Arcandra Tahar Ungkap Alasan Indonesia Masih Impor BBM

Dalam kesempatan sidang kasus dugaan korupsi tata kilang minyak PT Pertamina, Wakil Menteri ESDM 2016-2019 Arcandra Tahar mengungkapkan bahwa Indonesia tetap membutuhkan impor kilang minyak untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Menurut Arcandra, impor kilang minyak masih dibutuhkan karena kebutuhan kilang 1 juta barel yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi domestik.

"Kita masih kurang 300 ribu lagi setelah memasukkan seluruh produksi kita ke dalam kilang Pertamina. Jadi, walaupun Permen ini 100 persen seluruh produksi Indonesia dimasukan ke dalam kilang Pertamina, tetap kita masih butuh impor crude 300 ribu," kata Arcandra.

Selain itu, Arcandra juga menjelaskan bahwa kebutuhan impor kilang minyak lebih besar daripada kebutuhan BBM. "Impor tetap dibutuhkan karena kebutuhan kilang 1 juta barel. Sementara itu, kebutuhan BBM kita adalah sekitar 1,4 juta barrels per day, sedangkan produksi kilang Pertamina hanya sekitar 800 ribu barrels per day," katanya.

Dengan demikian, menurut Arcandra, impor kilang minyak masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan BBM di Indonesia.
 
Kita harus jujur, impor kilang minyak itu masih kita butuhkan 😊. Tapi giliran kita berbicara tentang efisiensi dan cara membuat produksi domestik lebih banyak ya...
 
oih nuh, impor kilang minyak masih dibutuhin kan? aku pikir perminyakinannya kurang jelas, 300 ribu barel masih sebesar apa? siapa tau dengan inovasi teknologi dan efisiensi yang lebih tinggi itu bisa ditekan ke produksi domestik. tapi kalau perlu impor lagi jadi nggak apa salahnya, tetapi aku harap ada penyelesaian yang lebih baik dari cara ini πŸ€”
 
Pertamina siapa sini πŸ€·β€β™‚οΈ? 1 juta barel kilang tapi masih butuh impor 300 ribu πŸ€”. Apa arti dari itu? Nah, mungkin kalau pertamina gak punya uang, kita harus beli dari orang lain πŸ˜’.
 
I don’t usually comment but... aku pikir ini salah paham dari kalau apa yang dibicarakan oleh Wali Menteri ESDM itu. Jika produksi domestik kilang minyak tidak cukup, maka tidak ada masalah dengan impor ya? Kenapa harus dipikirkan seperti impor kilang minyak harus dibutuhkan lagi dan lagi?

Aku rasa salah satu solusinya adalah kita perlu meningkatkan produksi kilang Pertamina. Mungkin bisa dengan bantuan teknologi atau investasi yang lebih besar. Jadi, tidak perlu dipikirkan seperti impor kilang minyak harus dibutuhkan lagi setelah produksi domestik mencapai 1 juta barel.

Tapi aku tidak memiliki jawaban tentang bagaimana bisa meningkatkan produksi kilang Pertamina. Mungkin ada solusi yang lebih baik dari aku? πŸ€”
 
Gue pikir pemerintah harus fokus pada meningkatkan produksi kilang domestik Pertamina dulu, jangan terus bergantung pada impor kilang minyak ya😊. Kalau kita bisa meningkatkan produksi, gue rasa tidak perlu lagi impor 300 ribu barelnya aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Dan gue masih penasaran, apa asal dari sumber daya itu? Apakah ada yang 'berkonflik' dengan pihak Pertamina ya? πŸ€‘ Gue ingin tahu leher apa yang membuat ini terjadi...
 
ini kabar ketergantungan kita pada impor kilang minyak, kan? πŸ€” apa maksudnya kalau kita memasukkan seluruh produksi kita ke dalam kilang Pertamina tapi masih butuh impor 300 ribu lagi? itu artinya kita masih tidak sengaja diimpor banyak minyak luar negeri. padahal itu bukan masalah kita sendiri, tapi perlu dipikirkan bagaimana kita bisa meningkatkan produksi kita sendiri. mungkin perlu ada investasi dan teknologi yang lebih canggih agar kita bisa meningkatkan produksi minyak dari dalam negeri 😊
 
Gue penasaran sih kapan produksi domestik ngecehin 1 juta barel per hari, kalau udah punya sumber daya yang cukup gue rasa sudah bisa menjangkau target itu πŸ€”. tolong Arcandra coba jelaskan juga sih bagaimana teknologi dan inovasi yang diambil dari impor kilang minyak nih, gimana caranya kita bisa meningkatkan produksi domestiknya? πŸš€
 
Eh, makasih ditepi Arcandra Tahar lagi! Mas pak, aku pikir ini nih salah strategi, kalau kita terus impor kilang minyak apa-apa kaya? Nah, tapi aku juga paham kalau kita masih kekurangan produksi domestik, sebanyak 300 ribu barel! Kita harus mencari cara lain, gampangnya aja buat pertamina lebih efisien, misalnya dengan investasi lebih banyak untuk meningkatkan produksi di dalam negeri. Aku rasa kita bisa, nih! πŸ€”πŸ’‘
 
kira-kira apa yang terjadi dengan ekonomi kita? lagi-lagi kita harus impor kilang minyak... sih aku pikir itu tidak adil, tapi aku juga tidak ingin ngeliat-ngeliat deh. kalau kita jadikan semua produksi domestik ke dalam kilang Pertamina pasti tidak akan cukup. tapi apa yang bisa aku lakukan? aku hanya netizen aja πŸ€·β€β™‚οΈ. mungkin kita harus cari solusi lain, tapi itu juga nggak mudah. aku hanya harap pemerintah bisa menemukan jalan keluarnya yang tepat 🀞
 
