Batal Jadi Calon Hakim MK, Inosentius Samsul Dapat Tugas Lain

Mengenai calon Hakim Konstitusi yang belum terbentuk, DPR RI masih harus melakukan pengujian ulang. Inosentius Samsul, mantan calon Hakim Konstitusi, sekarang akan mendapatkan tugas lain sehingga tidak bisa menjadi hakim. "Pak Inosentius memiliki penugasan lain, jadi kita harus melakukan fit and proper test lagi untuk mencari penggantinya," ujar Habiburokhman, ketua Komisi III DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta.

Dalam keputusan sebelumnya, DPR RI telah menetapkan Inosentius sebagai calon Hakim Konstitusi. Namun, karena tidak bisa menjadi hakim, maka DPR RI harus mencari penggantinya. "Kami akan melakukan penugasan ulang untuk mencari calon yang tepat," ujar Habiburokhman.

Terdapat informasi bahwa Inosentius memiliki penugasan lain sejak beberapa waktu lalu. Informasi ini kemudian dibawa ke peringatan umum di DPR RI, dan ketika ditemui, Habiburokhman menyatakan bahwa ia tahu tentang hal itu.
 
Pagi ini aja aku liat kabar tentang Inosentius yang belum bisa jadi hakim konstitusi ๐Ÿค”. Saya pikir DPR RI harus lebih teliti lagi sebelum memilih siapa yang akan jadi hakim konstitusi. Tapi apa yang aku bingung, siapa nanti yang bakal menggantinya? Nah, setelah Habiburokhman berbicara,aku lihat kabar bahwa Inosentius memiliki penugasan lain sejak beberapa waktu lalu ๐Ÿ“. Mungkin itu masalahnya, siapa tahu bagaimana penugasan itu mempengaruhi kemampuannya nanti jadi hakim konstitusi. Saya harap DPR RI bisa melakukan lagi fit and proper test agar mendapatkan calon yang tepat dan tidak ada masalah di masa depan.
 
Gue pikir DPR RI jadi nggak sabar-sabar aja, kenapa gue woga kira Inosentius bisa jadi hakim konstitusi? Mau cari penggantinya dulu kayaknya ๐Ÿค”. Tapi, kita paham kan kalau ada penugasan lain, tidak bisa langsung jadi hakim, kayak kan sarkasmana? ๐Ÿ˜‚
 
Aku pikir ini bakal makin keteramahan nih... kalau mau lantik hakim konstitusi, gak usah coba-coba sih ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Kalau ada informasi lain yang bikin kerugian orang lain, tolong saja diberitahu aja, jangan buat peringatan umum nih ๐Ÿ™„. Tapi aku setuju dengan keputusan DPR RI ini, kalo Inosentius gak bisa jadi hakim, tolong cari yang lebih baik lagi โš”๏ธ.
 
Aku pikir gak masuk akal sih kalau DPR RI masih harus melakukan pengujian ulang buat calon Hakim Konstitusi yang udah terbentuk kayak gini. Kalau udah terbentuk, nggak ada artinya lagi melakukan test-fit dan proper nih. Tapi aku paham bahwa ada informasi kalau Inosentius udah memiliki penugasan lain sejak beberapa waktu lalu, dan itu memang berarti ia tidak bisa menjadi hakim. Aku rasa DPR RI harus lebih teliti dulu sebelum menetapkan seseorang sebagai calon Hakim Konstitusi. Kalau mau benar-benar aman, aku paham, tapi kalau hanya nggak ingin buat kesal, aku rasa itu tidak masuk akal ๐Ÿ˜’
 
Gak bisa dipungut kesimpulan dari apa yang terjadi di sini... ๐Ÿค” kalau DPR RI punya ke bijaksanaan untuk melakukan pengujian ulang ya, tapi kalau tidak, maka ini bagitu aja! ๐Ÿ™„ Inosentius masih bisa jadi pilihan yang tepat untuk menjadi hakim konstitusi, tapi karena ada penugasan lain, maka DPR RI harus lagi-lagi memilih. Itu berarti, keputusan dari DPR RI tidak jadi sesuatu yang terungkap secara langsung, tapi lebih seperti... ๐Ÿค kalian semua tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi kita tidak bisa berkata. ๐Ÿ˜’
 
Gue pikir ini kayak situasi yang sering terjadi di DPR RI, ya... kalau mantan calon jadi tidak bisa jadi, gue bayangin ada seseorang lain yang harus ambil alih. tapi kenapa gue pikir ini aneh adalah karena Inosentius sudah lama di peringatan umum, dan gue tahu dia masih belum bisa menjadi hakim... apa yang salah sih?
 
aku pikir kalau Inosentius udah punya penugasan lain, tapi juga gak bisa jadi hakim konstitusi, apa artinya dia gak bisa? ๐Ÿค” sementara itu, aku juga think kalau DPR RI udah lama tidak melakukan pengujian ulang ini, mungkin harus segera juga karena Inosentius sudah punya penugasan lain. tapi kalau DPR RI masih mau nggak melakukan urutan ini, berarti apa? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Makasih kawan, aku pikir kabar ini sedikit mengecewakan. Aku setuju bahwa Inosentius tidak bisa jadi hakim, tapi aku rasa DPR RI harus lebih berhati-hati dulu sebelum memilih penggantinya. Aku bayangkan kalau ada yang serupa dengan Inosentius lagi... aku tidak ingin kembali ke masa lalu dan harus menunggu lagi! ๐Ÿ˜’๐Ÿ’” Selain itu, aku tahu bahwa fit and proper test ini pasti buat sibuk banget, tapi aku rasa perlu dilakukan agar pemerintah bisa memilih hakim yang tepat.
 
