu luar biasa juga! Siapa yang bilang Bank of Singapore kayaknya punya strategi yang benar-benar keren. Tapi siap aja apa kejadian ini, karenanya transaksi repo ini kayaknya terlalu cepat dan tidak ada klarifikasi dari BCA.
 
Lagi-lagi, BEI harus bertanggung jawab atas transaksi yang terjadi di bawah naungkahnya. Pernyataan Direktur Penilaian BEI itu jelas-jelas tidak cukup, karena apa yang dilakukan Bank of Singapore Limited dan PT Capital Global Investama ternyata sangat mirip dengan skema repo yang kita ketahui sudah ada di Indonesia sejak lama.

Sudah saatnya kita harus tanyakan, siapa yang memungkinkan transaksi ini terjadi? Apakah karena kekurangan penegak hukum atau kurangnya transparansi di kalangan perusahaan-perusahaan besar seperti BCA dan Bank of Singapore Limited?

Pernyataan Direktur Penilaian BEI itu justru menambah ketidakpercayaan publik, karena apa yang terjadi? Kenapa kita harus berlama-lama untuk mendapatkan informasi dasar tentang transaksi ini? Kita sudah tahu bahwa skema repo ini sudah ada sejak lama, tapi apakah BEI sebenarnya tidak memantau dengan baik?

Saya harap BEI dapat memberikan klarifikasi yang jelas dan transparan tentang apa yang terjadi di dalam perusahaan BCA. Kita butuh kejujuran dan transparansi dari perangkat lunak ini, agar kita bisa percaya bahwa tindakan-tindakannya benar-benar untuk kebaikan publik.
 
Pokoknya ini kabur banget, apa yang bikin Bank of Singapore beli saham BCA dengan harga Rp1? Jelas aja penipuan!

Di masa lalu kalau Bank of Singapore mau jadi pemilik saham BCA harus melalui proses IPO atau sekedar membeli saham secara langsung. Sekarang jk udah ada skema repo yang bisa membuat transaksi ini terjadi dengan cepat dan mudah. Tapi, apa itu yang bikin harga penjualan itu hanya Rp1?

Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di balik transaksi ini. BCA harus jujur kalau transaksi ini terjadi sama aja dengan Bank of Singapore. Jangan kehabisan bicara karena kabar gembira, aku masih bingung apa yang bikin ini terjadi 🤔
 
ya, ini keren banget! BCA jadi bisa keluarkan uang yang banyak dari sahamnya, dan gini dia bisa menambah kekayaan. tapi siapa tahu, mungkin ada hal lain yang perlu diawasi... sepertinya harga Rp1 itu terlalu rendah, kira-kira apa yang dimaksud dengan itu?
 
Hmm, apa arti dari ini? Bank of Singapore gak lagi memiliki saham di BCA, tapi cara penjualannya sebenarnya agak aneh banget! Sisa 1,8 miliar saham itu apa aja kalau dibeli kembali dengan harga Rp1 per saham? Artinya, BCA kehilangan rupiah ribuan juta dari penjualan sahamnya. Gak bisa dipungkiri, ini gak cuma transaksi biasa aja! 🤑

Dan apa yang bikin BEI curiga? Apakah ada yang salah di dalam proses pelaporan atau apa? Gak ada jawaban dari manajemen BCA, sih... Ini bikin banyak pertanyaan lagi! 🤔
 
Maksudnya siapa lagi BCA bisa gak jadi siap kalah sama Bank of Singapore ini? 🤯 Kalau skema repo diatur apa aja kalau sudah berdasarkan perjanjian tertulis? Nah mungkin BCA hanya coba cari cara untuk keluar dari hutang yang besar atau apa? Minta klarifikasi langsung ke BCA sih, jadi kita nggak terjebak informasi yang tidak akurat.
 
Saya pikir ini benar-benar ajaib, Bank of Singapore bisa jadi beli dan lakuin saham BCA dalam waktu singkat ya 🤯. Tapi apa sih yang bikin harga penjualan berbeda sangat banyak dengan harga pembelian? Saya pikir mungkin ada sesuatu yang tidak terbuka di luar anggara tentang transaksi ini, tapi BEI memang sudah melakukan pemeriksaan dan setuju dengan prosesnya. Tapi saya masih ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan BCA untuk melepaskan sahamnya dalam jumlah besar 😐. Mungkin ada sesuatu yang harus kita ketahui lebih lanjut tentang transaksi repo ini, apalagi kalau skema itu sudah disepakati oleh OJK dan BEI...
 
Aku pikir ini yang bikin harga saham turun drastis itu, 🤯! Tapi kayaknya ini hanya proses normal, kan? 😊 Bank of Singapore jadi pemilik saham BCA, tapi kemudian gak lagi mau nunggu, so mau menjual aja. 💸 Harga penjualan hanya Rp1 per saham, wajar banget! 🤑 Aku bayangkan kalau aku punya uang banyak juga akan berinvestasi di sana. 💰 Tapi kayaknya harus waspada, karena ini bisa jadi contoh bagus untuk orang lain. 👍
 
Ooii, gue penasaran sama transaksinya, siapa yang bilang Rp1 per saham itu wajib? Gue tahu transaksi repo itu bisa dilakukan dengan harga yang berbeda-beda, tergantung pada situasi pasar. Tapi, 14 persen hak suara BCA yang dilepas itu, gue rasa itu terlalu besar dan cepat! Gue pikir ada yang salah dengan perencanaan ini, tapi nggak bisa baca di baliknya apa-apa...
 
heya, aku pikir ini kalau mana BCA punya 2,8 miliar saham di Bank of Singapore, tapi kemudian dia jadi pemilik sendiri aja? itu agak bingung kan? aku rasa biar lebih jelas kalau ada klarifikasi langsung dari BCA tentang apa yang sebenarnya terjadi. saya juga curious, mengapa harga penjualan sahamnya itu bisa turun sebesar 167 kali dari harga pembelian 😂🤔
 
kembali
Top