Angka ambang batas parlemen yang saat ini sudah 4% kemungkinan besar akan turun menjadi 3,5% di Pemilu 2029. Kepala Departemen Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, mengusulkan turunnya angka ambang batas secara bertahap dalam dua kali siklus pemilu. Pertama, menurunkan dari 4% ke 3,5% di Pemilu 2029, dan ini berlaku untuk tingkat nasional dan di daerah.
Menurut Arya, penetapan ambang batas 3,5 persen adalah angka yang moderat. Ambang batas itu juga disebutnya bisa menurunkan jumlah suara yang tidak terkonversi menjadi kursi dari 17 juta menjadi hanya 11 juta. Dengan demikian, sistem proporsional terbuka dapat lebih baik dalam mengatur jumlah kursi.
Namun, Arya menjelaskan bahwa ambang batas yang terlalu rendah berpotensi memunculkan multipartai di DPR. Sementara ambang batas yang terlalu tinggi justru berisiko menurunkan tingkat keterwakilan. Oleh karena itu, dia merekomendasikan untuk tetap stabil dan tidak terus berubah setiap siklus pemilu.
Dalam literatur kepemiluan tidak dikenal adanya ambang batas yang benar-benar ideal. Penetapan threshold sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai oleh sistem pemilu itu sendiri.
Menurut Arya, penetapan ambang batas 3,5 persen adalah angka yang moderat. Ambang batas itu juga disebutnya bisa menurunkan jumlah suara yang tidak terkonversi menjadi kursi dari 17 juta menjadi hanya 11 juta. Dengan demikian, sistem proporsional terbuka dapat lebih baik dalam mengatur jumlah kursi.
Namun, Arya menjelaskan bahwa ambang batas yang terlalu rendah berpotensi memunculkan multipartai di DPR. Sementara ambang batas yang terlalu tinggi justru berisiko menurunkan tingkat keterwakilan. Oleh karena itu, dia merekomendasikan untuk tetap stabil dan tidak terus berubah setiap siklus pemilu.
Dalam literatur kepemiluan tidak dikenal adanya ambang batas yang benar-benar ideal. Penetapan threshold sangat bergantung pada tujuan yang ingin dicapai oleh sistem pemilu itu sendiri.