Batas Gratifikasi Jadi Rp1,5 Juta, KPK: Sesuai Tren & Inflasi

KPK mengangkat batas gratifikasi, buat tidak lagi suap pejabat. Pihak KPK telah mengangkat batas nominal untuk beberapa kategori pelaporan gratifikasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara negara.

Dalam penyesuaian ini, ada dua perubahan. Pertama, batas hadiah dalam acara pernikahan, upacara adat, dan kegiatan keagamaan dinaikkan dari Rp1 juta menjadi Rp1,5 juta.

Kedua, untuk hadiah antarsesama rekan kerja, pihak KPK mengangkat batas dari Rp200 ribu atau akumulasi Rp1 juta dalam setahun menjadi Rp500 ribu atau total Rp1,5 juta per tahun.
 
Gue rasa ini penting banget, kalau tidak ada pembatasan seperti ini, pejabat akan semakin kaya dan tidak peduli dengan masyarakat. Tapi aku pikir Rp1,5 juta masih cukup rendah, gue bayangkan kalau ada orang yang bisa berinvestasi dengan uang itu, pasti akan menjadi kaya dalam waktu singkat ๐Ÿ’ธ

Tapi aku senang karena ada perubahan ini, mungkin nanti dapat meningkat lagi jika diperlukan. Yang penting adalah membuat pejabat tidak terlalu memihak pada orang lain dan korupsi bisa diminimalkan. Aku harap ini dapat menjadi contoh bagi negara kita untuk semakin transparan dan jujur dalam pemerintahan ๐Ÿ™
 
Gue pikir ini salah tujuan, ya? KPK pasti ingin ngewakili masyarakat tapi apa sih tujuannya nih? Mereka kayaknya terlalu cepat ngerembugi batas gratifikasi, aja kalau punya rekan kerja yang nyaman banget kayak gue diajakin pulang pergi, langsung aja laporan ke KPK. Gue kira lebih baik kalau ada batas yang lebih wajar, jadi semua orang jangan khawatir, nggak salah ngerasa karena gratifikasi.
 
Gue bayangkan kalau pejabat bukannya berbohong lagi, tapi harus dihadapin ke lapangan dan dihukum karena suap. Gue pikir ini langkah yang baik dari KPK, tapi gue bingung apa punya tujuannya naikkan Rp500 ribu untuk hadiah antarsesama rekan kerja. Gue rasa ini kurang masuk akal, apa artinya kita harus berbohong lagi dengan biaya kecil? Kenapa tidak naikin biaya itu saja?
 
Kalau kira nggak ada lagi suap pejabat, itu baik banget! Tapi aku pikir ada 2 hal yang bikin aku penasaran. Pertama, kenapa kudu diangkat batas hadiahnya? Apa bedanya kalau dudikin Rp1 juta dan Rp1,5 juta? Kalau tidak ada perbedaan, apa tujuannya? ๐Ÿค”

Kedua, aku rasa ada kategori lain yang harus diangkat batasan gratifikasi-nya. Misalnya seperti hadiah untuk penerima award atau hadiah untuk kontribusi kepada masyarakat. Kalau tidak ada batasannya, kalau pejabat mau dianugerahi sesuatu itu, apa yang terjadi? Aku rasa perlu ada aturan yang lebih spesifik lagi. ๐Ÿ’ก
 
Bisa dipahami kalau biaya-biaya keagamaan itu dianggap tidak berlebihan lagi ๐Ÿ˜Š. Tapi apa yang ada sih? Mereka mau buat pejabat lebih senang dengan hadiah dari pemerintah, eh kini lebih banyak lagi ya! ๐Ÿค‘. Gak jadi sih kalau korupsi yang sengit itu mulai berkurang sedikit aja, tapi apakah ini akan berhasil? Itu yang perlu dihati juga... ๐Ÿ‘€
 
Aku senang dengerin kabar ini :D sebenarnya aku rasa sudah lama ini pihak KPK harus mengambil tindakan lebih keras terhadap suap pejabat kalau tidak ada kebijakan seperti ini, tapi setidaknya ada perubahan. Batas gratifikasi yang tinggi ini akan membuat orang tidak mudah dipengaruhi oleh uang kaya pejabat. Tapi aku juga rasa harus ada pengecekan ketat agar tidak ada kesan bahwa mereka yang menerima hadiah ini adalah 'orang baik' ๐Ÿ™, karena itu sebenarnya masalahnya di sini.
 
Kalau mau ngomong soal ini, aku rasa bukan cuma tentang pengurangan suap aja, tapi juga tentang memperkuat moralitas dan keseriusan para pejabat nih! Mereka punya batas untuk apa pun yang mereka terima dari orang lain, jadi mungkin bisa lebih serius dalam bekerja nih. Dan, aku paham kalau pernikahan dan kegiatan adat penting banget, tapi kalau mau ngomong soal nominal aja, Rp1,5 juta kurang jadi masalah ya?
 
Wahhh, mantap banget ya KPK! Makin serius juga aja nih. Saya senang juga karena orang-orang yang suka ngecepat terus ditekan. Pernah tau kalau ada orang yang suka berpikir "siapa tahu aku bisa menerima uang itu"? Sekarang sudah tidak ada lagi, hehe ๐Ÿ˜‚. Tapi jadi serius, ini bagus sekali karena kalahnya korupsi dan kita bisa lihat hasilnya di Indonesia.
 
Gue pikir kalau nggak naikin batas gratifikasi itu tidak masuk akal. Apa kudu dibutuhkan lagi? Gue rasa sudah cukup dengan batas sekarang. Kalau mau tidak suap, harus bisa dipercaya sih. Tapi mending banget kalau ada batas yang tinggi, gak ada orang yang mau suap aja ๐Ÿ˜‚.

