Anggota Permanen Dewan Perdamaian Gaza Bayar Rp16 T, Buat Apa?

Dewan Perdamaian, organisasi yang dirintis Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencari perdamaian di Gaza, menimbulkan kekhawatiran mengenai biaya status permanen anggota. Menurut laporan, negara-negara yang membayar dana sebesar USD1 miliar (sekitar Rp16 triliun) akan mendapatkan status sebagai anggota permanen di organisasi ini.

Tentu saja pertanyaannya adalah: apa yang dimaksud dengan uang sebanyak itu? Apakah semua biaya operasional organisasi ini akan dibayarkan oleh negara-negara tersebut atau hanya biaya status keanggotaan tetap?

Rancangan piagam yang beredar di media mengisar bahwa dana keanggotaan tersebut akan digunakan untuk upaya "perdamaian, keamanan, dan kemakmuran". Namun, banyak negara lain yang mempertanyakan tentang penggunaan dana tersebut. Misalnya seperti Kanada yang sepakat bergabung namun tidak setuju dengan biaya status keanggotaan tetap.

Bahkan, pihak Inggris khawatir tentang penggunaan dana keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza. Mereka juga mempertanyakan soal kerangka hukum yang akan digunakan oleh organisasi ini dalam beroperasi.

Sementara itu, surat kabar Times of London melaporkan bahwa para menteri di Inggris khawatir tentang maksud dan tujuan dari pembentukan organisasi ini. Mereka juga menyesar visi dan misi Dewan Perdamaian yang mengisyaratkan ruang lingkup global, yakni di setiap wilayah "yang terkena dampak atau terancam konflik".

Dalam bab pembukaan rancangan piagam itu menulis bahwa perdamaian abadi membutuhkan penilaian pragmatis, solusi masuk akal, dan keberanian untuk meninggalkan pendekatan dan institusi yang terlalu sering gagal.
 
Kalau sih, apa arti dari biaya status permanen itu? Apakah gini kayaknya mereka tawarkan kepada negara-negara lain kalau mau bergabung dengan Dewan Perdamaian? Tapi, soal biaya operasional itu gak jelas banget, kan? Maksudnya apa, sih? Kalau gini aja nanti semua biaya dianggarkan oleh negara-negara yang bergabung, itu berarti negara lain harus bayar juga, kan? Tapi, kalau tidak semua, makan sih siapa yang akan membayar biaya operasionalnya? 🤔
 
ini keren banget ya dewan perdamaian itu, tapi sih kayaknya aku rasa ada sesuatu yang tidak beres. kalau negara-negara harus membayar biaya status keanggotaan yang sampai 1 miliar USD? itu seperti ini, apakah mereka benar-benar siap untuk bayar uang itu hanya karena mau bergabung dengan organisasi ini? dan apa punjuknya dana tersebut digunakan? sih kayaknya ada yang tidak jelas. dan kan negara-negara lain juga mempertanyakan hal ini, misalnya Kanada yang setuju tapi tidak ingin membayar biaya keanggotaan. aku rasa seharusnya ada klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan biaya status keanggotaan itu...
 
Apa lagi yang bikin kita kekhawatir? 🤔 Masih banyak pertanyaan tentang biaya status keanggotaan organisasi ini, apakah semua biaya operasional mereka akan dibayarkan oleh negara-negara tersebut atau hanya biaya status keanggotaan? #KeamananInternasional
Dan apa lagi yang bikin kita curiga? Mereka bilang dana keanggotaan akan digunakan untuk upaya "perdamaian, keamanan, dan kemakmuran" tapi kita tidak tahu apa benar-benarnya. #KetelatenanPemerintah
Sementara itu, Kanada sudah setuju bergabung tapi tidak setuju dengan biaya status keanggotaan tetap. Mereka punya alasan yang tepat, bukan? #KeputusanKanada
Dan apa lagi yang bikin kita khawatir? Inggris juga mempertanyakan soal kerangka hukum yang akan digunakan oleh organisasi ini dalam beroperasi. Kita harus teliti banget! #KerangkaHukum
 
Biayanya sebanyak Rp16 triliun itu apa artinya? Makin lama operasionalnya makin mahal biayanya juga. Maka dari itu, perlu ada transparansi dan jelasnya tentang bagaimana dana keanggotaan itu digunakan. Tidak bisa cuma-cuma kan?
 
Wah, gak percaya aja kalau negara-negara besar mau berinvestasi dana sebesar Rp16 triliun untuk organisasi perdamaian di Gaza. Apa yang dimaksud dengan 'perdamaian abadi', sih? Tapi, aku rasa biaya status keanggotaan itu memang wajar, kalau kita nantinya bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama internasional dan berbagi pengetahuan. Tapi, apa yang membuat negara-negara lain khawatir, sih? Aku rasa biaya operasional harus diarahkan ke program-program yang bermanfaat, bukan hanya biaya status keanggotaan saja 🤔
 
Kalau ngga ada transparansi siapa yang ngerelasi biaya USD1 miliar itu? Nanggung kayaknya. Kalau bisa dibilang siapa yang memutuskan biaya keanggotaan tetap ya? Tahu juga siapa yang akan merasa dampak dari biaya tersebut? Kanada setuju aja tapi tidak mau bayar biaya keanggotaan tetap, maksudnya kan? Itu bukannya bikin masalah lagi.
 
Gue pikir biaya status permanen anggota Dewan Perdamaian Gaza itu kayak gak masuk akal banget! Gue bayangkan kalau Indonesia harus membayar biaya seperti itu untuk bergabung dengg organisasi ini... kalau kira-kira 16 triliun rupiah per tahun, kayak gue bayangin, gue akan lupa makan... apalagi kalau kita harus membayarnya setiap tahun? gue tahu kalau kanada juga nggak senang banget dengg biaya seperti itu... tapi, gue suka dengan visi dan misi dari Dewan Perdamaian Gaza, kayak gue bayangkan, mereka ingin membuat perdamaian abadi di seluruh dunia... tapi, gue paham kalau kerangka hukum yang akan digunakan oleh organisasi ini juga perlu dipertimbangkan agar tidak menjadi alasan utang-utang yang berantai.
 
Wahhh biaya status permanen di Dewan Perdamaian itu sebesar Rp16 triliun! Sepertinya organisasi ini lebih fokus pada bisnis daripada memang mencari perdamaian di Gaza . Apakah kita asyik ngewak-wak nih, sih? Tapi jadi serius, apa yang dimaksud dengan "perdamaian, keamanan, dan kemakmuran" itu? Jangan sampai mereka hanya nunggu biaya status keanggotaan tetap aja! Kanada juga mau bergabung tapi tidak setuju dengan biaya itu, sih. Inggris juga khawatir tentang kerangka hukumnya, sih... kayaknya kita harus ngobrol lebih serius dulu sebelum ngewak-wak .
 
Aku pikir biaya status permanen anggota ini nanti gak masuk akal banget. Mereka bilang aja bahwa dana itu akan digunakan untuk perdamaian, keamanan, dan kemakmuran, tapi kita tahu kalau organisasi ini dijalankan oleh orang-orang yang berbeda-beda ideologi ya. Bagaimana pasti biaya status keanggotaannya nanti tidak sama dengan operasionalnya? Gak masuk akal banget nih... 🤔
 
kembali
Top