BEI Lanjutkan Negosiasi dengan MSCI, Bahas 3 Agenda Penting Ini

Negosiasi Free Float Dapat Berakhir dengan 15 Persen, Apa Itu Artinya?

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan bahwa akan dilakukan negosiasi lanjutan dengan pihak Morgan Stanley Index Capital (MSCI). Negosiasi ini berfokus pada tiga agenda utama: penyempurnaan klasifikasi investor di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham, dan peningkatan ketentuan minimum free float.

BEI telah menyampaikan proposal ke MSCI pada 5 Februari lalu. Pihak BEI akan melaksanakan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Rabu, 11 Februari 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua poin yang dibahas telah dipahami dan diterima oleh kedua belah pihak.

Pertama, BEI akan menyempurnakan klasifikasi investor di KSEI dari sembilan kategori menjadi 28 sub-kategori investor. Langkah ini bertujuan untuk memberikan informasi struktur kepemilikan yang lebih rinci dan akurat.

Kedua, perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham dengan perincian data pemegang saham. Transparansi pengendala tidak hanya pada kepemilikan di atas 5 persen, tetapi juga mencakup kepemilikan saham di atas 1 persen.

Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat. Peningkatan ini akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penetapan target antara pada setiap fase, disertai pemantauan serta pendampingan berkelanjutan bagi perusahaan tercatat.

Peningkatan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen merupakan bagian dari penyesuaian terhadap Peraturan No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Negosiasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi pasar dan meminimalkan manipulasi harga saham. Namun, ekonomor juga mengingatkan bahwa peningkatan free float dapat memiliki dampak negatif, seperti kenaikan likuiditas dan investor yang kabur.
 
Gue pikir apa yang bikin orang senang nih? Negosiasi ini diharapkan bisa meningkatkan transparansi pasar 😊. Tapi, apa yang bikin kita khawatir? Apa yang bikin peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen itu bisa mengakibatkan kenaikan likuiditas dan investor yang kabur πŸ€”. Gue rasa perlu dihati oleh para pemain pasar agar tidak terjadi manipulasi harga saham lagi πŸ”₯. Kita harap negosiasi ini bisa berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak πŸ’Ό.
 
Wah, 15 persen itu nggak terlalu besar, tapi apa artinya sih? Nanti apa kalau bebas float kayaknya sama aja kayaknya kayak perusahaan kayak banget. Kalau mau bebas float juga harus mau kehilangan pengawasan dari BEI, itudeh 😐. Aku rasa itu konflik antara kebebasan dan keamanan, nanti siapa yang bakal jadi pemenang? πŸ€‘.
 
aku pikir ini gampang banget aja, 15 persen apa sih? sih itu angka apa aja? jadi kayaknya mereka ingin meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, tapi aku tidak tahu kenapa perlu begitu lama ya πŸ˜‚. aku bayangkan kalau investor yang punya saham di atas 1 persen itu pasti sedih banget nih, karena harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk bisa menjual sahamnya. dan kalau free float naik begitu aja, maka apa artinya kalau kita lupa kenapa negosiasi ini dilakukan dulu? πŸ€”. mungkin aku salah lagi, tapi aku rasa peningkatan free float yang begitu besar itu jadi tidak masuk akal aja... 😊
 
Uwien, ngga bisa jadi aja sih! Peningkatan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen itu agak terlalu besar, ya? Nah, tapi aku rasa proses ini perlu diikuti dengan hati-hati. Penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI itu bisa jadi hal yang baik, karena biar info tentang kepemilikan saham lebih akurat banget.

Namun, biar jangan salah keputusan, aku rasa perlu ada pertimbangan dari kalangan ekonomi juga, ya? Peningkatan free float itu bisa jadi membuat investor kabur, dan kenaikan likuiditas bisa jadi tidak cocok dengan kondisi pasar saat ini.

Aku harap BEI dan MSCI bisa menemukan keseimbangan dalam proses negosiasi ini, ya? Biar di masa depan, transparansi pasar bisa lebih baik lagi! πŸ’‘πŸ“ˆ
 
πŸ€” Jadi kalau peningkatan minimum free float itu 15 persen, itu berarti artinya gampang banget untuk perusahaan mau dilepas sahamnya. Misalnya kaya seperti PT Telkom, mereka bisa jadi mau buang sebanyak 10-15% sahamnya tanpa harus tolong teman atau bank. Itu juga bisa membuat investor kecil kabur, karena semakin mudah perusahaan buang saham, maka likuiditas di pasar gampangnya naik, dan itu bisa bikin harga saham pun jadi lebih tinggi, aksi dari kenaikan likuiditas ya 😬.

