Arcandra Tahar Ungkap Alasan Indonesia Masih Impor BBM

"Indonesia Impor BBM, Mengapa?"

Genggaman tangan Indonesia di impor kilang minyak ternyata masih lama. Bahkan kebutuhan 1 juta barel yang harus dipenuhi oleh produksi domestik itu masih mengedepankan kebutuhan impor 300 ribu barel.

Pernyataan ini terungkap saat Arcandra Tahar, Wakil Menteri ESDM (2016-2019), menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Persero.

Saat diinterogasi oleh Jaksa, Arcandra menjelaskan bahwa Peraturan Menteri Nomor 42 Tahun 2018 tentang Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri (BBM) masih memerlukan impor kilang minyak.

"Kalau kita dihitung dari 1 juta barel, 700 ribu itu masuk ke Pertamina. Kita masih kurang 300 ribu lagi, [itu] yang impor. Jadi, walaupun Permen ini 100 persen seluruh produksi Indonesia dimasukan kilang Pertamina, tetap kita masih butuh impor <em>crude</em>, 300 ribu," jawab Arcandra.

Tanya-tanya berlanjut, "Kalau impor kilangnya? Produk kilangnya seperti impor BBM-nya?" tanyakan Jaksa. Arcandra menjawab bahwa impor kilang minyak masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan.

Sementara itu, pertanyaan tentang apakah Indonesia juga perlu melakukan impor BBM adalah yang paling mengesankan. Arcandra mengatakan bahwa impor BBM tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan.

"Kalau impor kilangnya? Produk kilangnya seperti impor BBM-nya?" tanya Jaksa. "Impor BBM kebutuhan 1,4 juta <em>barrels per-day</em>, kilang Pertamina bisa memproduksikan sekitar 800 ribu. Artinya kita masih impor BBM 600 ribu <em>barrels per day</em>", jawab Arcandra.

Ternyata, kebutuhan kilang minyak dan BBM di Indonesia ternyata masih terlalu besar untuk dihasilkan dari produksi domestik.
 
Hahaha, nggak sabar aja dengerin kabar ini... Maka apa sih kita punya kilang minyak, tapi impor tetap harus numpang naik? Gimana caranya, kayaknya ada kecurangan atau apa aja kasi kita harus impor? ๐Ÿ˜‚ Kalau kilang Pertamina bisa produksi 800 ribu barel per hari, tapi kebutuhan 1 juta barel itu masih diimpornya... Mungkin kalau tidak ada korupsi, kita bisa bikin kilang minyak sendiri ya? ๐Ÿคฃ
 
Gue nanya siapa lagi sih kalau pertanyaan gue bertepungan dengan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar. Gue penasaran apakah gue bisa bertanya tentang impor kilang minyak dan BBM. Ternyata jawabannya masih sama seperti apa yang kita tahu dari sebelumnya. Kita masih impor 300 ribu barel BBM karena produksi domestik kita belum mencukupi kebutuhan kita ๐Ÿค”.

Gue rasa ada kesempatan besar untuk Indonesia menjadi net exporter minyak bumi nanti kalau gini terjadi, jadi kita bisa membantu negara lain dan mendapatkan uang lebih banyak. Kita harus berani mengambil risiko dan investasi pada industri pertamina agar kita bisa mencapai target tersebut ๐Ÿ’ธ.

Saya nanya aja siapa lagi sih yang ingin membicarakan hal ini ๐Ÿค”
 
Kaya aja sih, ternyata kita tetap butuh impor minyak meskipun sudah ada peraturan yang jelas tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri ๐Ÿค”. 700 ribu barel yang diproduksi domestik itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan, kan? Jadi, tentu saja kita tetap butuh impor kilang minyak dan BBM lagi ๐Ÿšง. Kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan lalu dan berusaha lebih baik di masa depan, agar kita bisa memenuhi kebutuhan dengan lebih efektif ๐Ÿ’ก.
 
