Apa Bahaya Doomscrolling bagi Anak? Ini Penjelasannya

Kebiasaan berkepanjangan menelusuri konten di media sosial tanpa henti memicu kecemasan yang berulang, bahkan dapat mengganggu kesehatan mental anak. Berikut beberapa alasan mengapa anak rentan terjebak dalam kebiasaan ini:

Anak belum sepenuhnya mampu menyaring informasi yang layak atau perlu diabaikan. Kondisi ini membuat dampak berita negatif dalam kebiasaan "doomscrolling" terasa lebih kuat pada anak.

Kebiasaan ini dapat memicu masalah, seperti gangguan tidur, menurunnya kemampuan berkonsentrasi, dan meningkatnya rasa cemas. Anak lebih sensitif dan berisiko membentuk pola pikir yang pesimistis serta rasa takut berlebihan terhadap lingkungan sekitar.

Menyadari bahaya ini, penting untuk diingat bahwa kebiasaan "doomscrolling" tidak hanya memengaruhi kondisi emosional anak, tetapi juga mengganggu proses perkembangan otak yang masih berlangsung.
 
Kalau gini kan? Berkepanjangan melihat konten di media sosial bikin aku cemas nih 🤯. Aku tahu aku tidak bisa menghilangkan rasa cemaskan, tapi aku ingin ketahuan kalau aku terlalu sering melihat berita negatif 😅. Bayangin keadaan anak-anak kalau aku punya anak sendiri, aja kayaknya aku akan terburu-buru nih 💨. Aku rasa kamu benar, aku harus lebih bijak dalam memilih konten yang aku lihat 🤔. Aku tidak ingin pola pikir aku menjadi pesimis dan takut berlebihan 😒.
 
Maksudnya kalau kita terlalu sering nonton media sosial tanpa beristirahat, itu bisa bikin anak-anak stres dan kesulitan tidur 🤯. Saya pikir orang tua harus lebih teliti dalam memantau anak mereka, tidak boleh biarkan mereka terlalu sering nonton media sosial sampai malam hari 🕰️. Kita harus ingat bahwa anak-anak masih belajar beradaptasi dengan dunia ini, jadi kita harus memberikan mereka ruang dan waktu untuk beristirahat dulu 😴.
 
Aku pikir kalau media sosial ini seperti sekumpulan ular yang selalu bernapas dan memanggil kita untuk ikut bernapas bersamanya 🐍😒. Anak-anak nggak punya batasan, kan? Mereka bisa nonton video sederetan kejadian yang tidak enak dari orang lain dan langsung menjadi sedih... padahal di baliknya mungkin ada cerita yang lebih baik dari yang ditampilkan 🤔. Aku rasa kita harus jangan lupa untuk memantau bagaimana anak-anak ini berkebun media sosial, ya... karena kalau nggak, mungkin mereka akan terjebak di dalamnya seumur hidupnya 😂.
 
gampang banget sih jadi doomscooling nih 🤦‍♀️ kita aja terus scroll dan lihat berita negative tanpa henti... gimana kalau kita buatlah kebiasaan baru yaitu berhenti dari itu ya 😊. kita harus lebih bijak dalam memilih informasi yang kita lihat di media sosial. jangan hanya fokus pada hal negatif aja, coba juga lihat berita positif dan inspiratif yang bisa membuat hati kita lebih baik 🌞.
 
Aku pikir kabar ini cukup penting banget, sering aku melihat anak muda di media sosial mereka terjebak banget dalam kebiasaan "doomscrolling" itu. Mereka tidak bisa berhenti menonton dan membaca informasi yang negatif tanpa henti. Aku khawatir ini dapat mempengaruhi kesehatan mental anak kita, seperti gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa cemas yang lebih parah.

Aku pikir kita harus lebih berhati-hati saat menonton media sosial anak kita. Kita harus mengawas agar mereka tidak terlalu banyak menonton informasi negatif. Kita juga harus membantu mereka belajar cara menyaring informasi yang layak dan perlu diabaikan. Kita harus menjadi contoh bagi anak kita, cari-cari informasi positif dan berbagi dengan mereka untuk membantu mereka memiliki pola pikir yang lebih seimbang.
 
kembali
Top