Dan yang paling penting, peningkatan minimum free float ini juga akan berdampak pada transparansi pasar, karena perusahaan harus jadi terbuka tentang kepemilikannya. Misalnya kalau PT XL Axiata mau buang saham 15%, maka mereka harus nanti ada informasi yang jelas tentang itu, sehingga investor bisa jadi bisa melihat siapa yang sebenarnya mengontrol perusahaan tersebut. Itu yang penting banget!
 
Maksudnya kalau free float naik 15 persen itu berarti apa? πŸ€” Nah, pertama kali saya paham bahwa free float itu artinya adalah bagaimana banyaknya saham di pasar bursa yang dapat dimiliki oleh publik tanpa terbatas sama sekali. Seperti kaya free to do apa saja dengan saham tersebut.

Jadi kalau free float naik 15 persen, berarti perusahaan akan memiliki lebih luas ruang untuk melakukan kegiatan bisnisnya tanpa terbatas oleh batasan saham yang dimiliki oleh publik. Semakin banyak saham yang dapat dimiliki oleh publik, maka semakin mudah bagi investor untuk membeli dan menjual saham tersebut tanpa harus khawatir akan penumpangan saham.

Namun perlu diingat bahwa peningkatan free float ini tidak berarti apa-apa jika investor tidak bisa mengakses pasar bursa dengan mudah. Karena kalau seperti itu, maka investor punya kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari saham tersebut yang jadi makin besar. Jadi saya pikir peningkatan free float naik 15 persen itu adalah hal yang sangat positif bagi para investor dan perusahaan tercatat. 😊
 
Kalau mau tahu bedanya dengan sebelumnya, 15 persen itu makanya penting banget. Kalau free float di atas 15 persen, berarti lebih banyak pemegang saham, jadi informasi yang dibagikan harus lebih akurat dan lengkap. Bayangkan kalau ada investor yang punya 10% saham, tapi tidak ingin info apa pun tentang kepemilikannya, itu bisa bikin manipulasi harga saham lebih mudah, ya?

Tapi, aku pikir ini baik juga, karena transparansi pasar akan lebih baik. Dan dengan peningkatan free float, investor bisa lebih bebas untuk membeli-sell saham tanpa khawatir diblokir oleh komisi. So, kalau negosiasi ini berhasil, itu pasti bagus bagi semua orang yang punya investasi di pasar saham Indonesia 🀞
 
Saya pikir peningkatan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen itu nggak terlalu banyak, apalagi kalau kita lihat dari perspektif ekonomi. Tapi, saya juga paham betapa pentingnya transparansi pasar dan menghindari manipulasi harga saham. Maksudnya, kalau free float udah naik 15 persen, itu berarti banyak orang bisa membeli saham dan jadi investor yang setara, bukan hanya beberapa besar.

Saya khawatir tapi, peningkatan ini juga bisa bikin investor kecil jadi kabur. Misalnya, kalau seseorang punya uang untuk investasi tapi tidak bisa membeli saham karena kurang biaya, tapi sekarang dengan free float 15 persen, mereka bisa lebih mudah membeli. Tapi, apakah itu juga bisa memberikan kesempatan yang adil bagi investor kecil?
 
Kalau aja bebas float 15 persen, itu artinya kalau saham bisa dipindahkan dengan lebih mudah, nggak ada lagi benda-benda yang membatasi bagaimana saham itu digunakan πŸ€‘. Tapi, ekonomor bilang kalau ini bisa membuat investor kabur, jadi aku ngga tahu apa yang harus dilakukan πŸ€”. Aku harap BEI bisa menyesuaikan keduanya, agar transparansi pasar bisa bertahan dan tidak ada lagi manipulasi harga saham πŸ’Έ.
 
Maksudnya kalau free float naik 7,5 menjadi 15 persen itu artinya gampang banget untuk perusahaan tercatat ngedomongi sahamnya. Apa salahnya sih jika mau dipinjamin sebanyak itu? Nah, kalau begitu maka transparansi pasar pasti meningkat dan makin jelas bagaimana investor memegang saham. Tapi sayangnya ada risiko negatif, seperti likuiditas naik dan investor jadi kabur. Maksudnya bisa jadi banyak orang tidak lagi mendapatkan akses ke pasar saham karena free float udah terlalu tinggi.
 
