Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik Bergeser, RI Dapat 127 Ha

Tentang Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik: Apa yang Terjadi dan Bagaimana Caranya Pemerintah Menghadapinya?

Dalam kesepakatan terbaru antara Indonesia dan Malaysia, garis batas wilayah darat di Pulau Sebatik telah berubah. Menurut Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan, Indonesia mendapatkan hak seluas 127 hektare, sedangkan Malaysia mendapatkan hak seluas 4,9 hektare.

Dalam kesepakatan ini, terdapat perubahan garis batas wilayah darat yang berdampak pada perubahan luas wilayah kedua negara tersebut. Ossy mengatakan bahwa hasil dari kesepakatan ini merupakan hasil dari kesepakatan dalam forum ke-45 Joint Indonesia Malaysia Boundary Committee (JIMBC) yang dituangkan dalam MoU Outstanding Boundary Problems (OBP) Pulau Sebatik.

Dalam paparannya, Ossy menegaskan pemerintah tetap memberi perhatian serius pada wilayah Indonesia yang terdampak masuk ke dalam yurisdiksi Malaysia. Ia juga menyebutkan bahwa konsentrasi pemerintah adalah dengan yang Indonesia kehilangan tanahnya seluas 4,9 hektare.

Dalam kesepakatan ini, terdapat perubahan garis batas wilayah darat yang berdampak pada perubahan luas wilayah kedua negara tersebut. Ossy mengatakan bahwa hasil dari kesepakatan ini merupakan hasil dari kesepakatan dalam forum ke-45 Joint Indonesia Malaysia Boundary Committee (JIMBC) yang dituangkan dalam MoU Outstanding Boundary Problems (OBP) Pulau Sebatik.

Menurut Ossy, luas area negatif yang terdampak tersebar di lima desa. Empat desa di Sebatik tercatat kehilangan lahan seluas 3,6 hektare. Selain itu, adanya kesepakatan penetapan buffer zone atau zona penyangga menambah luasan lahan yang masuk ke wilayah Malaysia.

Terdapat puluhan warga Indonesia yang terdampak karena tanahnya kini masuk ke wilayah Malaysia. Pemerintah saat ini tengah melakukan identifikasi dan verifikasi legalitas hak atas tanah tersebut. Ossy mengatakan bahwa ada 19 pemegang sertifikat, satu orang yang dokumen lain, serta 26 yang merupakan dokumen desa dan lima orang pemegang akta di bawah tangan.

Ke depan, pemerintah mendorong percepatan pendaftaran tanah serta penguatan pengelolaan kawasan perbatasan agar tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari. Selain itu, dia juga mendorong percepatan pengesahan MoU perbatasan di wilayah lain.

Sekilas tentang perubahan garis batas ini, dapat dikatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Malaysia telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi perubahan ini. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa kedua negara tersebut dapat menjalin hubungan yang lebih baik dan mendapatkan hasil yang lebih baik dalam mengelola wilayah perbatasan mereka.
 
Aku pikir kesepakatan ini memang benar-benar wajar, tapi aku juga bingung kenapa Indonesia harus kehilangan lahan seluas 4,9 hektare ya? Aku rasa pemerintah harus lebih teliti lagi dalam menentukan batas wilayah. Tapi aku juga mengerti bahwa kesepakatan ini dilakukan dengan tangan-tangan yang ramah dan tidak ada yang terluka. 🀞
 
aku rasa kalau pemerintah Indonesia harus serius banget dalam mengurus wilayah pulau sebatik ini, karenanya masalah tanah kehilangan sudah ada sejak lama! tapi aku senang sekali pemerintah Indonesia bisa saja mendapatkan hak seluas 127 hektare, itu benar-benar menggembirakan, kayaknya kita Indonesia jadi lebih siap menghadapi perubahan wilayah di masa depan πŸ™Œ
 
aku paham kalau gampang banget ngebagikan informasi tentang batas Indonesia-Malaysia di Sebatik, tapi aku rasa pemerintah harus jelas dulu siapa yang masuk ke wilayah Malaysia & siapa yang keluar 😐. nggak ada yang jelas kalau tanah-tanah itu milik siapa lagi, dan aku rasa ini perlu dipertimbangkan lebih matang sebelum diumumkan ke publik πŸ€”.
 
Mungkin kalau nggak sengaja Malaysia bisa masuk ke pulau kita ini, kayaknya apa lagi yang bisa dipikirin? Saya rasa pemerintah Indonesia harus jaga lembut, tapi juga harus tahu ketika harus mengambil langkah keras. Saya pikir perlu ada kerja sama lebih baik dengan Malaysia, jadi tidak terjadi seperti ini lagi di masa depan.
 
