Amnesty: Negara Bertanggung Jawab atas Kematian Alfarisi

Kematian Alfarisi Bin Rikosen Menjadi Pengingat Keras Kepada Krisis Kemanusiaan di Indonesia

Amnesty International menilai kematian Alfarisi bin Rikosen menjadi peringatan keras bagi sistem hukum dan peradilan di Indonesia. Pemuda yang ditangkap dalam rangkaian penindakan terhadap aksi demonstrasi pada Agustus 2025, meninggal dunia saat menjalani penahanan di Rumah Tahanan Kelas I Medaeng, Surabaya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menegaskan bahwa kematian Alfarisi merupakan tanggung jawab sepenuhnya pada negara. Menurutnya, kondisi tersebut menempatkan tanggung jawab sepenuhnya pada negara karena Alfarisi meninggal dunia dengan status sebagai terdakwa yang masih ditahan dan belum memperoleh putusan hukum tetap.

"Alfarisi seharusnya tidak meregang nyawa saat berada dalam penguasaan penuh negara. Itu artinya negara bertanggung jawab atas kematian almarhum," ujar Usman Hamid dalam keterangan pers yang diterima Tirto, Senin (5/1/2025).

Kematian Alfarisi mencerminkan kegagalan negara dalam memenuhi kewajiban fundamentalnya, termasuk menjamin hak untuk hidup, hak untuk terbebas dari perlakuan tidak manusiawi, serta hak atas kesehatan. Kewajiban tersebut juga melekat pada para tahanan yang kebebasannya dirampas oleh negara selama proses hukum berlangsung.

Fakta bahwa Alfarisi meninggal dunia diduga akibat penyakit pernapasan dan sempat mengalami kejang, tanpa adanya catatan riwayat penyakit serius sebelumnya, dinilai semakin memperkuat dugaan adanya kelalaian struktural serta pembiaran oleh otoritas rumah tahanan.

"Selama berada di dalam tahanan, kondisi Alfarisi memburuk. Berat badannya turun drastis, diperkirakan 30 hingga 40 kg dan diduga mengalami tekanan psikologis yang berat. Lalu berdasarkan keterangan rekan satu sel, sebelum meninggal dunia Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang," ujarnya.

Amnesty International Indonesia juga menilai kematian Alfarisi tidak dapat dilepaskan dari konteks pemberangusan kebebasan berekspresi pasca demonstrasi Agustus 2025. Menurut Hamid, terdapat ironi dalam praktik penegakan hukum di Indonesia, di mana negara dinilai cepat dan represif dalam mengkriminalisasi serta mengadili warga sipil dan aktivis.

"Ada ironi yang menyakitkan dalam penegakan hukum kita, yaitu negara cepat dan represif mengkriminalisasi dan mengadili warga sipil dan aktivis, seperti yang dialami Laras Faizati, Delpedro Marhaen, Wawan Hermawan dan Alfarisi sendiri," ujarnya.
 
Pernah kira nggak kalau sistem hukum Indonesia bisa menjadi contoh yang baik buat negara lain? Nyawanya Alfarisi masih dipertangguhkan nggak kayak aja nggak ada yang bertanggung jawab? Kematian itu benar-benar bikin kaget, apalagi kalau si dia masih ditahan dan belum punya putusan hukum. Itu bukti bahwa sistem ini masih sangat salah.
 
gampang ya, kematian Alfarisi bin Rikosen itu sebenarnya sinyal keras bagi sistem hukum di Indonesia gini kayaknya. Amnesty International benar-benar tidak sabar-sabaran mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab negara sepenuhnya. Meninggal dunia dengar status sebagai terdakwa yang masih ditahan dan belum memperoleh putusan hukum tetap itu artinya negara bertanggung jawab atas kematian almarhum. Semua ini menempatkan tanggung jawab sepenuhnya pada negara, terutama dalam memenuhi kewajiban fundamental seperti menjamin hak untuk hidup, hak untuk terbebas dari perlakuan tidak manusiawi, serta hak atas kesehatan.
 
Ini kejahatan yang makin semangat kita #ProtesPerubahanPemerintahan! Kematian Alfarisi Bin Rikosen benar-benar bukti bahwa sistem hukum di Indonesia masih jauh dari yang terbaik #AmnestyInternational #HakAsasi manusia. Jangan sampai kita semua jadi korban #KebijakanPemerintahan dan penindasan! 🚨💔
 
ini masalah yang gila kayaknya... kematian almarhum Alfarisi bin Rikosen itu bukan sekedar kecelakaan atau kesalahan seseorang, tapi ada tanggung jawabnya yang jelas pada negara itu sendiri. apa artinya negara bisa lupa bahwa manusia itu punya hak dasar untuk hidup dan tidak boleh dibawa pulang seperti peti umat? kondisi di rumah tahanan yang dingin dan keterpencilan terhadap Alfarisi, itu bukan cara bagus untuk memenuhi kewajiban negara.
 
ini kabar itu jatuh di dada kita semua, siapapun juga tahu kalau hukumnya tidak bisa dipercaya, orang ditangkap tanpa alasan yang jelas dan kemudian bunuh di dalam penahanan... gak ada yang mau bertanggung jawab, malah siapa yang harus diperlakukan paling buruk? ini bukan mainan lagi, apa yang terjadi ke Alfarisi itu benar-benar berbahaya, apalagi kalau kita lihat dari situasi ini membuatnya jadi contoh untuk orang lain...
 
wahhh kematian Alfarisi bin Rikosen itu benar-benar bikin sedih nih. siap aja dia ditangkap dan kemudian gini. apa yang bisa kita lakukan kalau negara kita sendiri tidak mau memperhatikan kebebasan berekspresi rakyat? sepertinya sistem hukum kita masih banyak kekurangan. mungkin kalau kita semua bisa bekerja sama untuk membuat perubahan, kita bisa membuat Indonesia menjadi tempat yang lebih baik untuk semua orang 🤔💡
 
Kematian Alfarisi benar-benar bikin rasa sedih, siapa tahu kalau bisa mencegah hal ini? Saya pikir negara harus lebih berhati-hati dalam menangani penahanan terhadap aktivis dan demonstran. Ini tidak hanya tentang hukum, tapi juga tentang keadilan dan hak asasi manusia.

Saya bingung kalau pihak berwenang nggak bisa mencegah Alfarisi kematianya, bukannya mereka yang bertanggung jawab? Saya harap ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memperhatikan kondisi tahanan dan penahanan di Indonesia.
 
kembali
Top