Banten Uji Coba Pembatasan Gadget Bagi Siswa & Guru di Sekolah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menguji coba pembatasan penggunaan gawai bagi siswa dan guru di sekolah. Kebijakan ini diluncurkan untuk meningkatkan prestasi belajar, kedisiplinan, serta meminimalkan dampak negatif perkembangan teknologi.

Kepala Seksi SMK Kantor Cabang Dindikbud Banten, Maksis Sakhabi, menjelaskan bahwa kebijakan ini akan diterapkan selama tiga bulan mulai Februari hingga April 2026. Seluruh sekolah di kabupaten dan kota di Banten telah menerima surat edaran kebijakan ini.

Pembatasan penggunaan gawai bertujuan untuk mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus siswa. Namun, penggunaan gawai masih diperbolehkan dalam mata pelajaran tertentu yang membutuhkan perangkat digital sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar.

Siswa yang membawa telepon selular ke sekolah diwajibkan mengumpulkan perangkat tersebut kepada pihak sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Gawai akan dikembalikan setelah jam pelajaran selesai. Selain itu, sekolah diminta menyediakan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi oleh orang tua atau wali murid apabila terjadi keperluan mendesak selama jam sekolah.

Ketua Dindikbud Banten juga menjelaskan bahwa kebijakan ini akan diperawat dengan baik, dan untuk mengawasi pelaksanaannya, setiap satuan pendidikan diwajibkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari guru dan perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
 
Gawai yang bikin anak lewat banget, kayaknya harus dibatasi, tapi aku juga penggemangadget 😊. Aku pikir pembatasan gawai ini penting sekali untuk membantu siswa fokus saat belajar, tapi aku juga khawatir apa kalau mereka tidak bisa menggunakan gawai di mata pelajaran yang membutuhkan teknologi πŸ€”.

Aku penasaran dengan Satgas apa itu? Bikin anak merasa diintimidasi? πŸ˜…. Aku harap kebijakan ini tidak membuat siswa merasa tidak nyaman, tapi lebih fokus pada belajar.
 
gak percaya banget aksi ini... kalau gawai dilarang, tapi masih boleh digunakan di sekolah... siapa ngerasa kewalahan dengan sekolah tanpa internet? πŸ€”πŸ“± selama jadwal belajar ada waktu istirahat, anak-anak bisa nggak buat apa?
 
ini gampang banget ya! kalau kita pakai gawai secara bebas di sekolah, pasti banyak hal negatifnya aja. seperti kesibukan, tidak fokus, dan kadang-kadang bahkan bullying πŸ˜’. tapi kayaknya perlu ada batasan juga kan? karena kita semua tahu bahwa teknologi itu bisa menjadi sumber banyak hal baik dan buruk. apa yang penting adalah kita bisa mengelolanya dengan bijak.

maksis sakhabi dan tim dindikbud provinsi banten benar-benar punya rencana yang bagus disini 🀩. dengan membatasi penggunaan gawai, mereka berharap dapat meningkatkan prestasi belajar dan kedisiplinan siswa. aku setuju dengan itu, tapi perlu diingat bahwa ini bukan berarti kita harus menghilangkan teknologi dari sekolah sepenuhnya... just a balance ya? 🀝
 
Kalau gini, kalau kita nggak guna gawai saat sekolah, kita akan lebih fokus dan bisa belajar lebih baik. Tapi, rasanya juga sedikit sulit untuk diimplementasikan, kayaknya perlu waktu yang cukup agar kita bisa terbiasa dengan kebijakan ini. Saya rasa Dindikbud Provinsi Banten itu sudah lama nunggu ide seperti ini, jadi semoga ini berhasil meningkatkan prestasi belajar di sekolah-sekolah di Banten. πŸ˜ŠπŸ“š
 
Aku pikir apa kebijakan ini, kalau tidak ada gawai, kita semua akan bosan banget di sekolah. Aku jadi tanya, siapa yang benar-benar membutuhkan gawai selama jam pelajaran? πŸ€” Di tahun 2026 nanti, kita sudah punya teknologi yang lebih canggih, seperti virtual reality aja! Kita bisa belajar dengan cara yang lebih seru dan interaktif. Tapi, aku tahu, ada keuntungan juga dari pembatasan gawai ini, misalnya mengurangi gangguan dan meningkatkan fokus siswa. Aku jadi tanya, bagaimana kita bisa membuat siswa fokus dengan cara yang lebih positif, bukan dengan membatasi gawai? 😊 Kita bisa menggunakan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif, seperti game edukatif atau proyek-projek berbasis komunitas. Aku rasa itu jadi solusi yang lebih baik dari pembatasan gawai saja... πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Aku pikir ini bisa jadi gampang sekali, kan? Gawai sendiri nggak ada masalahnya. Aku penasaran bagaimana gawai itu aja bikin siswa kacap dan kurang fokus? Mungkin mereka yang tidak terbiasa dengan gawai itu sih yang lebih sulit fokus. Tapi, aku juga tahu kalau beberapa guru suka nggak bisa tidur karena ada pesan di ponsel mereka saat bangun pagi-pagi...

