Kepala Departemen Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengusulkan menurunkan ambang batas parlemen dari 4% menjadi 3,5% di Pemilu 2029. Usul ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut Arya, penetapan ambang batas 3,5 persen dapat menurunkan jumlah suara yang tidak terkonversi menjadi kursi dari 17 juta menjadi hanya 11 juta. "Memang ada setiap sistem pemilu pasti saja ada suara yang tidak terkonversi," katanya.
Namun, Arya juga mengingatkan bahwa ambang batas yang terlalu rendah dapat memunculkan multipartai di DPR, sedangkan ambang batas yang terlalu tinggi dapat menurunkan tingkat keterwakilan. "Dalam literatur kepemiluan tidak dikenal adanya ambang batas yang benar-benar ideal," katanya.
Arya juga menyarankan bahwa ambang batas dapat diturunkan kembali menjadi 3 persen pada Pemilu 2034, sehingga tidak terus berubah setiap siklus pemilu.
Menurut Arya, penetapan ambang batas 3,5 persen dapat menurunkan jumlah suara yang tidak terkonversi menjadi kursi dari 17 juta menjadi hanya 11 juta. "Memang ada setiap sistem pemilu pasti saja ada suara yang tidak terkonversi," katanya.
Namun, Arya juga mengingatkan bahwa ambang batas yang terlalu rendah dapat memunculkan multipartai di DPR, sedangkan ambang batas yang terlalu tinggi dapat menurunkan tingkat keterwakilan. "Dalam literatur kepemiluan tidak dikenal adanya ambang batas yang benar-benar ideal," katanya.
Arya juga menyarankan bahwa ambang batas dapat diturunkan kembali menjadi 3 persen pada Pemilu 2034, sehingga tidak terus berubah setiap siklus pemilu.