Bahlil: Mandatori Bensin Campur Etanol Paling Lambat 2028

Pemerintah menargetkan pada tahun 2028, akan diterapkan mandatori untuk bensin bioetanol, yaitu pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak sebesar 10 persen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa peta jalan kebijakan tersebut sedang dalam proses penyusunan dan akan segera rampung.

Pemerintah memiliki tiga tujuan dengan kebijakan ini, yaitu mengurangi emisi karbon, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai hal ini, pemerintah akan memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di dalam negeri.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa pembahasan tentang aspek cukai untuk etanol telah dilakukan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Saat ini, Kementerian Keuangan juga memberikan pembebasan bea cukai bagi etanol yang digunakan untuk bahan bakar nabati, namun hanya berlaku untuk pelaku usaha yang memiliki izin usaha niaga.

Pemerintah juga mengharapkan investor, seperti Toyota, yang akan memenuhi kebutuhan bioetanol Indonesia seiring dengan penerapan kebijakan mandatori E10.
 
πŸ€” Gue pikir 10 persen itu terlalu banyak sih, gue rasa biar lebih baik mulai dari 5-7 persen ya, jadi tidak terlalu memperburuk konsumsi bensin lagi, padahal sekarang sudah ada yang menggunakan bioetanol di Jawa Barat. πŸš—πŸ’¨ Tapi, gue setuju sekali dengan rencana ini, karenanya ini akan membantu mengurangi polusi udara dan kita bisa lebih terhindar dari efek perubahan iklim. πŸ’¦ Gue harap pemerintah juga harus berhati-hati dengan biaya produksi etanol ya, agar tidak membuat harga bensin naik lagi, karena itu akan mempengaruhi banyak orang. 🀝
 
Gue pikir ini itu gudang harum banget! Pembuatan bensin bioetanol ya itu bakal membantu kita menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan jangan bikin polusi udara. Gue juga senang gue dengerin kebijakan ini, karena ini bakal membuat perusahaan lokal jadi lebih kompetitif dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan kalau Toyota mau ikut serta ini, itu makin bagus! Semoga pemerintah bisa segera merampungkan kebijakan ini agar kita bisa langsung menikmati manfaatnya! πŸŒ±πŸ’š
 
Kalau bensin bioetanol diwajibkan 10 persen, itu bisa jadi salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara di Jakarta ya? Saya ingat tahun lalu aku nonton film bioskop yang kayaknya ada adegan about kepolosian udara Jakarta, aku rasa kalau bensin bioetanol benar-benar bisa membantu. Tapi, sementara itu aku masih ragu2 apakah pemerintah benar-benar bisa menyelesaikan aspek cukai dan biaya produksi etanol yang murah. Saya harap insentif bagi perusahaan membangun pabrik etanol di dalam negeri bisa membuat biaya jadi lebih terjangkau, jadi investor bisa terlihat lebih siap-siap dengan bensin bioetanol. πŸ€”πŸ’‘
 
Gue rasa ini kalau pemerintah mulai banget fokus pada lingkungan dan energi terbarukan deh πŸŒΏπŸ’š. Bensin bioetanol 10 persen itu seharusnya menjadi tujuan yang baik buat mengurangi polusi udara di Indonesia, nih 🀯. Gue harap kalau pemerintah bisa memastikan bahwa ini tidak hanya soal kebijakan saja, tapi juga ada efek nyata pada masyarakat, seperti harga bensin yang lebih murah dan kualitas hidup yang lebih baik πŸ€‘.

Gue juga penasaran buat bagaimana caranya pemerintah bisa memastikan bahwa investasi etanol ini bisa dilakukan dengan baik, nih? Seperti bagaimana caranya membuat infrastruktur yang cukup untuk mendukung produksi dan distribusi etanol, serta bagaimana caranya mencegah korupsi dan penyalahgunaan insentif yang diberikan kepada perusahaan πŸ€”.
 
