Batas Wilayah Bergeser, BNPP: 3 Desa di Nunukan Sebagian Masuk Malaysia

Kemarin, dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman menjelaskan adanya Outstanding Boundary Problem (OBP) yang telah disepakati Indonesia dan Malaysia terkait Pulau Sebatik. Dalam penjelasannya, terdapat empat segmen OBP di sektor barat, Kalimantan Barat, yang belum kita tuntaskan, yaitu di D-400, Gunung Raya, Sibuhuan, dan Batu Aum dalam tahap survei lapangan.

Namun, ada tiga desa di Nunukan, Kalimantan Utara, yang sebagian wilayahnya masuk Malaysia. Desa tersebut adalah Kabungalor, Lipaga, dan Tetagas. Wilayah tersebut sebelumnya menjadi bagian dari OBP Pulau Sebatik, namun kemudian ditandatangani memorandum of understanding (MOU) pada Joint Indonesia-Malaysia ke-45 pada tanggal 18 Februari tahun 2025.

Pada rapat kerja tersebut, Makhruzi menyatakan bahwa ada kurang lebih 127 hektare wilayah di Pulau Sebatik yang masih masuk ke Indonesia. Kemudian, ada tambahan kurang lebih 5.207 hektare wilayah yang sebelumnya menjadi wilayah Malaysia, diusulkan menjadi mendukung pembangunan kawasan perbatasan sebagai pengganti kawasan hutan untuk pembangunan PLBN dan pengembangan free trade zone.

Dalam hal ini, terdapat kekhawatiran bahwa batas wilayah Indonesia dan Malaysia mungkin akan bergeser. Namun, Makhruzi menjelaskan bahwa ada penyelesaian yang telah disepakati antara kedua negara tersebut, yaitu ada pengecualian bagi tiga desa di Nunukan yang sebagian wilayahnya masuk Malaysia.

Sementara itu, ada empat segmen OBP di sekitar sektor Barat, Kalimantan Barat yang belum kita tuntaskan. Kemudian, terdapat perundingan terkait standard operating proceduru (SOP) dan term of reference (TOR).
 
gue pikir kalau golek batas wilayah Indonesia dan Malaysia pasti nggak bisa dipikirkan begitu sembarangan deh. gue bayangin kalau desa-desa di Nunukan itu benar-benar masuk ke Malaysia, tapi kemudian ada MOU yang ditandatangani, gue rasa itu seperti main-mainan, nggak jelas sih... tapi mungkin gue salah, karena Makhruzi bilang ada penyelesaian, jadi gue harap semuanya bisa berjalan lancar deh 🀞
 
ini aja, kalau gak ada perdebatan, apa artinya belum sadar bahwa OBP di Pulau Sebatik ini lebih buat Jepang daripada Malaysia, kan? kalau Indonesia dan Malaysia bisa sepakat tentang OBP, itu berarti kita udah kalah dalam perundingan ini. tapi nggak ada yang bicara tentang tekanan dari Jepang yang ingin memperluas wilayah mereka di sini...
 
aku rasa ini semuanya masuk akal banget... tapi aku masih punya keraguan tentang bagaimana caranya pulau sebatik itu dipecahkan... kayaknya kita harus lebih hati-hati dan cermat dulu sebelum memutuskan apa-apa...
 
Apa kira-kira ada orang yang memikirkan tentang konsekuensi akhir jika batas wilayah Indonesia dan Malaysia terus bergeser? πŸ€” Sepertinya masih banyak lagi perencanaan dan tindakan yang harus diambil agar proses ini tidak berakhir dengan bencana.
 
Gue pikir apa yang dibicarakan di rapat kerja itu nggak jelas banget... Pulau Sebatik sih, tapi gue pikir ada masalah lain yaitu siapa yang akan mengurus pembangunan kawasan perbatasan? Kalimantan Barat punya masalah dengan pulau itu, tapi malah ada pendapat tentang desa di Nunukan yang masih masuk Malaysia... Gue rasa jadwal survey lapangan 400 hektare punyanya nggak cukup panjang waktu...
 
Maksudnya apa sih kalau batas wilayah Indonesia dan Malaysia bergeser? Mungkin kalau tidak ada solusi yang tepat, semua kita akan merasa bingung. Aku pikir itu perlu diwaspadai agar tidak terjadi kesalahpahaman. Yang penting adalah kita bisa bekerja sama dengan Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau kita bisa buat standard operasional yang baik dan term of reference yang jelas, mungkin semua bisa berjalan lancar. Aku harap kita bisa kerja sama dan tidak ada masalah yang terjadi. 🀞
 
🀯 Ada yang bingung kan? Puluhan ribu hektare wilayah di Pulau Sebatik masih belum tersepakati antara Indonesia dan Malaysia 😬. Kalau kita hitung, itu sekitar 127 ha + 5.207 ha = lebih dari 5000 hektare 🀯 yang harus ditangani. Dan ternyata ada tiga desa di Nunukan yang sebagian wilayahnya masuk Malaysia, tapi gak jelas siapa yang bertanggung jawab πŸ€”. Makhruzi katakan ada penyelesaian yang disepakati, tapi apa benar? πŸ€·β€β™‚οΈ. Yang pasti, kita harus tahu lebih banyak tentang OBP ini dan bagaimana caranya kita bisa menyelesaikannya πŸ“Š. Berdasarkan data yang saya temukan, Pulau Sebatik memiliki luas sekitar 1.900 km2, tapi sebagian wilayahnya masih belum terakuesisi 🀯. Kita harus fokus dan pastikan agar tidak ada kesalahpahaman lagi antara Indonesia dan Malaysia πŸ’ͺ.
 