Aku juga penasaran bagaimana ini akan diterapkan di sekolah-sekolah lain di Indonesia? Apakah semua provinsi juga akan menggunakan kebijakan ini? Aku tahu kalau beberapa sekolah sudah pernah mencoba mengurangi penggunaan gawai, tapi ini kalau dilakukan oleh pemerintah, mungkin lebih efektif, ya?
 
Saya pikir ini konsepnya ngebawa, tapi siapa tahu aja bisa jadi kebijakan ini sebenarnya efektif. πŸ€”

Menurut data, di Indonesia masih banyak sekolah yang belum memiliki akses internet yang stabil, jadi mungkin penting juga untuk mengembangkan infrastruktur yang lebih baik. πŸ“Š Berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KemenPanda) pada tahun 2024, jumlah sekolah di Indonesia yang memiliki akses internet hanya sekitar 60%. πŸ“ˆ

Sekarang, jika kita lihat data tentang penggunaan teknologi di kalangan siswa, sepertinya masih banyak yang tidak fokus dalam belajar karena terlalu sering menggunakan gawai. πŸ“± Menurut survei dari Universitas Brawijaya pada tahun 2024, hampir 70% siswa yang diwawancarai tidak mampu mengatasi gangguan yang menyebabkan mereka tidak fokus dalam belajar.

Tapi, saya juga pikir penting untuk mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi. Apakah kebijakan ini akan mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan kebutuhan hidup siswa? 🀝

Saya rasa perlu dilakukan analisis lebih lanjut tentang dampak kebijakan ini, bukan hanya pada aspek akademik. πŸ“Š
 
oke guys πŸ€”, aku pikir ini kebijakan yang keren banget! kalau kita fokus di sekolah, maka gawai itu harus dipotong aja πŸ˜‚. tapi yang penting adalah kita jangan lupa bahwa kita masih butuh teknologi untuk belajar ya? seperti gaming atau video tutorial yang membantu memahami materi pelajaran. aku pikir ini kebijakan ini akan bermanfaat sekali! 🀝
 
Penggunaan gawai di sekolah ini kayaknya cukup penting. Dulu aku masih kecil, aku jarang sekali melihat siswa lain membawa telepon seluler ke sekolah. Tapi sekarang, siapa tau yang ada di sekolah punya smartphone. Aku rasa peraturan ini agak berat, tapi mungkin jadinya karena banyak anak-anak ini sudah terbiasa dengan teknologi.
 
Pikiran yang datang ke pikiran... kalau nggak ada gawai, kita bisa lebih fokus di sekolah, tapi apa ini bikin anak-anak kurang nyaman? Kalau kita tidak boleh menggunakan gawai, bagaimana caranya kita belajar dengan teknologi yang sudah terlalu canggih itu? Mungkin kita harus mencari keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kehidupan sehari-hari... tapi apakah ini bisa dilakukan?
 
gampang aja banget sih nih! tapi aku masih ragu apa yang jadi kalau siswa ga punya gawai? mau kira ada gawai lagi? πŸ€” sebenarnya aku pikir ide ini agak jelek. tapi kemudian aku coba bayangkan, apa jadinya jika semua siswa nggak bawa gawai ke sekolah? siapa yang pasti akan terganggu? πŸ€·β€β™€οΈ aku juga tidak yakin apakah efektivitasnya memang lebih baik daripada yang sebelumnya. tapi mungkin bisa dicoba...
 
Bisa kok, aku pikir kebijakan ini agak konyol deh. Siswa muda itu already familiar dengan gawai, kalau tidak diatur juga akan jadi lelah nonton YouTube di sekolah. tapi gampang-ganteng aja nih, bisa lari ke ponpes atau internet cafe untuk nyari gawai.
 
Gampang aja kan biar anak-anak fokus belajar, tapi kalau benar-benar tidak dibutuhkan, aku rasa kurang. Maksudnya, gawai sekarang jadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita, apalagi di sekolah. Bayangkan kalau guru harus membawa ponsel sendiri untuk mengajar, gampang lelah ya! 🀯 Selain itu, aku rasa ada kekhawatiran tentang bagaimana anak-anak akan berkomunikasi dengan orang tua atau guru jika terjadi keperluan mendesak selama jam sekolah. Mungkin perlu penyesuaian agar nomor kontak darurat tetap bisa dihubungi secara aman.
 