Gue pikir gini, mandor banget ya kalau harus minum bensin bioetanol! Gue rasa biar baik juga kayaknya, tapi gue masih ragu deh... misalnya siapa nanti yang akan membuat etanol itu? Gue takut kena cuit bikin kebuntuan. Dan apa dengan harga bensin di Indonesia nih? Apakah mau naik atau turun? Gue rasa pemerintah harus lebih teliti dulu sebelum nanti buat kebijakan mandor banget ya.
 
Aku pikir ini masuk akal banget ya. Kalau kita udah punya teknologi yang sudah maju, kenapa kita tidak langsung terapkan bahan bakar bioetanol? Mau cari cara mengurangi emisi karbon dan ketergantungan impor minyak, nanti gini lah.

Saya rasa pemerintah harus serius dalam menyusun kebijakan ini, karena nanti kalau gini punya kesempatan, justru akan makin sulit untuk diubah. Misalnya,Toyota udah siap, tapi kemudian gada asumsi apa lagi?

Aku harap pemerintah tidak lupa memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol, supaya mereka bisa siap-siap dan terus produktif. Dan aku senang juga kalau Kementerian Keuangan memberikan pembebasan bea cukai bagi etanol, ini akan membuat produksi bioetanol lebih kompetitif di pasar domestik.
 
Gue rasa ini kayak 2005 banget! Kenapa harus dipaksa semuanya? Gue suka bensin biasa, gue tidak pernah terlalu fokus pada etanol. Dan kayaknya ini hanya sekedar perebutan uang dan birokrasi, bukan masalah yang benar-benar penting untuk masyarakat umum. Dan siapa nih yang akan membayar beban ini? Merek-merek otomotif seperti Toyota nih yang harus memenuhi kebutuhan ini... gue rasa ini hanya memperbesar harga bensin, bukan mengurangi emisi karbon...
 
Kalau gini bikin masalah kayaknya... mau ngurangi emisi karbon tapi apa kue buat biaya produksi makin mahal? Gue pikir kalau Toyota udah terkena dana subsidi, sekarang mereka udah harus bawain etanol bio dan masukin ke kabin mobil, kayaknya bikin rugi. Dan nggak ada yang ngetahuin siapa aja yang akan dibebaskan bea cukai. Gue harap biaya etanol makin murah, sementara itu jangan lupa siapa aja yang harus membayar bea cukai...
 
Kalau udah 2028 aja, bikin kita sih harus terbiasa banget dengan bensin bioetanol ya 😊. Maksudnya, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan ini dan tidak lagi tergantung pada impor minyak bakar asing. Saya pikir pemerintah sudah benar-benar memikirkan masa depan kita dengan kebijakan ini, khususnya mengurangi emisi karbon dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi, saya juga penasaran bagaimana caranya kita bisa memenuhi kebutuhan bensin bioetanol yang cukup, terutama kalau banyak investor seperti Toyota yang harus dipertimbangkan. Semoga pemerintah bisa membuat kebijakan yang efektif dan tidak hanya memberikan insentif bagi beberapa perusahaan saja πŸ€”.
 
Gampang aja kan? Mereka ingin bensin bioetanol 10 persen, tapi apa caranya nih? Pertama kali aku mendengar kebijakan ini, aku pikir itu masih banyak hal yang harus dibicarakan. Seperti biaya produksi etanol itu bisa berapa? Bagaimana cara mengurangi emisi karbon secara efektif? Dan bagaimana caranya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan benar?

Saya rasa pemerintah perlu lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam merancang kebijakan ini. Misalnya, apa caranya investor seperti Toyota bisa memenuhi kebutuhan bioetanol Indonesia? Apakah ada rencana untuk meningkatkan infrastruktur di daerah-daerah yang akan menjadi produksi etanol?