ini kabar gembira! akhirnya ada penyelesaian tentang OBP Pulau Sebatik! 🀩 sebelumnya sengaja aku coba lupa dehπŸ™ˆ tapi kabar ini membuatku sangat senang. itu artinya Indonesia dan Malaysia bisa bekerja sama dan tidak masuk ke dalam konflik, semata-mata kita fokus pada pembangunan dan kemakmuran! 🌟 apa yang ingin dibuat di sektor barat kalimantan barat itu? aku harap ada pembangunan infrastruktur yang baik dan tidak ada gangguan lagi! 😊
 
ada sih kayaknya permasalahan ini gampang dipecahkan kalau kita fokus sama-sama nih, tidak perlu bingung-bingung kan? jadi malah ada penyelesaian yang sudah disepakati oleh keduanya yaitu ada pengecualian bagi 3 desa di nunukan yang masuk malaysia. sementara itu ada lagi yang belum dituntaskan di kalimantan barat, tapi kita bisa fokus pada 1 kesatuan sama-sama nih! 😊
 
aku kira pulau sebatik nanti akan jadi masalah besar banget 🀯 kalau tidak dipecahkan. tapi apa yang dibicarakan sih? desa-desa yang masuk ke malaysia itu gak punya masalah apa-apa, kan kita udah tahu wilayahnya itu already πŸ™ƒ kayaknya malas aja ngerusak batas wilayah kita πŸ˜’. di sisi lain, aku harap bisa menyelesaikan OBP di Kalimantan Barat yang belum jadi, tapi nggak bisa nantangin kekhanan birokrasi ya πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Makasih info tentang Pulau Sebatik, tapi gini aja, apa artinya Malaysia dan Indonesia tidak bisa berjanji bahwa batas wilayahnya konsisten? Semua desa yang masuk ke Malaysia itu, nggak ada yang berarti sih? Tapi aku pikir ada tekanan politik dari pihak Malaysia untuk menyerah wilayah mereka, tapi kan gini aja, tidak adil sih!

Aku rasa harus ada klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan "penyelesaian" yang disepakati antara kedua negara. Aku harap tidak akan terjadi masalah di masa depan karena kesalahan pengecualian itulah.
 
heya bro, aku nyang ngomong kayaknya Pulau Sebatik ini jadi isu antara Indonesia dan Malaysia... tapi kenapa aku pikir pulau yang terletak di tengah-tengah kota Jakarta ini lebih seru banget? aku suka banget sama kawasan kota tua Jakarta, ada banyak tempat makanan enak dan buatan lokal yang belum pernah aku coba... aku punya rencana untuk jalan-jalan ke sana, nanti aku akan mencoba makan siang di warung sate terkenal itu di Jalan Surabaya... aku rasa lebih seru banget sama kota Jakarta daripada pulau yang terletak di pinggir laut...
 
πŸ€” Aku pikir itu bisa jadi masalah besar kalau tidak diselesaikan dengan baik, khususnya di Pulau Sebatik. Kalau kita tidak tahu pasti siapa yang berada di mana, maka itu bisa jadi masalah keamanan dan pemerintahan. πŸ’‘ Lalu, aku juga curiga bagaimana kalau desa-desa tersebut itu bisa menjadi contoh bagi pengembangan kawasan perbatasan lainnya. Apakah ada contoh-contoh seperti ini yang telah dilakukan sebelumnya? 🀝 Jika ya, mungkin kita bisa belajar dari itu dan tidak melakukan kesalahan sama sekali.
 
kalo nggak sengaja lihat kabar tentang pulau sebatik, masih banyak masalah di sana πŸ€”. kalau jadi 127 hektare wilayah masih di Indonesia, tapi ada 5.207 hektare yang harus diadopsi oleh Malaysia, apa lagi? kalo nggak jelas sih, kalau mau jadi free trade zone aja, tapi bagaimana nanti kalau perubahan batas wilayah terjadi? πŸ€·β€β™‚οΈ sekarang ini masih banyak kekhawatiran tentang itu.
 
Hehe aku pikir kalau Pulau Sebatik itu sama-sama milik Indonesia & Malaysia aja, tapi ternyata ada banyak sekali masalah di sini πŸ€”. Aku pikir itu seharusnya disepakati dengan Malaysia jadi satu kebijakan, bukan ada kerumunan di kedua pihak. Kalau kita terus ngebawa masalah ini, aku bayangin kalau suatu hari nanti Indonesia & Malaysia akan sulit berpikir sama-sama lagi πŸ˜‚.

Dan apa sih dengan desa-desa itu yang masuk ke Malaysia? Kenapa tidak jadi bagian dari OBP ya? Aku pikir itu seharusnya dipecahkan dulu sebelum kita terus ngebawa masalah ini πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
πŸ€” Nah bro, aku pikir ini masalah batas pulau sebatik yang serius banget... 🌴 Lalu-luhunya Indonesia dan Malaysia sama-sama ingin memakai OBP tersebut, tapi ternyata ada 3 desa di Kalimantan Utara yang masuk ke Malaysia, yaitu kabungalor, lipaga, dan tetagas... 😡 Bagaimana bisa aja? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku pikir ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati, karena kalau tidak benar-benar dipahami, maka batas wilayah Indonesia dan Malaysia akan bergeser, dan itu serius banget... 😬 Tapi aku harap kedua negara tersebut bisa menemukan solusi yang tepat, agar tidak ada masalah lagi di masa depan... πŸ™

Dan aku juga pikir ini perlu diperhatikan oleh pihak kalimantan barat, karena OBP tersebut terletak di sektor barat kalimantan barat, dan itu juga memerlukan perhatian yang lebih dari biasanya... πŸ’‘ Aku harap pemerintah Indonesia bisa memastikan agar semua OBP tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada masalah lagi... πŸ™
 
kembali
Top