Kematian Eyang Meri Hoegeng yang baru saja wafat, membuat ribuan penghuni Jakarta berkumpul menghadirkan karangan bunga di depan rumah duka kompleks Pesona Khayangan. Meskipun kondisinya terus menurun sejak dirawat pada Oktober 2025, tetapi ayahnya Aditya Soetanto Hoegeng mengatakan ibunya mendiang Meri Hoegeng meninggal di usia 100 tahun usai menjalani perawatan intensif.
Eyang Meri yang dikenal memiliki integritas tinggi sebagai sosok polisi, memilih untuk dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Hoegeng, Tajur Halang, Bogor. Alasannya mengatakan, kalau dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ibu tidak akan bisa ada di sebelahnya.
Eyang Meri wafat pada Selasa (3/2). Dia meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama dua pekan di RS Bhayangkara.
Eyang Meri yang dikenal memiliki integritas tinggi sebagai sosok polisi, memilih untuk dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Hoegeng, Tajur Halang, Bogor. Alasannya mengatakan, kalau dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ibu tidak akan bisa ada di sebelahnya.
Eyang Meri wafat pada Selasa (3/2). Dia meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama dua pekan di RS Bhayangkara.