Anggota TNI AL & 5 Orang Aniaya Warga Hingga Meninggal di Depok

Tiga orang meninggal setelah ditawan di Depok, korban berbelit-belit mengakui dugaan melakukan transaksi narkoba. Seorang anggota TNI AL ditahan bersama lima warga lainnya di wilayah Tapos, Kota Depok. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Depok, kelima orang tersebut ditetapkan tersangka, termasuk WAT dan DN yang korban kekerasan.

Penyelidikan menunjukkan bahwa penganiayaan dilakukan karena kesal korban tak mau mengakui dugaan melakukan transaksi narkoba. Tersangka Serda M menggunakan selang saat menganiaya, sementara yang lain hanya menggunakan tangan kosong dan membantu untuk melakukan pengeroyokan bersama-sama.

Berdasarkan pemeriksaan, korban dipaksa mengaku hal yang tidak dilakukannya, meskipun tidak ditemukan bukti. Tersangka menuduh korban melakukan transaksi narkoba, tetapi tidak ada bukti yang solid. Sebaliknya, terungkap bahwa tersangka itu sendiri yang memiliki niat membunuh korban.

Pada akhirnya, WAT meninggal dunia setelah ditawan sementara DN mengalami luka berat dan dirawat di RS Bhayangkara Brimob. Sementara itu, lima orang tersangka dikenai Pasal 262 KUHP dan/atau Pasal 466 KUHP dan/atau Pasal 468 KUHP dan/atau Pasal 469 KUHP dan/atau Pasal 456 KUHP juncto Pasal 20 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
 
ini gak enak banget ya... korban dipaksa bercerita hal yang nggak pernah dilakukannya, padahal ternyata tersangka itu sendiri yang memiliki niat membunuh korban ๐Ÿค•. ini bukti bahwa ada yang tidak tepat di dalam sistem pemerintahan kita, harus diperbaiki agar tidak terjadi hal seperti ini lagi ๐Ÿ‘Ž. jangan biarkan korban seperti ini kembali ke sesebuah tempat dengan cedera dan trauma ๐Ÿ˜”.
 
Maksudnya, tapi gak sabenaranya aja ya? Mereka bilang korban mau narkoba, tapi ternyata itu nggak asli. Korban dipaksa mengaku hal yang salah, sama dengan tersangka yang menyepelekan dia juga. Ini kayak drama film, siapa yang salah? Ada yang jujur, ada yang tidak, tapi mereka bilang salah si korban. Saya rasa ini seperti kehidupan sehari-hari, kan? Ketika kita harus berbicara dengan orang lain, tapi malah menjadi mangsa dari manipulasi. Gak masuk akal aja ya?
 
Aku rasa kabar ini terlalu berat, tapi aku rasa ada hal positif di baliknya. Aku lihat korban dan tersangka yang terlibat dalam kekerasan itu, mereka semua bisa mengenal satu sama lain dan bisa membantu satu sama lain. Tersangka yang menggunakan selang, tapi ternyata dia sendiri yang pernah menjadi korban dugaan! Aku rasa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya mendengarkan dan membantu satu sama lain.

Aku juga lihat bahwa kasus ini membuat masyarakat Depok semakin hati-hati dan waspada. Mereka akan lebih bijak dalam mengenal orang yang tidak mereka kenal, dan lebih cepat untuk mencari bantuan jika ada yang terlibat dalam kekerasan.

Dan aku rasa, ini bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk berbagi dan membantu satu sama lain. Aku harap korban dan keluarga mereka bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan.
 
