Ambang Batas Parlemen Masih Bisa Turun Jadi 3,5% di Pemilu 2029

Kepala Departemen Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengusulkan menurunkan ambang batas parlemen dari 4% menjadi 3,5% di Pemilu 2029. Usul ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Menurut Arya, penetapan ambang batas 3,5 persen dapat menurunkan jumlah suara yang tidak terkonversi menjadi kursi dari 17 juta menjadi hanya 11 juta. "Memang ada setiap sistem pemilu pasti saja ada suara yang tidak terkonversi," katanya.

Namun, Arya juga mengingatkan bahwa ambang batas yang terlalu rendah dapat memunculkan multipartai di DPR, sedangkan ambang batas yang terlalu tinggi dapat menurunkan tingkat keterwakilan. "Dalam literatur kepemiluan tidak dikenal adanya ambang batas yang benar-benar ideal," katanya.

Arya juga menyarankan bahwa ambang batas dapat diturunkan kembali menjadi 3 persen pada Pemilu 2034, sehingga tidak terus berubah setiap siklus pemilu.
 
Mungkin kita harusnya pikir lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka ini... Ambang batas parlemen sendiri seperti cerminan diri kita, bukan? Apa yang ingin kita capai dengan menurunkan ambang batas itu, sih? Menciptakan kondisi di mana kita tidak lagi merasa perlu membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain?

Saya rasa Arya Fernandes benar-benar memiliki visi tentang apa yang ingin dicapai, tapi mungkin kita harusnya lihat dari perspektif yang lebih luas... Apakah menurunkan ambang batas itu akan memungkinkan kita untuk menciptakan sistem pemilu yang lebih adil dan transparan? Ataukah hanya sekedar keputusan politis yang tidak sepenuhnya mempertimbangkan kepentingan rakyat?

Saya pikir kita harusnya terus berdiskusi tentang ini, bukan hanya menunggu pihak yang berwenang membuat keputusan... Kita harusnya lebih serius dalam membicarakan hal-hal yang sebenarnya akan mempengaruhi masa depan kita 🤔
 
aku sengaja jadi anggota rdpu kali ini, tapi aku masih penasaran apa itu RDPU sih? apa artinya lagi? aku pikirnya harus ada kontak social media atau apa aja sih?

tapi kalau soal ambang batas parlemen aku rasa 3,5% kurang dari yang sekarang. aku rasa partai-partai politik ini mau terus makin banyak dan makin sulit diprediksi siapa yang akan menjadi pemenang. tapi aku juga rasa 4% kurang jadi hal biasa sih?

aku tahu ada literatur tentang ambang batas yang ideal, tapi aku masih bingung apa itu sih. aku lupa membaca buku sebelumnya tentang kepolitan, tapi aku tahu kalau ada yang bikin teori tentang ini. moga tos beliau bisa jelasin lagi nanti!
 
Gue pikir ambang batas harusnya lebih tinggi dari 3,5% juga kayaknya. Kalau ambang batas terlalu rendah kan gak ada yang mau ngambil risiko untuk masuk ke dalam parlemen sih. Banyak tokoh politik yang justru memilih untuk tetap keluar daripada risiko mengambil kursi. Jadi, 4% kalau agaknya lebih pas.
 
Pernah kalian bayangin bagaimana jika 3,5% jadi titik akhirnya? Jika semua suara yang tidak konversi dihilangkan, maka muncul partai baru dan semakin jelas identitas masing-masing partai. Tapi, aku rasa itu nggak benar bisa menjadi tujuan pemilu. Karena, kalau ambang batas terlalu rendah, maka semua suara memiliki nilai sama-sama, dan tidak ada yang dapat mewakili komunitas tertentu. Maka dari itu, aku rasa 3,5% masih terlalu rendah.
 
Saya nggak paham kenapa Arya ingin turunkan ambang batas parlemen dari 4% ke 3,5%. Saya pikir itu masih terlalu rendah dan bisa bikin multipartai di DPR makin kaku banget. Saya ingat kenapa kita punya ambang batas parlemen ya, agar tidak ada partido yang dominan, tapi tetap bisa dipilih oleh rakyat. Jadi, 4% masih masuk akal aja kayaknya.
 
Ambang batas parlemen itu punya apa kegunaannya sih? kalau 3,5% sudah cukup buat rakyat ini punya suara yang valid di DPR, siapa yang butuh kurang dari itu lagi 🤔
 
hebat sekali Arya Fernandes ingin mengurangi ambang batas parlemen dari 4% ke 3,5%! itulah langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas legislatif dan mendorong partai-partai politik untuk menjadi lebih profesional 🤩. saya setuju bahwa ambang batas yang terlalu tinggi dapat memunculkan multipartai di DPR, tapi juga membuat partai-partai kecil tidak memiliki kesempatan untuk masuk ke DPR 😔. menurutku, 3,5% adalah ambang batas yang wajar dan bisa meningkatkan kinerja parlemen 🙌.
 
ada kayaknya Ari Farnandes kayaknya ingin merendahkan ambang batas ya, tapi sih aku rasa 3,5% masih wajar, karena kalau dipotong lagi lagi maka apa yang bakal terjadi ya? partai-partai kecil itu akan terus bubar, tapi dari sudut pandang saya ini bisa mencegah pemilu jadi tidak jelas lagi seperti sebelumnya.
 