๐Ÿค” Nah, lama banget kok impor kilang minyak! 1 juta barel produksi domestik, tetapi masih butuh impor 300 ribu barel. Makanya, kalau kita punya alternatif yang lebih baik? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Aku pikir ini benar-benar sadis! ๐Ÿคฏ Kita tahu kalau impor kilang minyak masih banyak, jadi kenapa kita gak bisa memproduksi sendiri? ๐Ÿค” Kalau Pertamina sudah bisa memproduksi 800 ribu barel sehari, maka mengapa kita masih butuh impor BBM sebesar 600 ribu barel per hari? ๐Ÿ˜• Aku pikir ini perlu dipertimbangkan lebih serius, toh! ๐Ÿ’ช
 
Wah, apa kabar sih? Impor kilang minyak masih lama banget, kan? Kita udah lama berbicara tentang perubahan ini, tapi masih belum ada jawaban pasti. Makin mengejutkan lagi kalau kebutuhan 1 juta barel masih diimpornya dari luar negeri. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Mungkin kita harus serius-serius lagi dalam membuat peraturan ini agar impor kilang minyak tidak terus berlanjut. Kita harus memikirkan bagaimana cara meningkatkan produksi kilang minyak di Indonesia sehingga kita bisa mengurangi impornya. ๐Ÿค”
 
Aku pikir pemerintah Indonesia harus bisa mencegah impor kilang minyak lagi karena biaya yang tinggi dan dampak lingkungan yang buruknya sangat berdampak pada kehidupan kita sehari-hari ๐Ÿค”๐Ÿ’ก. Jika mereka benar-benar memprioritaskan produksi domestik, mungkin saja kita bisa menurunkan harga BBM dan bekal industri kita untuk berkembang ๐Ÿš€๐Ÿ’ช.
 
Aku pikir kalau 300 ribu barel impor BBM masih cukup, tapi 600 ribu barel per hari memang sudah berat. Mungkin kalau kilang Pertamina bisa meningkatkan produksinya lagi, kayaknya bisa mengurangi impor BBM. Tapi kalau tidak, mungkin kita harus mencari solusi lain, kayaknya masih ada cara lain yang bisa diambil ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
๐Ÿค” Maksudnya sih apa kalau impor kilang dan BBM sama-sama butuh? ๐Ÿšซ
Pernah liat banget kalo Pertamina ada produksi yang lebih dari 1 juta barel, tapi masih punya kebutuhan 600 ribu barel lagi. ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Maksudnya gini sih kalau kita punya sumber daya, tapi tidak bisa menekan kebutuhan itu. ๐ŸŒช๏ธ
 
๐Ÿค” Impor BBM lagi? Maka apa tidak lagi fokus pada peningkatan produksi? ๐Ÿ™„ Kita sudah lama masuk umur impor, tapi masih belum bisa menyangkal kebutuhan impor BBM. ๐Ÿ˜
 
Gampang banget, kan? Impor BBM apa lagi? Kita sudah impor kilang minyak, tapi kalau kita mau impor BBM juga, gak ada masalah. Coba bayangkan, kita sudah punya kilang minyak, tapi kita masih harus impor BBM karena tidak cukup produksi dari domestik. Itu seperti cari makanan di pasar, kamu sudah punya toko, tapi kamu tetap harus beli di pasar karena stoknya kurang. Tapi kenapa kita harus impor kilang minyak dan juga BBM? Hmm, masih nggak jelas. Mungkin kalau kilang minyak kita bisa memproduksi lebih banyak, tapi itu gampang banget juga. Kita harus coba cari solusi yang lebih baik dari impor saja. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Aku pikir ini salah strategi ya... Indonesia memang punya sumber daya yang cukup banget buat memproduksi BBM, tapi kenapa kita harus impor kilang minyak? ๐Ÿค” Mungkin itu karena masih ada masalah dalam pengelolaan produksi domestik kita? Kita harus berusaha lebih baik lagi di bidang ini. ๐Ÿš€ Pertamina yang sering bikin kontroversi pasti harus bertanggung jawab atas kesalahan ini juga. ๐Ÿ™„
 