Aku masih nggak paham siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Depok, tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak beres. Korban yang meninggal itu bisa jadi bukan karena 'tidak mau mengaku', tapi karena korban benar-benar takut dan tidak percaya diri saat dipaksa untuk mengaku hal-hal yang tidak pernah dilakukannya ๐Ÿค”

Aku juga nggak setuju dengan cara di mana tersangka itu menggunakan selang untuk menganiaya korban. Apa buatnya kalau korban tak mau berbicara? Aku pikir lebih baik jika ada cara lain untuk membantu korban, bukan membuat mereka lebih takut dan tidak percaya diri ๐Ÿ˜Ÿ

Dan aku rasa ada sesuatu yang aneh juga dengan latar belakang tersangka itu sendiri. Apa benar-benar tidak ada bukti bahwa korban melakukan transaksi narkoba? Aku ingin tahu lebih lanjut tentang kisah ini, tapi aku khawatir aku tidak akan bisa menemukan jawaban yang akurat ๐Ÿ’ก
 
Gak enak banget kabar ini... Tiga orang meninggal karena dipaksa mengaku hal yang salah, sementara lima orang lainnya ditahan dan mungkin akan dihukum 15 tahun penjara. WAT itu korban kekerasan juga masih hidup tapi banyak luka. Ini bukti-buktinya bahwa polisi Indonesia masih bisa menangkap orang dengan cara tidak adil... Selang yang digunakan oleh tersangka itu buat pengeroyokan berat, jadi kalau punya anak kecil atau ibu-ibu yang mau mengakui dugaan melakukan transaksi narkoba, mereka harus waspada! ๐Ÿ˜ฌ
 
Kalau orang itu mau buat korban narkoba, kenapa dia jadi korban sendiri ๐Ÿค”๐Ÿ˜•. Saya rasa polisi harus lebih teliti lagi sebelum menangkap orang lain, nggak? ๐Ÿšจ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ. Dan kalau korban tidak apa-apa sih, kenapa dia harus dipaksa ngaku hal yang salah? ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ. Saya pikir ada hal yang tidak pas dalam kasus ini... ๐Ÿ˜”
 
Gue rasa banget sih, di Depok ada aksi kekerasan seperti ini? Korban yang ditahan, kan mereka hanya mengakui dugaan lho, tapi ternyata korban benar-benar tidak melakukan transaksi narkoba! Siapa yang bilang korban itu berbohong? Ada yang salah, sih... kasat polres depok malah melibatkan anggota TNI, itu gue rasa tidak biasa aja...
 
Saya khawatir apa yang terjadi di Depok itu... orang-orang harus bebas berbicara ya, tapi gak perlu ditawan dan disiksa. Korban itu gak salah sih, dia hanya takut akan konsekuensi. Sementara itu, tersangka-tersangka itu apa yang mereka lakukan? Menganiaya seseorang karena tidak mau mengakui hal yang gak terjadi? Itu bukan cara yang benar...
 
Gue pikir, apa yang terjadi disini adalah contoh bagaimana kekuasaan bisa membuat orang-orang menjadi korban sendiri. Mereka takut akan konsekuensi, jadi mereka langsung mengaku hal yang salah. Sementara itu, yang sebenarnya harus bertanggung jawab tapi malah berlindung di balik tuduhan palsu. Ini seperti permainan yang sangat berbahaya, dan kita semua pasti tidak ingin menjadi korbannya. Mungkin kita harus lebih berhati-hati dalam menilai situasi ini agar tidak terjadi hal yang sama lagi. ๐Ÿค”๐Ÿ’ญ
 
ini trus kisahnya... kenapa harus bunuh korban sementara tersangka itu sendiri yang gawa? sih kan tidak ada bukti yang solid, tapi mereka masih paksa korban mengaku hal yang tidak dilakukannya. ini trus membuat saya jadi curiga bagaimana polisi ini bekerja. mungkin harusnya ada penindakan lebih lanjut terhadap tersangka ini... ๐Ÿ’”
 
Makasih banget kawan, ternyata ada korban yang dianiaya karena tak mau berbohong ๐Ÿ™. Ini gila banget, siapa ngerangkeja aturan? Kita harus bisa percaya diri dalam menyatakan apa-apa yang kita rasakan, tapi ternyata ada orang yang ingin buat kita takut dan ngakukin dugaan yang salah ๐Ÿคฏ. Semoga korban yang meninggal mendapat ampun di sisi Allah SWT ๐Ÿ’•.
 
