Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia terkait Fraud

Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia karena Kasus Fraud

Kemarin, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Hal ini dilakukan terkait kasus dugaan fraud yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Saat penggeledahan itu dilaksanakan, puluhan penyidik memasuki gedung perkantoran DSI sambil membawa beberapa alat seperti printer. Selain itu, ada pula beberapa orang yang mengenakan rompi berwarna biru tua.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus), Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyatakan bahwa PT Dana Syariah Indonesia menggunakan modus proyek fiktif dalam kasus tersebut.

Modus penggunaan proyek fiktif yang menggunakan data ataupun informasi dari borrower existing, kata Ade. Hal ini dilakukan oleh PT DSI sebagai penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi. Pihak PT DSI menghubungkan antara pihak lender dengan borrower.

"Modus penggunaan proyek fiktif yang menggunakan data ataupun informasi dari borrower existing, digunakan kembali oleh PT DSI untuk dilekatkan pada proyek-proyek fiktif tanpa sepengetahuan borrower," ucapnya. Hal tersebut kemudian ditransmisikan oleh PT DSI dalam platform digital mereka guna menarik pihak lender.

Pada saat bulan Juni 2025, ketika para lender melakukan penarikan pendanaan yang telah jatuh tempo, baik dana modal pokok maupun imbal hasil yang dijanjikan oleh PT DSI sekitar 16 sampai 18 persen terhadap para lender-nya, dana tersebut tidak bisa ditarik. Total ada 15.000 korban dalam kurun waktu 2018-2025.

Hingga saat ini penyidik telah memeriksa 28 saksi terkait kasus dugaan fraud yang dilakukan oleh PT DSI.
 
Haha wah kasus ini kayaknya sangat serius ya? Bareskrim karena kasus fraud, itu berarti perusahaan tersebut melakukan hal-hal yang tidak jelas dan tidak masuk akal. Aku rasa perlu ada penyelidikan yang lebih lanjut tentang hal ini, tapi apa kira-kira kalau sudah terbuka bahwa perusahaan tersebut melakukan kejahatan seperti ini, tentu saja mereka akan menghadapi konsekuensi yang tepat ๐Ÿค”.

Aku juga rasa sangat menarik itu modus proyek fiktif yang digunakan oleh PT DSI. Aku pikir itu kayakanya salah paham atau tidak jelas tentang cara kerja perusahaan tersebut. Bagaimana kalau mereka menggunakan data borrower-nya tanpa izin? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

Tapi, aku rasa ini adalah kesempatan bagi para investor dan lender untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang melakukan kejahatan seperti ini tidak bisa beroperasi dengan bebas lagi. Aku harap pemerintah dapat melaksanakan tindakan yang tepat terhadap PT DSI dan menghindari hal-hal yang sama terjadi di masa depan ๐Ÿšซ.
 
Aku pikir kalau mereka nggak perlu bareskrim kan? Semua udah terungkap alih-alih mereka jadikan korban tambahan ๐Ÿ˜’. Aku rasa modus proyek fiktif kayaknya gampang untuk dikejar, tapi siapa tahu ada yang enggan membantu mereka ๐Ÿ‘Š. Aku lebih kecilar kalau pengawasan lebih fokus pada bagaimana kasus ini bisa terjadi di pertama-tama, bukannya bareskrim aja ๐Ÿค”.
 
oh iya, kayaknya kantor Dana Syariah Indonesia terlibat kasus skandal judi, kan? mereka gunakan proyek fiktif untuk menghubungkan borrower dengan lender, tapi ternyata tidak ada proyek apa-apa! kira-kira bagaimana cara kerjanya sih? apakah mereka membayar dana kepada borrower tanpa ada kejadian sebenarnya? kayaknya perlu diinvestigasi lebih lanjut, jadi korban bisa mendapatkan pengembalian dana yang seharusnya. dan apa yang dilakukan Dittipideksus dan Polri ini kalau sudah menemukan bukti? apakah mereka akan mengambil tindakan hukum kepada PT DSI?
 