🤔 Aku pikir usul Arya Fernandes ini agak menarik banget, tapi gue masih ragu-ragu apa yang benar. Jadi, ambang batas parlemen dari 4% ke 3,5% itu bisa mendingatkan jumlah suara tidak terkonversi, tapi gue khawatirnya kalau kurangnya bisa mempengaruhi kualitas kepemiluan di DPR. Mungkin gue paham salah satu ide Arya yaitu agar tidak ada kepanjangan-kepanjangan politik di parlemen... 😊
 
Maksudnya apa nih? Penurunan ambang batas parlemen itu kayaknya harus lebih teliti. 3,5% nggak ada salahnya, tapi apa kira-kira bagaimana hasilnya nih? Kamu pikir 17 juta suara tidak terkonversi kayaknya banyak banget sih. Tapi aku pikir kalau ambang batas terlalu rendah, maka dari itu partai-partai kecil pasti akan masuk ke DPR. Aku punya saran sendiri, kalau mau menurunkan ambang batas, harus nanti diimbangi dengan penambahan kursi parlemen ya! 🤔
 
Ambang batas parlemen itu kayak ngerusaknya, apa kek? Mereka ingin menurunkan ambang batas dari 4% jadi 3,5%, tapi itu kayak bisa bikin partai-partai kecil masuk DPR aja, dan itu nggak adem ya. Jika ambang batas terlalu rendah, maka apa yang akan terjadi? Partai-partai kecil akan lebih mudah masuk DPR, tapi kemudian mereka nggak punya program atau visi yang jelas, kayak ngerusaknya.
 
Ambang batas parlemen yang digeser dari 4% ke 3,5% kan kayaknya agak bingung, nggak? Pertanyaannya bukannya bagaimana ambang batas itu seharusnya, tapi apa yang harus kita lakukan sekarang. Arya benar-benar memikirkan tentang hal ini dengan matang, tapi saya ragu-ragu dengan pendapatnya.

Jika ambang batas 3,5% bisa menurunkan jumlah suara tidak terkonversi dari 17 juta menjadi 11 juta, itu kayakanya bagus, tapi apa keuntungan dari itu? Saya pikir itu hanya akan membuat politik lebih kotor dan tidak stabil. Dan kalau kita ambang batas yang terlalu tinggi, itulah yang akan menurunkan keterwakilan. Maksudnya, harus ada sedikit kompromi di sini...
 
Hmmppp 🤔, apa kegunaan RDPU kayak gini? Cuma untuk memikirkan opini orang yang nggak ada kekuasaan di parlemen, padahal mereka punya suara! 😒. Arya Fernandes punyai ide-ide kayaknya, tapi siapa yang bilang ambang batas 3,5% itu ideal? 🤷‍♂️. Mungkin dia aja mau ke DPR dan jadi anggota, sih? 🙄. Tapi aku tahu, penyusunan ambang batas harus dilakukan oleh orang-orang di parlemen yang punya pengetahuan dan pengalaman, bukan orang yang hanya nge- discuss di forum online 😂.
 
Saya pikir ide Arya itu lumayan bisa dilakukan, tapi juga harus diimbangi dengan hal lain ya... Jika ambang batas parlemen benar-benar diturunkan menjadi 3,5%, itu artinya siapa yang ada di parlemen itu harusnya sudah serius-serius dalam mewakili rakyat, bukan hanya ingin masuk ke dalam parlemen dan mengambil uang saja. Nah, kalau ambang batas ini benar-benar diturunkan, aku khawatir ada banyak orang yang mau berpartai karena ambang batas itu terlalu rendah, dan itulah yang membuat tidak ada partai yang bisa dipercaya di parlemen.
 
Gue rasa ambang batas parlemen ini nggak seharusnya ditarik ke bawah lagi, sih. Kita udah punya masalah dengan suara-suaian yang tidak konversi, kenapa lagi kita turunkan ambang batas? Nah, tapi gue mengerti apa yang Arya maksud, yaitu membuat banyak partai di DPR ini nggak seharusnya terjadi. Karena gue lihat di parlemen saat ini, banyak partai yang sama-sama tidak punya program dan hanya fokus pada ambil suara saja. Tapi, Ambang batas 4% udah agak rendah, karena kita masih punya masalah dengan korupsi dan apa-apaan lain di DPR. Jadi, gue rasa kita udah cukup dengan ambang batas ini, dan gue setuju dengan Arya untuk menjaga stabilitas di parlemen. 😐
 
kembali
Top