Anak Ungkap Alasan Jenderal Hoegeng Tolak Dimakamkan di TMP Kalibata

Kematian Eyang Meri Hoegeng yang baru saja wafat, membuat ribuan penghuni Jakarta berkumpul menghadirkan karangan bunga di depan rumah duka kompleks Pesona Khayangan. Meskipun kondisinya terus menurun sejak dirawat pada Oktober 2025, tetapi ayahnya Aditya Soetanto Hoegeng mengatakan ibunya mendiang Meri Hoegeng meninggal di usia 100 tahun usai menjalani perawatan intensif.

Eyang Meri yang dikenal memiliki integritas tinggi sebagai sosok polisi, memilih untuk dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Hoegeng, Tajur Halang, Bogor. Alasannya mengatakan, kalau dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ibu tidak akan bisa ada di sebelahnya.

Eyang Meri wafat pada Selasa (3/2). Dia meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama dua pekan di RS Bhayangkara.
 
Aku rasa ini masih bisa jadi cerita bocor dari keluarga Hoegeng, pasalnya ada yang bilang kalau Eyang Meri wafat karena tidak mau masuk ke koma. Tapi aku juga paham kalau Ibu Meri Hoegeng bisa jadi sedang dalam perjalanan menuju kediaman akhirat, ya 🙏. Aku juga rasa kalo ayahnya Eyang Meri bilang itu di kompleks pemakaman keluarga Hoegeng ini adalah keputusan yang tepat. Karena kalau dia dimakamkan di TMP Kalibata, Ibu tidak akan bisa ada di sebelahnya. Aku juga rasa ini sangat penting bagi keluarga Hoegeng agar Ibu Meri dapat dalam perjalanan menuju kediaman akhirat dengan tenang 😊
 
wahhh sekali-satu lagi nyawa indah yang hilang 🙏💔 ayahnya pas berbicara kan dia gak sabar ngerasain kehilangan ibu-nya, tapi saya rasanya ibu-nya ini benar-benar legenda di kalangan orang tua, aja sapa-sapa tau dia ada di kompleks pemakaman keluarga Hoegeng, wah itu nyaman banget 🤩. dan gue penasaran kenapa dia memilih untuk dimakamkan disana, tapi saya rasa itu karena dia ingin ibunya bersamanya, itu yang paling penting kan? 💕
 
Aku pikir ini kayaknya salah pilihan untuk dimakamkan di Tajur Halang, tapi juga aku tidak terlalu kaget. Ibu Meri Hoegeng pasti ingin berada di samping ayahnya saja. Tapi, aku masih sedikit kecewa kalau ibu dia tidak bisa dipindahkan ke Rumah Pohon yang lebih modern dan nyaman. Kalau mau bisa aku pikir itu akan lebih baik untuk umat kemenyan.
 
Gue sadar kalau ada yang bikin kesal gue, tapi siapa tahu si Eyang Meri Hoegeng ini benar-benar orang baik banget, karena kalau dia mengatakan ibunya bisa dimakamkan di Tajur Halang, itu berarti dia tidak mau melupakan ayahnya. Saya pikir itu yang paling penting dalam kehidupan, keluarga. Dan kalau dia memilih untuk diubatkan di kompleks Pesona Khayangan, itu karena dia mungkin ingin keluarganya bisa berkumpul dan berdoa bersama-sama.

Gue juga lihat kalau ada banyak orang yang menghadirkan karangan bunga di depan rumah duka tersebut, itu bukti bahwa Eyang Meri Hoegeng ini benar-benar disayangi oleh masyarakat. Dan saya rasa itulah yang paling penting dalam kehidupan kita, kita harus saling menghormati dan mendukung satu sama lain.

Tapi, gue juga sadar kalau ada beberapa orang yang mungkin tidak setuju dengan keputusan Eyang Meri Hoegeng ini. Saya rasa itu adalah hak mereka untuk memiliki pendapat sendiri. Yang penting adalah kita harus selalu menghormati pendapat dan perasaan orang lain, bahkan jika kita tidak setuju dengan mereka. 😊
 
Makasih banget diberitahu tentang ayah Eyang Meri Hoegeng, nggak capek baca cerita ini 😔. Saya penasaran, apa kebiasaannya kalau orang tua wafat, kapan aja dimakamkan? Saya pikir kalau di kompleks pemakaman keluarga sih lebih nyaman dan dekat dengan keluarga 🤗. Tapi sih Eyang Meri memilih Tajur Halang, Bogor, apa salahnya? 🤔 Saya penasaran juga tentang perawatan intensif di RS Bhayangkara, berapa aja biangannya? Dan, nggak tahu sih bagaimana kalau tidak bisa dimakamkan di TMP Kalibata. Saya pikir itu bisa bikin konflik antara keluarga dan orang tua yang wafat 😕.
 
kembali
Top