Kasus fraud itu, sih... makin seru banget ๐Ÿคฏ. Siapa tahu, mungkin kalau kita lihat dari perspektif perusahaan itu, apa aja yang salah? Mungkin mereka cuma ingin menghasilkan uang lebih banyak lagi ๐Ÿ’ธ. Tapi, tapi, jika mereka menggunakan modus proyek fiktif seperti Brigjen Ade Safri Simanjuntak katakan, itu gak bisa dibenarkan ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. Mereka harus jujur dengan lender-nya, ya? Kalau tidak, itu sama saja seperti menipu mereka ๐Ÿ˜”. Dan kalau korban dari kasus ini itu, sih... kita harus sambutannya dengan hati yang peduli โค๏ธ. Tapi, kita juga harus waspada, kan? Karena kalau kita tidak hati-hati, kasus-kasus seperti ini bisa terjadi lagi ๐Ÿšจ.
 
Mengenai kasus tersebut, saya rasa perluasan penggeledahan seperti halnya itu untuk mengekspos secara lebih baik tentang bagaimana proyek fiktif itu digunakan oleh PT Dana Syariah Indonesia. Banyak korban yang terkena duka karena tidak mendapatkan pendanaan yang dijanjikan, dan ini bisa jadi bukti bahwa ada kesalahan dalam sistem manajemen PT DSI. Saya juga penasaran tentang bagaimana kinerja Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, yang sebelumnya menilai PT DSI menggunakan modus proyek fiktif tanpa sepengetahuan borrower. Apakah ada cadar yang terkait kasus ini? ๐Ÿค”
 
ada yang tahu apa yang terjadi sama dana syariah itu? rasanya gak enak banget kalau perusahaan kita nggak bisa diandalkan... sepertinya mereka pakai modus yang konyol, bukan? tapi siapa tahu apa benarnya yang terjadi. saya rasa penting itu penyelidikan yang lebih luas.
 
๐Ÿ˜๐Ÿค‘ Bisa dipastikan siapa pun nanti yang tewes ๐Ÿš”๐Ÿ’ธ. Pihak DSI kalau mau buat kalah ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ sebaiknya jujur dulu ๐Ÿ˜Š. Aku pikir modus proyek fiktif itu tidak masuk akal ๐Ÿ™„, siapa yang suka dengan kontrak palsu? ๐Ÿšซ Walaupun korban banyak 15.000 orang ๐Ÿคฏ tapi sekarang mereka udah bisa mendapatkan ganti rugi dari pihak DSI ๐Ÿ’ธ๐Ÿ‘. Aku harap pengacara-pengacara kalau mau ambil kasus ini ๐Ÿค‘ bisa membantu korban mendapatkan kematian yang adil ๐Ÿ’ฃ.
 
Kemari lagi dia Dittipideksus melancurkan proyek kriminal seperti ini. Mereka mengatakan PT DSI menggunakan modus proyek fiktif, tapi siapa bilang kalau mereka tidak? Mungkin saja mereka hanya mencoba untuk memperbesar kasus tersebut supaya penindak pidana lebih banyak, ya! Dan kemarin malah mereka melakukan penggeledahan di kantor DSI sambil membawa rompi biru tua... apa maksudnya? Apakah mereka ingin kita pikir bahwa mereka adalah "pahlawan" yang berjuang melawan kasus fraud? ๐Ÿค” Mungkin tidak, tapi kamu bisa mengatakan bahwa mereka lebih banyak fokus pada memecahkan masalah dibandingkan dengan memberikan kemudahan bagi para korban. Dan 15.000 korban ya... bagaimana kalau mereka harus berbagi dana yang sama untuk membayar utang-utang tersebut? Ternyata PT DSI yang terpaksa "mengganti" korban, tapi siapa bilang bahwa ini tidak adalah permainan kriminal? ๐Ÿค‘
 
ini kisah yang bikin keberatan banyak orang sih... apa yang terjadi dengan perusahaan yang suka main-main dengan uang umum? mereka bisa buat jebak borrower sampai 15 ribu korban dan masih belum tahu apa yang terjadi? ini kayaknya kasus kejahatan ekonomi yang cukup parah banget. saya rasa harus ada penegakan hukum yang ketat terhadap perusahaan tersebut... tapi mungkin kini sudah banyak kasus yang telah selesai juga... ๐Ÿ˜
 
kembali
Top