I don’t usually comment but… yang anehnya adalah setiap kali ada kasus korupsi, kita selalu mendengar tentang dampaknya pada perekonomian dan pendapatan negara, tapi apa dengan dampaknya pada rakyat biasa? Seperti itu saja saya pikir kalau kita harus mempertimbangkan lebih banyak lagi bagaimana kita dapat mengurangi kebutuhan impor kilang minyak. πŸ€”
 
πŸ€” Aku pikir ini masalah yang sulit banget nih... kita sudah punya pabrik produksi yang bisa memenuhi kebutuhan kita, tapi tetap kita harus impor lagi? itu nggak adem banget ya... tapi mungkin aku salah, aku tidak punya ide bagaimana caranya untuk meningkatkan produksi kilang minyak kita sendiri. πŸ€·β€β™‚οΈ Aku harap pemerintah bisa mencari solusi yang lebih baik daripada impor lagi...
 
Eh, kayaknya lagi-lagi kita harus terus mengimpor kilang minyak, kan? Saya ingat kalau sekarang sudah ada banyak petrokimia yang bisa membuat kilang minyak sendiri di Indonesia, tapi ternyata masih butuh impor. Walaupun Arcandra katakan kebutuhan BBM lebih banyak daripada produksi kilang Pertamina, tapi saya rasa kita bisa berinovasi lagi dan mencari cara untuk meningkatkan produksi kilang minyak sendiri. Mungkin bisa dengan teknologi terkini atau kerja sama dengan negara lain. Saya ingat kalau saat ini masih banyak ketergantungan pada impor, padahal Indonesia sangat kaya sumber daya alam. πŸ€”πŸ’‘
 
Aku pikir ini salah tuan. Kalau Pertamina udah jadi besar dan bisa menghasilkan 1 juta barel, kenapa lagi kita harus impor? Aku rasa ada kesepakatan yang tidak terbuka antara pemerintah dan industri minyak. Kita biarkan Pertamina semakin besar, tapi apa ada rencana untuk meningkatkan produksi domestik? Aku rasa lebih baik kita jadi net exporter minyak, bukan terus impor πŸ€”
 
Kalau nanti kita pakai lebih banyak impor, pasti jadi bahan ganti matahari kan, biar BBM jadi murah dan terjangkau bagi rakyat? Tapi kayaknya masih perlu kita fokus pada meningkatkan produksi kilang Pertamina dulu. Jadi, aku pikir Arcandra benar-benar ingin memastikan kebutuhan kita tetap dipenuhi, tapi juga harus melihat opsi lain seperti efisiensi dan biaya yang ada di produksi domestik.
 
Maksudnya kalau kita harus terus bergantung pada luar negeri nih, kayak gini? Kita punya kembang api yang cukup tapi masih butuh impor banget πŸ€―πŸ“‰. Saya rasa Arcandra salah lagi, nggak bisa dipercaya. Kalau Pertamina bisa 1 juta barel apa kebutuhan kilang lainnya itu? Belum tentu ada logika di situ πŸ˜’
 
ada sisi yang sulit nih... kita harus terima bahwa kita tidak bisa memenuhi semua kebutuhan kita sendiri. misalnya, impor kilang minyak tapi masih kurang lagi... itu bukan berarti kita gagal, tapi berarti kita perlu mencari solusi lain. kayaknya kita harus fokus pada meningkatkan produksi domestik kita agar bisa memenuhi kebutuhan BBM kita sendiri πŸ€”
 
Gue penasaran kan kalau pemerintah masih terus memprioritaskan impor kilang minyak. Wajar deh sih karena banyak yang masih mengeluh tentang kenaikan harga bensin dan gas. Tapi, kenapa gak membuat perubahan lagi di dalam negeri? Gue pikir kalau dengan cara ini, impor semakin serius, biaya transportasi semakin murah, dan produksi domestik semakin efisien... tapi mungkin itu cuma kebendahan cerita. Apalagi Arcandra sendiri bilang kalau impor 300 ribu barel masih tidak cukup, eh? Makanya gue rasa perlu ada langkah berbeda lagi.
 
Wow πŸ’₯ selama ini kalau suka ngomong2 kan Wali Menteri itu, tapi siapa tahu ada yang salah di belakang punggungnya πŸ€” Interesting kalo impor kilang minyak masih dibutuhkan, sih. 1 juta barel kan itu banyak sekali, makanya harus impor dulu πŸš€
 
πŸ˜‚πŸ€¦β€β™‚οΈ Nah, kalau tidak ada impor kilang minyak, aku pikir kita harus jadi penggemar bensin yang suka kumpul bareng-bareng, siap-siap untuk mengisi tank πŸš—πŸ’¨. Tapi serius, 300 ribu barel masih banyak banget! Aku bayangin jika itu berarti kita harus nunggir mobil-mobil yang penggunaan BBM banyak, siapa tahu mungkin ada yang bisa ngebut πŸ’ͺ🏽.
 
kembali
Top