Dan apa artinya naikin Rp 1 juta itu? Gue rasa itu sepele banget. Ada banyak kasus korupsi yang serius, tapi KPK cuma nggakin batas gratifikasi saja. Mau dulu sih ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ.
 
Gue curhat gitu, apa sih maksudnya lagi kebijakan ini? Gue pikir itu semua hanya beruntung untuk mereka yang suka korup. Apa yang dibenarkan adalah ada batas untuk menyerahkan uang saku pejabat ya, tapi apa salahnya jika ada penampangan dana yang lebih besar sih? Semua pihak harus berhati-hati jadi.
 
Aku pikir ini kebijakan yang baik, banget! ๐Ÿ™Œ Mereka harusnya sudah menangani suap pejabat lebih serius dari sebelumnya ๐Ÿ˜Š KPK harus bisa menjadi contoh bagi semua lembaga di Indonesia agar tidak ada lagi korupsi atau suap. Saya harap ini bisa membuat masyarakat lebih waspada dan tidak takut untuk melaporkan kegiatan yang curang, seperti #tindakpemberantasankorupsi.
 
Gak bisa ngerti lho... apa yang bikin KPK mau mengangkat batas gratifikasi itu? Mereka kan sudah ada tugasnya untuk membersihkan korupsi, tapi kini malah membuat semuanya lebih mudah untuk korupsi terjadi. Masih banyak sekali pejabat yang suap-siapin orang, jadi gimana caranya nanti semua bisa jernih? Dan siapa yang bilang Rp1,5 juta untuk pernikahan atau kegiatan adat itu wajar banget? Mungkin kita harus berpikir tentang strategi lain buat melawan korupsi, gak cuma angkat batas gratifikasi aja...
 
Saya rasa ini penting banget, tapi mungkin masih kurang efektif. Mereka meningkatkan batas gratifikasi, tapi apa yang pasti sih kalau pihak korupsi malah mencari cara lain untuk melarikan dana? Kalau tidak ada penanganan yang tepat dari korupsi, maka semuanya tetap jadi macet banget.
 
Gampang nanya aja, makanya ini bisa diatasi. Aku pikir ini langkah yang tepat, nggak ada masalah dengan nilai gratifikasi kok. Tapi apa yang penting adalah pengawasan dan kebenaran pihak penyelenggara negara. Harus di pastikan bahwa tidak ada penipuan atau manipulasi dalam pengisian data. Kalau punya kesempatan, aku ingin melihat bagaimana pelaporan ini diterapkan di lapangan. Misalnya, apakah ada sistem yang bisa membantu pengawasan dan penghitungan gratifikasi dengan lebih akurat? ๐Ÿค”
 
AKHIRNYA KAPK BISA MELAKUKAN PENYESUAIAN GRATISI NYA!!! SEJENGAH MAKAN HUNGRY YANG KAPK MINUM DARAH AIR LAMA NYA AKAN NYA BISA MENGURANGNYA!!! TAPI SERIOUSNYA, PENGANGGARAN NYA TIDAK PERLU NYA TERUS UNTUK MENYALIPIN PEGAWAI YANG SUDAH BANYAK NYA SALIPIN DARAH AIR!!!
 
Aku pikir ini gampang aja buat pemerintah cari cara ngaruh korupsi yang makin kurang. Jadi kayaknya ini salah satu langkah yang positif dari KPK. Tapi aku curiga, kalau batas gratifikasi diangkat begitu saja, apa yang terjadi dengan orang-orang yang sudah pernah melakukannya? Apa caranya mereka bisa dibawa kembali ke jalan yang benar? Aku rasa ada lagi langkah lain yang harus diambil, seperti pelatihan dan edukasi tentang etika kerja. Karena, aku tahu kalau korupsi sering terjadi karena kesalahpahaman atau ketidaktahuan orang-orang. Jadi, aku ingin melihat apakah pemerintah dan lembaga-lembaga lain juga akan mengerjakan hal ini sama-sama ๐Ÿค”
 
aku pikir ini bakal membuat perubahan signifikan dalam masyarakat kita ๐Ÿค”. nggak sabar lagi suap pejabat di negri kita, semoga KPK berhasil mengatasi masalah ini ๐Ÿ˜…. tapi, aku rasa ada hal yang perlu diperhatikan, seperti bagaimana cara mereka akan memantau dan mengenali kapan ada pelaporan gratifikasi ๐Ÿ“Š. nanti kalau tidak ada kepastian, maka tujuan dari semuanya bakal goyah ๐Ÿ’”.
 
Saya pikir kalau gini makin semakin sulit untuk suap pejabat ya.. tapi apa yang harus dijadikan batas? Saya rasa KPK harus fokus lebih banyak lagi pada pencegahan korupsi bukan cuma naikin batas gratifikasi aja. Semua orang tahu kalau Rp1,5 juta sederhana bisa dibeli baju keren atau mobil baru.. aku penasaran bagaimana itu aksi KPK sebenarnya?
 
Mungkin kita harus berpikir tentang bagaimana kebebasan kita sebenarnya. Jika kita merasa tidak bisa membeli orang lain dengan uang, tapi karena kita punya waktu dan kesempatan, itu juga seperti belanja diri kita sendiri ya... KPK pasti ingin mengantisipasi hal ini, supaya kita tidak sampai terjebak dalam permainan ini. Tapi, mungkin kita harus bertanya, apa yang sebenarnya maksudnya dengan "tidak lagi suap pejabat"? Apakah itu berarti kita sudah bebas? ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
kembali
Top