Aku pikir apa yang pemerintah lakukan ini benar-benar bijakπŸ€”. Kita harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan teknologi yang terus berkembang. Bayangkan jika kita tidak memiliki pengelolaan kawasan perbatasan yang baik, maka kehilangan tanah seluas 4,9 hektare itu bisa menjadi masalah besar lagi🌍. Aku harap pemerintah dapat mempercepat pengesahan MoU perbatasan di wilayah lain dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan kawasan perbatasan yang baikπŸ’».
 
Eh, apa khasnya sekarang? Pulau Sebatik yang dulunya sudah kayak biasa banget, tapi sekarang kan ada masalah tentang batas wilayah? Gimana kalau kita buat sebuah aplikasi untuk menemukan tempat wisata di Indonesia yang belum pernah kamu kunjungi? Aku suka dengan ide itu! Kita bisa membuat aplikasi yang seru dan mengenalkan banyak tempat yang baru padamu. Seperti, ada di mana aku bisa mencari nasi goreng terlezat di kota saya sekarang?
 
Gue rasa pemerintah Indonesia harus lebih berhati-hati lagi saat menandatangani kesepakatan seperti ini, jangan sampai salah faham lagi soal batas-batas kita dengan Malaysia πŸ˜•. Gue masih ingat kisahnya ketika gue sedang mencari tanah untuk dimiliki oleh keluarga gue, ternyata ada bagian dari tanah yang dipindahkan ke Malaysia tanpa gue sadari sama sekali πŸ€¦β€β™‚οΈ. Tapi, setelah semua proses formalitas selesai, gue rasa pemerintah Indonesia harus lebih jujur dan terbuka dengan rakyat kita tentang perubahan-perubahan yang berlaku di wilayah-wilayah perbatasan kita 🀝.
 
Gue pikir pemerintah Indonesia gini sendiri... bikin Indonesia kehilangan tanah seluas 4,9 hektare sih? Tampang lucu aja kalau Malaysia bisa mendapatkan haknya lebih besar dari kita... tapi realitasnya, siapa yang mau menang atau kalah? Pemerintah udah buat kesepakatan, apa lagi yang bisa di lakukan? Dan ke depannya, pemerintah Indonesia dan Malaysia harus serius banget dalam mengelola wilayah perbatasan mereka... tapi gue rasa pemerintah udah mulai membuat rencana...
 
Kalau mau ngomong soal batas Indonesia-Malaysia di Sebatik, rasanya kayaknya kalian semua merasa kecewa kan? Kalau aku bilang aku juga merasa sedih banget. Aku punya teman yang tinggal di desa-desa itu, dan sekarang mereka harus pindah tempat lagi. Tapi aku yakin kalau pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah berusaha keras untuk menghadapinya. Mereka harus beban berat karena ada puluhan warga yang terdampak, tapi aku percaya bahwa mereka bisa melakukan hal itu dengan baik. Aku harap bisa membantu mereka dalam menghadapi kesulitan ini πŸ€—
 
ini suka banget denger ngecer giliran keduanya πŸ™„ tapi kenapa harus ada 4,9 hektare tanah yang hilang? apakah itu tidak masuk akal ya, sekitar 127 hektare itu masih jauh lebih banyak dari itu. jangan salah pihak lagi aja, harus bisa menemukan solusi yang adil untuk keduanya 🀞
 
Gue lagi lagi rasa sedih nggak tahu apalah sih apa lagi yang bisa dilakukan golek-golek pemerintah. Sebutan "buffer zone" itu apa artinya? Nangkatin kawasan perbatasan kita masuk ke Malaysia, ayo buat apa sini? Gue pikir kalau di masa lalu, kita nggak punya masalah sama Malaysia. Sekarang, semuanya jadi masalah. Dan apa yang pemerintah lakukan? Ngasih hak seluas 4,9 hektare itu, sih. Kita kehilangan tanah kita, tapi Malaysia nyaman banget. Ini kayaknya nggak adil sama sekali πŸ˜’
 
Aku pikir masalahnya sebenarnya tidak terlalu besar ya... Kalau Malaysia ingin ambil pulau Sebatik, itu kan milik kita juga! Tapi apa yang paham dari kesepakatan ini adalah Indonesia harus mengaku kehilangan tanah seluas 4,9 hektare. Aku rasa itu masalahnya sih kalau kita tidak bisa memastikan apakah itu benar atau tidak... Bagaimana kalau kita mulai melakukan verifikasi dan identifikasi hak-hak atas tanah tersebut? Dan apa yang paham dari buffer zone ini? Apa tujuannya sih?
 