MASUKNYA POLISI NARAKOBA DI INDONESIA SEBELUMNYA HUBUNGANNYA DENGAN PENYINTAS, SUDAH BUAT Tahun-tahun ya ๐Ÿšจ! MEREKA MASIH BESA MENANGKAP KORBAN DAN MEMAKSA MEREKA MENGAKUI HAL YANG TIDAK PERLU DILAKUKAN! SIAPA YANG PILIHA INI, JANGAN YA... ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ

TAPI SERUNYA GILA SANG POLISI, MEREKABEBAS DIATAS HUKUMAN NYA, YA! ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ TAHU YA, POLISI BANYAK-YA YANG SUDAH BERDAGANG DENGAN NARAKOBA, TAPI MALAH INI YANG KUBAWA... ๐Ÿคฏ

MAYATNYA TERSANGKA WAT JALAH, TAPI SIAPA YANG PILIH NYA HABIS NYA DILIBUR? ๐Ÿ•Š๏ธ MASUKNYA NARKOBA DI INDONESIA SEBELUMNYA HUBUNGANNYA DENGAN PENYINTAS... SUDAH PULA-PULA YA! ๐Ÿšซ
 
Hmm, makanya kayaknya harus dipertimbangkan lagi sih. 3 orang meninggal setelah ditawan, itu memang bikin penasaran. Saya pikir perlu dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam dan jujur tentang apa yang terjadi sebenarnya. Ternyata korban diperlanyak dan dipaksa mengaku hal yang tidak dilakukannya... itulah yang sangat membuat saya bingung & penasaran. Saya rasa ada sesuatu yang salah di dalam proses penyelidikan ini.
 
Mungkin kalau korban itu bisa keluar dari Depok, ya tidak akan terjadi hal seperti ini... tapi kita lihat, korban yang berbelit-belit mengakui dugaan melakukan transaksi narkoba ternyata bukan orang yang salah, cuma tersangka yang menuduh dan melukai dia... apa artinya? Kita harus teliti juga dengan pihak TNI, kapan-kapan korupsi bisa terjadi dalam penyelidikan...
 
Penganiayaan yang dilakukan di Depok ini sangat berat, korban tak perlu mengakui dugaan melakukan transaksi narkoba tapi harus dihukum. Ini bukan cara pemerintah menjaga keamanan, tapi lebih seperti polisi membalas dendam. Mereka ini harus dibawa ke pengadilan dan dihukum dengan adil, jangan biarkan hukuman menjadi penindakan pada korban yang sudah mengalami kekerasan.
 
Haha, serius dong! Ternyata korban kekerasan itu malah punya tekanan besar karena harus mengakui hal yang salah, sih ๐Ÿคฃ. Aku rasa kalo aku ditarik ke pengadilan seperti ini, aku akan bilang bahwa aku tidak pernah punya narkoba, dan aku juga tidak suka makan nasi goreng yang habis di masakan! ๐Ÿ˜‚ Dan yang aneh lagi, tersangka itu sendiri yang punya niat membunuh korban? Makanya gini, jika aku mau mengakui kesalahan aku, toh aku akan mendapatkan 5 tahun penjara, tapi kalau aku tidak mau, maka aku bisa hidup bebas... dan aku masih bisa makan nasi goreng! ๐Ÿคฃ
 
ini kasus yang cukup pahit, dugaan narkoba tapi ternyata korban tidak perlu dianiaya begitu parah... serasa ada yang salah paham, siapa yang benar dan siapa yang salah? kalau bukti tidak ada maka jangan dipaksa mengaku hal yang tidak pernah dilakukan... tapi apa yang terjadi dengan tugasnya sebagai polisi sih? harusnya lebih bijak dalam menangani kasus ini...
 
Makasih kagum aja apa yang terjadi di Depok tadi. Kenapa sih harus jadi begitu? Korban itu berbelit-belit mengakui dugaan melakukan transaksi narkoba, tapi malah menjadi korban kekerasan yang parah. Semua ini karena kesal korban tidak mau mengaku siapa tahu... Tapi jangan salah arah, kita harus waspada tapi tidak membiarkan stereotip. Polisi harus lebih bijak dalam menyelidiki, nggak bisa terburu-buru atau salah asumsi. Korban itu juga bisa korban keadilan yang tidak seharusnya terjadi karena kesal siapa aja... ๐Ÿค•๐Ÿš”
 
kembali
Top