Saya pikir peningkatan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen adalah langkah yang wajar untuk meningkatkan transparansi pasar. Dengan ini, pihak BEI dapat memastikan bahwa perusahaan tercatat memiliki struktur kepemilikan yang lebih terbuka dan akurat. Namun, saya juga ingat bahwa peningkatan free float bisa berdampak negatif seperti kenaikan likuiditas dan investor yang kabur.
 
gampang banget aja kan nih... 15 persen free float itu artinya apa sih? kayaknya jadi target minimal bagi perusahaan untuk tercatat di bursa eh... kalau mau lebih luas lagi, 15 persen itu masih pretty low, nih. sekarang 7,5 persen sudah cukup minim, tapi masih ada keterbukaan informasi dan transparansi yang harus dilakukan... toh jangan sabar-sabar aja, negosiasi ini masih berlangsung nih...
 
nggak cuma 15 persen aja? kayaknya itu kurang dari yang diharapkan, kan? harusnya lebih dari itu nih 😐. tapi saya rasa ini penting banget ya, karena kalau tidak ada free float yang jelas, maka pasar akan sangat tidak stabil, loh. dan itu bisa saja membuat investor kehilangan uang mereka πŸ€‘. saya harap BEI bisa mencapai target 15 persen, biar pasar lebih stabil dan transparan πŸ‘.
 
Maaf ya, apa arti nih kalau free float 15 persen? Pertama-tama, itu artinya pasar saham Indonesia akan lebih terbuka dan transparan. Nah, kalau punya latar belakang yang kurang, maka itulah kesempatan untuk belajar banyak hal tentang pasar saham Indonesia. Karena nantinya kita semua harus mengerti bagaimana cara kerja pasar saham Indonesia ya!
 
maaf nih, aku tidak biasa membicarakan hal ini... tapi apa sih artinya 15 persen minimum free float? itu gak bisa diinginkan juga sih, karena berarti ada lagi beban birokrasi bagi perusahaan kecil dan baru. tapi tentu saja, itu semua untuk meningkatkan transparansi pasar dan meminimalkan manipulasi harga saham. tapi aku masih ragu-ragu, apa benarnya bahwa peningkatan free float bisa mengejutkan likuiditas dan investor? itu gak baik banget... πŸ€”πŸ’Έ
 
😊 Maksudnya kalau nanti di Indonesia gini aja, investor bisa lihat siapa yang punya saham di pasar 😁. Nah kalau 15 persen itu artinya apa sih? πŸ€” Paham kalau free float itu penting banget buat pasar kecil kecilan jadi lebih transparan πŸ“ˆ. Tapi sih kalau investor banyak ya kenaikan likuiditas bisa bikin pasang surut 😬.
 
Aku pikir 15 persen ini masih terlalu rendah banget! Aku yakin kalau free float di atas 20 persen aja sudah cukup asyik kan? Tapi aku juga paham bahwa BEI ingin memastikan transparansi pasar dan menghindari manipulasi harga saham. Klasifikasi investor yang lebih rinci juga wajib diatasi, karena ini penting banget untuk mengetahui siapa saja yang memiliki saham di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Tapi, aku sedikit khawatir tentang dampak peningkatan free float terhadap likuiditas dan investor yang kabur. Aku ingat kalau sebelumnya, ekonomor sudah bicara tentang hal ini juga πŸ€‘
 
Dengar-ngarain, jika free float naik 15 persen itu berarti makin banyak saham bisa dipindahkan dari pemilu besar kecil. Semoga aja nanti pasar menjadi lebih terbuka dan transparan, tapi jangan lupa pula risiko manipulasi harga yang mungkin meningkat πŸ€”
 
ini nggak bisa dipungut nafsu loh 🀯, apa arti 15 persen free float itu? itu sebenarnya arti apa lagi? kalau naik 7,5 jadi 15, itu nggak masalah, tapi bagaimana sih itu akan mempengaruhi pasar? aku pikir kalau biar pasar lebih stabil, maka harus ada kebijakan yang tepat juga, misalnya seperti regulasi yang jelas tentang pengendalian harga saham. lho, kalau mau naik 15 persen itu berarti di mana targetnya? dan bagaimana sih investor yang kabur itu? mesti ada solusi yang tepat juga, nggak bisa sembarangan aja πŸ€”.
 
kembali
Top