Saya harap pemerintah bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut dan tidak terburu-buru dalam merancang kebijakan ini. Karena jika tidak, mungkin biaya etanol bio akan terlalu tinggi dan investor tidak mau memproduksikannya. πŸ€”
 
Wow 🀯! Pembenahan bensin bioetanol 10% itu udh mulai jadi realita ya? Maka dari itu, kita harus siap-siap untuk mengganti bensin tradisional dengan yang lebih ramah lingkungan. Menarik juga nih, investor seperti Toyota udh tertarik untuk mendukung produksi etanol di Indonesia πŸš—πŸ’ͺ!
 
ini aja gini, mau bawa caranya buat kita bisa semakin berindependen dari impor bahan bakar minyak lho! tapi aku rasa salah satu masalahnya adalah siapa yang bakanya nanti ngambil beban biaya itu? toh kita juga udah bayar cukai sebelumnya, dan sekarang lagi mau tambahkan biaya lagi kan? gak jelas deh.
 
Saya pikir ini keren banget! Mereka ingin nge-convert bensin menjadi lebih ramah lingkungan dan tidak terlalu bergantung pada impor bahan bakar minyak. Bayangkan aja kalau kita bisa memproduksi etanol di dalam negeri sendiri, itu akan sangat membantu ekonomi kita! πŸŒΏπŸ’š Saya harap pemerintah ini bisa segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk produksi etanol. Kita harapkan Toyota bisa nantinya menjadi salah satu investor utama di bidang bioetanol, ya! πŸ™
 
😊 apa kabar gue? kalau ini soal bensin bioetanol aja, aku rasa itu sudah waktunya! nih kita lihat aspeknya, apakah birokrasi punya masalah atau gampang banget membuat pabrik etanol di dalam negeri. πŸ€”

aku pikir 10 persen targetan itu agak kecil, kalau mau serius dengan menciptakan ekonomi yang lebih berdaya saing, gue rasa 20-30 persen jadi jadwalnya aja. 😊 tapi aku juga paham, pemerintah tidak ingin terlalu cepat, biar ga terjadi ketergantungan dengan impor bahan bakar minyak lagi... πŸ˜…

investor seperti Toyota, itu bagus banget! kalau mereka mau bekerja sama dengan gue di sini, aku rasa kita bisa mencapai target tersebut. tapi, siapa tahu birokrasi ini ga jadi masalah... 🀣
 
Maksudnya gampang banget sih... tapi apa punya efek jangka panjangnya? Kita harus lihat di mana keuntungan dari pabrik etanol itu akan dialihkan kepada siapa? Jangan sampai investor-investor asing mendominasi industri ini, padahal kita sudah ada banyak pabrik etanol lokal yang masih belum bisa bersaing. Dan apa dengan harga bensin yang akan naik setelah dipasang kebijakan ini? Kita harus siap untuk menghadapi konsekuensi-nya...
 
kalo mandatori bensin bioetanol di tahun 2028 ini makin serius ya, nanti gak cuma caranya ngerasa enak banget tapi juga bisa jadi kontribusi buat lingkungan πŸŒΏπŸ’š. aku pikir itu wajib kita lakukan buat kalangan kita, terutama kalangan perusahaan. tapi apa-apa sih aspek cukai yang harus diatur? aku rasa sekarang ini cukai yang berlaku masih agak kering πŸ˜….
 
Wahhh, asalnya sih aku pikir bensin konvensional still di dominan di pasar, tapi ternyata gak, Pemerintah udah memiliki rencana untuk bensin bioetanol ya! 10 persen etanol dalam bahan bakar minyak itu keren banget! Aku harap pabrik etanol bisa segera rampung dan investor seperti Toyota bisa membantu mendukung ini. Asalnya sih aku suka banget dengan konsep ini, karena siapa tahu nanti kita bisa bertransisi ke energi terbarukan dan lebih ramah lingkungan ya! πŸš€πŸ’š
 
Gue pikir nih, mandorinasi bensin bioetanol ini agak susah kan? Pertama, perusahaan harus membuat pabrik etanol apa aja? Kemudian, biaya produksi apa aja? Dan bagaimana jadi investor seperti Toyota yang harus memenuhi kebutuhan bioetanol Indonesia? Gue rasa ganti-ganti macam-macam tujuan, gue pikir pemerintah lebih fokus pada efisiensi energi daripada ekonomi sih...
 
kembali
Top