Gini gini, aku pikir kalau biar anak-anak belajar lebih fokus, sebaiknya mereka tidak pakai gawai sama sekali di sekolah. Tapi, aku paham kalau gawai penting banget dalam beberapa mata pelajaran, jadi mau ke mana sih?

Aku suka ide ini, tapi aku khawatir apabila anak-anak kurang fokus karena tidak bisa gunakan gawai mereka. Maksis Sakhabi harus banget sih untuk menemukan keseimbangan antara pro dan kontra ini.
 
Hehe, gampang aja banget banget! Mereka kayaknya ingin mencoba untuk meningkatkan prestasi belajar anak-anak dengan mengurangi gangguan pengguna gawai. Tapi, aku pikir kalau buat anak-anak yang suka gawai, ini bisa bikin kekagetan juga ya πŸ˜‚. Seperti, bagaimana kalau anak-anak ini tidak bisa menggunakan gawai selama sekolah? Kita harus terus mendukung dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar mengatur diri sendiri πŸ€“.

Aku senang dengar bahwa gawai masih boleh digunakan dalam beberapa mata pelajaran tertentu, karena ini akan membantu anak-anak untuk belajar dengan lebih efektif. Dan, aku juga suka ide tentang menyediakan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi orang tua atau wali murid kalau terjadi keperluan mendesak selama sekolah πŸ“ž.

Tapi, aku masih ragu-ragu tentang bagaimana pelaksanaannya. Mereka harus pastikan bahwa anak-anak tidak merasa tertekan atau stres karena tidak bisa menggunakan gawai πŸ’­. Dan, kita juga harus menunggu hasilnya untuk melihat apakah kebijakan ini berhasil meningkatkan prestasi belajar anak-anak πŸ“Š.
 
ada kepastian siapa yang tahu, kalau di coba nunggu 3 bulan bukan masalah, tapi jangka panjangnya bagaimana? πŸ€”
menurutku gawai itu benar-benar bikin anak-anak lelah, tapi kalo kita cuma nunggu 3 bulan, tentu saja mereka akan menemukan cara untuk tetap menggunakan siapa aja? πŸ˜‚
dari sisi pendidikan, saya pikir kebijakan ini tidak terlalu buruk, tapi harus ada aturan yang lebih ketat agar dijamin anak-anak tidak melanggar peraturan πŸ“š
tidak bisa menyangkal bahwa perkembangan teknologi memang membuat kita harus beradaptasi, tapi itu juga berarti kita harus sibuk mencari cara untuk mengatur penggunaan gawai agar tidak menyebabkan masalah ⏰
 
Banyak sekali aku keberatan kalau anak-anak kita semua harus tidak bisa menggunakan gawai di sekolah, aku punya anak-anak yang sibuk banget dengan gawai dan aku pikir mereka juga perlu untuk belajar cara mengatur waktu dan fokus, kalau cuma dilarang maka akan makin sulit buat aku jaga mereka.
 
~ aku pikir ini kebijakan yang seru banget, tapi sih mungkin bisa jadi suara ganda nih πŸ€”

bayangkan di sekolah tidak ada lagi bunian-gunian yang bikin siswa capek, hanya kelas-kelas yang fokus belajar tanpa gangguan dari gawai πŸ‘Ž

tapi aku penasaran sih bagaimana aja kalau kebijakan ini diterapkan? apa aja yang bikin gawai penting di sekolah? πŸ€”

aku rasa ada salah satu hal, yaitu mata pelajaran yang membutuhkan perangkat digital untuk belajar. tapi mungkin bisa jadi diadopsi teknologi lain yang lebih sederhana 🀝

dan aku pikir Satgas itu ide yang bagus banget untuk mengawasi kebijakan ini! aku harap pihak sekolah dapat mengelola kebijakan ini dengan baik dan tidak ada gangguan di kelas πŸ‘
 
Gampang aja sekali! Mereka coba batasi penggunaan gawai di sekolah, buat siswa fokus lebih baik dan tidak terlalu dipengaruhi oleh teknologi. Saya suka banget cara ini! Tapi, mungkin perlu ada aturan yang jelas lagi tentang bagaimana cara mengelola gawai di sekolah, seperti siapa yang bertanggung jawab jika seorang siswa lupa membawa gawai-nya ke sekolah?
 
kembali
Top