Arif Nuryanta Tak Tahu Eks Panitera PN Jaksel Terima Suap Rp60 M

Eks Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Arif Nuryanta, baru saja mengetahui bahwa mantan Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Wahyu Gunawan, menerima suap Rp60 miliar dalam kasus suap vonis lepas tiga korporasi crude palm oil (CPO).

Pertanyaan tentang kesepakatan uang yang diberikan oleh terdakwa Ariyanto Bakri kepada Wahyu Gunawan dilontarkan penasihat hukum saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Penasihat tersebut bertanya apakah Arif mengetahui bahwa nilai kesepakatan yang diberikan oleh Wahyu Gunawan adalah Rp60 miliar, bukan Rp30 miliar seperti yang disepakati oleh pihak berperkara.

Arif secara tegas membantah mengetahuinya dan mengatakan bahwa angka Rp30 miliar sudah sangat sulit disepakati oleh pihak berperkara. "Tidak sama sekali," jawab Arif.

Praktik 'main belakang' yang dilakukan oleh Wahyu Gunawan terungkap dalam sidang. Menurut keterangan dalam sidang, Wahyu melaporkan kepada Arif bahwa nilai kesepakatan adalah Rp30 miliar. Namun, di hadapan Ariyanto, Wahyu mencatut nama hakim untuk meminta dana hingga dua kali lipat.

Selain itu, Wahyu Gunawan juga terungkap mengambil potongan pribadi dari uang suap yang telah diserahkan. Arif menceritakan bahwa Wahyu tetap meminta bagian meskipun uang sudah didistribusikan.
 
Maksudnya siapa sih kalau ada mantan Panitera Muda ini yang terlibat dalam kasus korupsi? Aneh banget, kalau dia sendiri yang menjadi pelaku dan sekarang sudah keluar dari pengadilan. Wahyu Gunawan apa aja kelemahan-kelemahannya sih sehingga bisa sampai kesana? 🤔
 
Makanya suap dan korupsi masih begitu berlaku di Indonesia? Saya pikir ini semua tentang kesadaran dan keterlibatan masing-masing orang dalam sistem peradilan kita. Wahyu Gunawan malah mengambil keuntungan dari posisinya sebagai hakim, bukan malah membantu menjaga integritas proses hukum. Banyak lagi yang bisa dilakukan untuk mencegah fenomena ini terus berlanjut?
 
ini kalau banget! Wahyu Gunawan itu kayaknya ganti-ganti benar. Pertama-tama dia bilang Rp30 miliar, kemudian dia bilang RP60 miliar, dan setelah itu dia ambil potongan pribadi sendiri. Ini kayaknya jelas tanda korupsi yang berat. Arif Nuryanta memang harus sangat ketat dalam mengawasi kasus ini, karna kalau tidak semua korupsi ini akan terungkap aja.
 
itu kabarnya korupsi lagi-lagi, tapi apa yang kita lakukan sendiri? 🤔 aku pikir kita harus fokus pada diri sendiri terlebih dahulu, bukan hanya menyerukan orang lain untuk berubah. tapi jangan salah lagi, ini adalah kasus korupsi yang sangat besar. aku rasa kita perlu mengembangkan kesadaran dan pengetahuan yang lebih baik tentang apa itu korupsi dan bagaimana cara mencegahnya. tapi bagaimana jika kita sendiri juga bersalah? 🙈 kita harus belajar dari kesalahan orang lain, tapi kita juga harus mengakui kesalahan kita sendiri dan berubah. jadi, aku pikir kita perlu lebih banyak fokus pada diri sendiri dan pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana mencegah korupsi. 👍
 
Mereka ini kayaknya sama kayak korupsi di perusahaan besar, tapi sekarang kalau korupsi itu dari hakim, orang akan penasaran sih. Masa-masa ini juga bikin kita ragu terhadap semua kasus yang dihadapi pengadilan, apakah benar adanya hasilnya atau ada yang dipengaruhi? 😕🤔 #KorupsiDiPengadilan #KeadilanTanpaBiaya #TolakUang #KesepakatanSuap
 
Aku pikir ini kasus korupsi yang serius banget 🤕. Wahyu Gunawan itu benar-benar mencuri uang negara dengan cara 'main belakang'. Aku tidak percaya kalau dia bilang tidak mengetahuinya nilai kesepakatan Rp60 miliar. Jika benar, itu berarti Arif yang nggak bisa menjawab pertanyaan penasihat hukum, tapi si Wahyu yang mencoba 'main belakang'. Aku harap penegakan hukum di sini bisa secepatnya agar korupsi ini tidak terus berlanjut 😬.
 
Gue penasaran kenapa Arif Nuryanta kayaknya tidak bilang apa-apa sama sekali tentang nilai uang suap yang sebenarnya? 60 miliar itu bukan mainan, kan? 🤯 Sedangkan dia bilang Rp30 miliar? Gak bisa percaya juga kalau Wahyu Gunawan kayaknya meminta dana hingga dua kali lipat! 😱 Dan gue rasa ini kalau dia tidak bilang apa-apa sama sekali, itu bukan kebaikan hati. 🤦‍♂️
 
ini cerita korupsi lagi, siapa saja gak tahu kalau ada korupsi di dalam pengadilan . tapi apa yang terlalu beruntung dengan kasus ini adalah bahwa koruptor itu Wahyu Gunawan, siapa nih? sekarang udah kabar juga kalau dia menerima uang suap 60 miliar dari korporasi CPO . dan apa yang paling nggak enak lagi adalah dia malah meminta potongan sendiri setelah dana sudah diserahkan . ini sih praktik 'main belakang' yang sangat bikin terkejut . tapi apa yang kita harapkan dari pengadilan ni? kalau korupsi bisa diatasi dengan baik, jadi bisa mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan .
 
Wah keren banget aja dia bisa ngecetak kasus korupsi yang luas ya 🤯! Saya masih ingat ketika ini terjadi, semuanya terlalu jauh banget dari kebenaran. Aku pikir koruptor-koruptor seperti Wahyu Gunawan benar-benar tidak tahu nilai uang kan? Padahal nilai uang itu tidak sama dengan nikmat hidup orang biasa aja 😂. Kita harus terus waspada dan berhati-hati agar hal ini tidak terjadi lagi di masa depan ya!
 
Itu kabar korupsi lagi! Pokoknya, siapa yang tahu ada rahasia lain di balik kasus ini? Mungkin Wahyu Gunawan hanya salah poin, tapi bagaimana bisa dia langsung menerima Rp60 miliar? Dan siapa yang mengawasi dia? Tapi apa yang terasa jujur dari Arif Nuryanta, dia tidak tahu tentang nilai Rp60 miliar, tapi itu bukan penting. Yang penting adalah ada korupsi dan harus dihadapi dengan tangan-tangan yang bersih! 🤔💪
 
Eh, kalau mantan panitera itu menerima suap Rp60 miliar itu, kayaknya kita harus fokus pada bagaimana membuat sistem hukum di Indonesia lebih transparan dan akuntabel ya 😊. Kalau tidak, ini bisa jadi contoh bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Kita harus lebih hati-hati dalam mengawasi kasus-kasus korupsi seperti ini. Dan siapa tahu, mungkin ada beberapa korban yang belum terkena dampaknya 😕.
 
kembali
Top