Badan Geologi kembali menegaskan, penyebab terjadinya amblesan tanah di Limapuluh Kota bukan disebabkan oleh runtuhnya batu gamping. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, peristiwa amblesan tanah di Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, terjadi karena proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang tidak secara tiba-tiba.
"Tekstur batuan tersebut memiliki halus dan mengandung mineral lempung, padatnya juga memiliki kedalaman dan kondisi tersebut berdampak pada proses erosi," kata Lana.
Selain faktor jenis batuan, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan.
"Pergerakan tanah terus terjadi di lokasi fenomena sinkhole," kata Alexandra, Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota. "Tentu saja, pemerintah dan warga harus tetap menjaga keselamatan dengan mengantisipasi kemungkinan kejadian semakin membesar."
"Tekstur batuan tersebut memiliki halus dan mengandung mineral lempung, padatnya juga memiliki kedalaman dan kondisi tersebut berdampak pada proses erosi," kata Lana.
Selain faktor jenis batuan, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan.
"Pergerakan tanah terus terjadi di lokasi fenomena sinkhole," kata Alexandra, Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota. "Tentu saja, pemerintah dan warga harus tetap menjaga keselamatan dengan mengantisipasi kemungkinan kejadian semakin membesar."