ini kisahnya, apa sih yang terjadi dengan tanah kita di pulau sebatik? tapi gak salah pula, kalo kita nonton dari sudut pandang Malaysia, mungkin juga ada alasan yang valid dari sisi mereka. tapi apa yang penting adalah kita Indonesia harus bisa menghadapinya dengan baik dan tidak bingung-bingung. kita harus fokus untuk mendapatkan hak atas tanah kita sendiri dan buat strategi agar tidak terjadi masalah kembali di masa depan. saya rasa penting juga kita harus memahami bahwa perubahan ini merupakan hasil dari kesepakatan antara kedua negara, jadi kita harus bisa menerima dan beradaptasi dengan situasinya 😊
 
πŸ€” Maksudnya apa sih kalau kita harus menerima kehilangan tanah seluas 4,9 hektare? Apakah itu tidak masalah bagi pemerintah? πŸ™„ Selama ini kita dulu dikatakan bahwa Pulau Sebatik adalah bagian dari Indonesia, tapi sekarang ternyata ada bagian yang hilang karena kesepakatan dengan Malaysia. Maksudnya bagaimana kalau kita tidak mau menerima kehilangan tanah? πŸ€·β€β™‚οΈ Atau kita harus lebih berani mengambil tindakan untuk melawan pemerintah? 🚫
 
Mereka siapa tahu udah lama malas menghitung garis batas ya... 127 hektare itu apa sih? Hanya sepekan aja yang Indonesia kehilangan, tapi Malaysia lumayan gak sedikit yaitu 4,9 hektare. Udah coba cari tahu bagaimana mereka bisa terlalu cepat dan mudah-mudahan aja sih... kalau tidak ada bukti apa-apa, tapi pemerintah justru masih serius-siarin tentang perubahan ini. Mungkin udah ada sesuatu yang tidak kita ketahui ya...
 
heya, aku nggak tahu kenapa aja kalau pemerintah jadi suka membagi tanah kita ke Malaysia πŸ˜•. itu kayaknya masalah yang serius banget, banyak warga yang kehilangan lahan. tapi gues kalau pemerintah sudah setuju dengan kesepakatan ini, toh aku harus setuju juga πŸ€·β€β™‚οΈ. tapi aku masih nggak paham bagaimana caranya mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan πŸ€”. kayaknya perlu ada solusi yang lebih baik dari cara ini, tapi gues kalau tidak ada jawaban, aku harus kembali ke normal πŸ˜’.
 
ini terus-menerus masuk ke permasalahan sama gapek itu pulau sebatik 🀯 aku bayangin apakah kita siap dengan semua perubahan yang baru ini? kalau ternyata masih ada warga yang ketinggalan, gimana caranya kamu jadi yakin bahwa mereka tidak akan kehilangan hak ciptanya lagi? apa ada cara untuk membuat perluasan wilayah Malaysia itu lebih transparan dan dapat dipercaya oleh masyarakat? kalo ini cuma sekedar garis batas saja tapi ternyata mempengaruhi nyawa orang banyak, itulah yang menjadi masalah πŸ™…β€β™‚οΈ
 
Makasih kaya nih kabar tentang perubahan garis batas di Sebatik. Saya masih bingung, bagaimana bisa Malaysia bisa masuk ke tanah Indonesia? 127 hektare yang kaya itu pasti banyak banget, tapi saya rasa kalau Malaysia udah punya garis batas sebelumnya, kenapa dia harus masukin di sini? Saya khawatir apa yang akan terjadi pada warga-warga yang tinggal di sana, bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan hak atas tanah mereka? Perlu ada penyelesaian yang lebih cepat dan adil. πŸ€”
 
Gue pikir kesepakatan ini adalah contoh bagus dari kerja sama Indonesia-Malaysia, tapi siapa tahu apa yang dimaksudkan oleh Malaysia itu? Apakah mereka benar-benar mau bekerja sama atau hanya sekedar mencari keuntungan? Kalau benar-benar mau bekerja sama, maka tidak usah ada perubahan garis batas seperti ini. Tapi kalau hanya untuk keuntungan, maka Indonesia harus lebih berhati-hati dan memastikan bahwa hak-hak kita tidak terganggu.
 
kembali
Top