Ini keren banget, tapi kenapa kita harus impor kilang minyak aja? Kalau kilang Pertamina bisa memproduksikan 800 ribu barel per hari, itu sudah cukup banyak kan? Tapi jadi impor 600 ribu barel per hari apa? Itu masih tidak adem deh! Kita harus bikin strategi lain, seperti meningkatkan efisiensi produksi atau mencari investor yang bisa membantu kita meningkatkan produksi. Jangan biarkan kilang Pertamina terus tertinggal dengan impor kilang minyak ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Gue penasaran, kok gue ga paham siapa yang bertanggung jawab membuat keputusan impor kilang minyak? Gue tahu kalau PT Pertamina Persero adalah perusahaan yang bergerak di sektor energi, tapi kenapa mereka masih harus impor kilang minyak? Apakah gue salah baca news ini? ๐Ÿค”

Gue pikir kalau kita memiliki teknologi yang canggih dan profesionalisme yang tinggi, gue rasa kita bisa memproduksi sendiri kilang minyak dan BBM. Tapi ternyata, masih ada kebutuhan besar untuk impor kilang minyak dan BBM. Mungkin kita perlu melakukan analisis lebih mendalam tentang kebijakan pertambangan dan energi di Indonesia. ๐Ÿ“Š
 
Kalau tidak salah, ini artinya Indonesia lagi impor minyak tanpa jelas bagaimana caranya. Sampah-sampahan kilang Pertamina yang banyak tapi masih harus impor BBM. Makanya pertanyaannya tetap sibuk siapa yang mau berbohong tentang produksi domestik? ๐Ÿค”๐Ÿšฎ Tapi kayaknya kita harus terus mendukung PT Pertamina agar bisa meningkatkan produksi, sampai-sampai tidak perlu lagi impor BBM. ๐Ÿ’ช #BerikanPertaminaSempat #InginKitaBisa #JanganBiarkanBBMImporTerus
 
ini gini ๐Ÿค” kalau kita lihat jelas, impor kilang minyak itu jadi kebutuhan kita. kayaknya harus ada cara buat meningkatkan produksi kilang minyak di Indonesia ๐Ÿ˜Š. tapi apa yang bisa dilakukan? pertanyaan utama itu. kalau kita nanti impor BBM masih terus terjadi, mungkin harus ada pertimbangan buat meningkatkan efisiensi penggunaan energi kita. contohnya kayaknya bisa mengembangkan teknologi untuk menghemat gas ๐ŸŒŸ.
 
Gue pikir pemerintah lama-lumang lagi. Impor kilang minyak itu apa sih? Kalau Pertamina bisa buat 800 ribu barel per hari, maka kenapa masih harus impor 600 ribu barel? Gue penasaran banget dengan prioritas kebutuhan BBM di Indonesia. Apakah kita benar-benar bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri? Tapi kalau Pertamina tidak bisa menebusi impor itu, maka apa yang harus dilakukan? ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
I don't usually comment but... kalau nggak impor BBM, bagaimana caranya kita nanti bakal memenuhi kebutuhan bahan bakar? Ternyata produksi kilang minyak dan BBM di Indonesia masih terlalu kecil. Mungkin harus dilakukan strategi lain untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Kita harus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi produksi kilang minyak kita, atau mungkin kita perlu melakukan investasi besar-besaran di bidang energi terbarukan. I don't know apa lagi solusinya, tapi pasti ada cara yang tepat. ๐Ÿค”
 
Aku pikir itu salah satu masalah yang serius banget, impor kilang minyak masih banyak. Jika kita bisa membuat kilang minyak sendiri, tapi masih harus impor BBM? Gak ada artinya kayaknya ๐Ÿ˜. Pertamina harus bisa membuat strategi untuk menghasilkan lebih banyak produksi dari kilang, jadi impor BBM tidak perlu lagi. Kita juga harus nanti tahu apakah kilang minyak itu yang mau kita buat memiliki teknologi yang baik atau tidak. Jika gak, impor BBM tetap akan menjadi masalah besar ๐Ÿ˜ž.
 
kembali
Top