Aku pikir kalau gini sering terjadi, nih. Baru-baru ini aku saksikan kasus mantan kader partai yang diambil alih posisi karena ada masalah keuangan. Aku rasa DPR RI harus lebih teliti dalam proses seleksi calon Hakim Konstitusi, apalagi kalau ada informasi yang tidak stabil tentang mereka. Misalnya, Inosentius nanti akan menjadi hakim tapi masih ada penugasan lain, itu bukannya tidak profesional? Aku khawatir kalau ini akan membuat proses pemerintahan jadi kurang transparan... ๐Ÿ˜
 
Pikirin sih apa yang bakal terjadi nanti kalau giliran Inosentius menjadi hakim. Nggak bisa jadi karena punya pekerjaan lain, tapi kayaknya DPR RI harus ngatur-ngatur lagi untuk menemukan orang yang tepat. Saya harap mereka bisa menemukan orang yang memiliki integritas dan kemampuan yang baik untuk menjadi hakim. ๐Ÿค”๐Ÿ‘ฎ
 
Gak ngerti mengapa pilihan orangnya harus kembali lagi. Saya pikir sudah pasti si Inosentius memiliki skill yang cukup untuk jadi hakim konstitusi. Tapi sepertinya ada kesalahan dalam proses pemeriksaan fit and proper test-nya. Kita harap DPR RI bisa segera menemukan kandidat baru yang tepat dan tidak ada masalah sama sekali ๐Ÿคž
 
Wahhh, kira-kira kalau Inosentius jadi hakim aja, gak bisa banget kerja sama dengan presidennya, kan? ๐Ÿ˜‚ Kenapa harus ada fit and proper test lagi? Gue pikir sudah cukup, kalau udah ada penugasan lain, mau tidak mau udah siap. Saya rasa DPR RI jadi ngga perlu khawatir, tapi apa yang bisa gue lakukan? ๐Ÿคฃ
 
Ga sih pakai ponsel sambil ngobrol, kaya Inosentius mantan pengganti hakim konstitusi yang udah ngaliput tugasnya ๐Ÿ˜‚. Kenapa DPR RI harus mencari lagi? Kalau mantan penggantinya udah ada di sana, kenapa kita harus cari lagi? Ga jadi masalah sih, tapi kalau kita cari lagi berarti biaya ngejar pengganti yang lebih mahal aja ๐Ÿค‘.
 
Aku pikir ini sangat sulit banget, DPR RI harusnya sudah teliti sekali sebelum memilih calon Hakim Konstitusi ya ๐Ÿค”. Inosentius malah terkena dugaan karena tidak bisa menjadi hakim sendiri, kan? ๐Ÿ™„ Nah, aku rasa biar baik kalau mereka melakukan pengujian ulang lagi untuk mencari yang benar-benar tepat. Tidak ada waktu untuk kesalahan atau kesempatan yang hilang ya ๐Ÿ’ฅ.
 
Pikiran saya kira, DPR RI harus lebih teliti saat memilih calon Hakim Konstitusi. Kalau ada informasi tentang seseorang yang memiliki penugasan lain, tapi tidak bisa dihakimi, maka apa yang salah dengan melakukan fit and proper test lagi? Tidak mau mengambil risiko bahwa orang yang dipilih tidak sesuai dengan syaratnya.
 
Saya pikir ini salah paham banget! ๐Ÿค” Mereka harus cari orang lain aja karena Inosentius masih bisa menjadi hakim, tapi bukannya karena dia tidak bisa banget? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

Di sini ada diagram:

+-----------------------+
| Inosentius |
| (belum bisa menjadi |
| hakim) |
+-----------------------+
| -> peringatan umum |
| di DPR RI |
+-----------------------+
| Habiburokhman |
| (ketua Komisi III) |
| "kita harus cari |
| orang lain aja" |
+-----------------------+

Saya pikir ada yang salah dengan cara ini... ๐Ÿค”
 
Pokoknya, ini gini ya... DPR RI masih nggak bisa punya hakim konstitusi yang benar. Karena Inosentius, mantan calon hakim konstitusi, udah memiliki penugasan lain, maka DPR RI harus mencari penggantinya lagi. Aku kira ini akan membuat proses pilihan hakim konstitusi menjadi lebih panjang dan nggak efisien. Tapi mungkin ini semua ada alasan yang baik...
 
Pengujian ulang buat apa lagi? Kita sudah punya calon hakim konstitusi yang bagus, Inosentius, dan sekarang kita harus mencari penggantinya lagi? ๐Ÿค”๐Ÿ‘Ž. Saya pikir ini karena DPR RI ingin menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli dengan proses pemerintahan mereka. tapi apa yang terjadi jika keputusan ini salah? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Aku rasa DPR RI harus lebih hati-hati dalam memberikan tugas-tugas kepada orang-orang yang akan menjadi hakim konstitusi. Mereka harus yakin bahwa pilihan mereka benar-benar tepat! ๐Ÿ’ฏ
 
Pikirannya kayak gampang, tapi tugasnya buat semua kompleks deh. Jadi apa, kita bisa belajar dari kegagalan Inosentius kan? Kalau penggantinya juga punya masalah serupa, apa kita harus menyerah? Tapi, kita harus fokus pada pencarian yang tepat. Artinya, kita harus berusaha untuk menemukan orang yang benar-benar bisa jadi hakim konstitusi, bukan mencari orang yang hanya terlihat cocok. Itu artinya, kita harus konsisten dan tidak menyerah, bahkan ketika ada kesalahan atau kegagalan. Kita harus belajar dari kesalahan Inosentius, dan gunakan itu sebagai pelajaran untuk mencari penggantinya yang lebih baik.
 
kembali
Top