Bahlil Lahadalia, ketua umum Partai Golkar, mengumumkan bahwa Adies Kadir secara resmi telah mundur dari partainya. Sebelum ditentukan sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Adies adalah wakil ketua DPR dari Fraksi Golkar.
Bahlil menutupi bahwa Adies adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki Partai Golkar. Ia rela melepaskannya agar bisa mengabdi bagi negara sebagai hakim MK. Dengan demikian, Golkar mewakafkan salah satu kader terbaiknya kepada negara.
Bahlil memahami bahwa MK harus independen dari intervensi partai. Oleh karena itu, klaim dia, Adies telah mundur sebelum dicalonkan sebagai hakim MK. Pengunduran dirinya sudah dilakukan sebelum ditentukan sebagai calon hakim MK baik dari kepengurusan maupun keanggotaan Golkar.
Bahlil menyampaikan surat pengunduran diri Adies Kadir telah diterima Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar beberapa hari lalu. Sebelum diputuskan, pengunduran dirinya sudah dilakukan. Suratnya diterima beberapa hari yang lalu.
Bahlil menyatakan bahwa karena hakim itu harus independen, Golkar mewakafkan salah satu kader terbaiknya kepada negara.
Bahlil menutupi bahwa Adies adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki Partai Golkar. Ia rela melepaskannya agar bisa mengabdi bagi negara sebagai hakim MK. Dengan demikian, Golkar mewakafkan salah satu kader terbaiknya kepada negara.
Bahlil memahami bahwa MK harus independen dari intervensi partai. Oleh karena itu, klaim dia, Adies telah mundur sebelum dicalonkan sebagai hakim MK. Pengunduran dirinya sudah dilakukan sebelum ditentukan sebagai calon hakim MK baik dari kepengurusan maupun keanggotaan Golkar.
Bahlil menyampaikan surat pengunduran diri Adies Kadir telah diterima Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar beberapa hari lalu. Sebelum diputuskan, pengunduran dirinya sudah dilakukan. Suratnya diterima beberapa hari yang lalu.
Bahlil menyatakan bahwa karena hakim itu harus independen, Golkar mewakafkan salah satu kader terbaiknya kepada negara.