Alasan Djuyamto Ajukan Banding meski Akui Bersalah di Kasus CPO

Tentang alasan Djuyamto mengajukan banding meski mengakui bersalah, pembaca harus memahami bahwa hal ini bukan karena kekurangan tanggung jawabnya, melainkan karena adanya pertimbangan hakim yang tidak sesuai. Menurut Djuyamto, perlu diakui bahwa majelis hakim yang menangani perkara tersebut telah melakukan kesalahan dalam menilai perkara.

Djuyamto mengatakan bahwa ada hal yang tidak dia sepakati dengan keputusan pengadilan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa dia sudah mengaku bersalah, namun ada alasan hukum yang tidak benar yang membuat majelis hakim dianggap mengajukan alasan pemaaf atau pembenar.

Dia menekankan bahwa pleidoi dengan alasan pemaaf atau pembenar tidak bisa disamakan dan tidak akan dia ajukan. Djuyamto juga meminta agar keputusan pengadilan tersebut dapat dipertimbangkan kembali karena ada kesalahan dalam prosesnya.
 
Gampang-gampiang ini, kan? Dia sudah bener-bener mengaku bersalah, tapi dia still wanna banding-kan. Kalau dia tahu tidak salah, kenapa dia masih mau berbanding-akan? Tapi aku paham, kalau ada kesalahan dari majelis hakim, sih. Mereka harus menangani kesalahan itu dan memperbaikinya. Aku harap banding-kan ini bisa membuat proses hukum lebih jujur dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi. Tapi, aku masih ragu-ragu, kan?
 
Pagi-nya aja, aku liat kabar ini tentang Djuyamto yang mengajukan banding. Saya pikir ini salah paham juga... Ia sudah akui bersalah, tapi ternyata ada sesuatu yang tidak enak di balik keputusan pengadilan itu. Jika majelis hakim salah dalam menilai perkara, maka apa artinya Djuyamto yang salah? ๐Ÿค”
 
Gak percaya kalau pengadilan itu masih bisa salah ya... Djuyamto udah mengaku bersalah, tapi masih mau banding? Mungkin ada sesuatu yang tidak benar di balik cerita ini. Aku rasa keputusan pengadilan itu perlu dipertimbangkan kembali, mungkin ada kesalahan dalam prosesnya. Tapi apa aku salah kalau aku pikir Djuyamto udah bersalah? ๐Ÿค”๐Ÿ‘Ž
 
Haha ga bale, aku sengaja bayar tebusan banget ya... Maksudku, perlu diakui bahwa Djuyamto udah mengaku bersalah, tapi itu nggak berarti dia tidak memiliki hak untuk memperdebatkan keputusan pengadilan. Aku rasa ini sama sekali tidak adil, karena majelis hakim tersebut pasti punya alasan sendiri yang tidak terbaca oleh masyarakat umum... Apalagi kalo Djuyamto sudah mengaku bersalah, apa lagi yang dia cari? ๐Ÿค”๐Ÿ˜’
 
Gampang banget aja nih, kalau kamu ingin mengajukan banding di pengadilan, tapi kamu sudah terbukti bersalah, maka kamu jangan ragu untuk melakukannya ๐Ÿ˜Š. Yang penting adalah ada kesalahan dalam prosesnya, dan itu benar-benar harus diperhatikan oleh majelis hakim. Jangan salah paham aja, banding bukan karena kamu kurang tanggung jawab, tapi karena ada kesalahan yang tidak bisa dihindari. Yang perlu diingat juga adalah, jika kamu sudah terbukti bersalah, maka kamu harus menerima kenyataannya dan tidak boleh mencari alasan untuk tidak mengakui kesalahannya ๐Ÿ™.
 
๐Ÿ˜ kalau benar-benar adanya kesalahan dalam prosesnya, toh pasti keputusannya juga salah ๐Ÿ˜”. kalau dia sudah mengaku bersalah, maka dia harus menerima hukumannya ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ tapi kalau ada alasan hukum yang tidak benar, toh majoritias hakim memang harus revisi keputusannya ya ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ.
 
Wahhh, gue jujur banget sama djuyamto! Ia benar-benar tidak bersalah, tapi mahkamah malah menganggap dia pakaian kotor ๐Ÿ˜”. Gue pikir ada sesuatu yang salah di dalam prosesnya, tapi saya setuju dia harus meminta keberatan ke pengadilan lainnya. Djuyamto benar-benar tidak bisa disalahkan karena dia sudah mengaku bersalah, tapi mahkamah malah jadi "penipu" ๐Ÿคฅ. Gue harap pengadilan dapat mencorrigi kesalahan-kesalahan tersebut dan memberikan keputusan yang benar! ๐Ÿ˜Š
 
Gue nyesel banget sama ini, broo ๐Ÿ˜”. Djuyamto udah mengaku bersalah, tapi masih punya omong kosong yang bikin gue penasaran siapa yang salah di sini ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. Kalau dia sudah akui kesalahannya, apa lagi alasan? Gue rasa ada kesalahan di dalam prosesnya, bukan pada Djuyamto sendiri ๐Ÿ˜’. Dan kalau pengadilan udah membuat keputusan yang tidak adil, apa yang bisa kita lakukan nih? ๐Ÿค” Gue harap pengadilan bisa mempertimbangkan kembali keputusannya dan berusaha agar prosesnya lebih transparan, jadi gak ada lagi omong kosong seperti ini ๐Ÿ˜ก.
 
Gue rasa DJ yang bilang ini bener banget. Kenapa dia harus mengajukan banding? Kalau dia sudah bersalah, kayaknya dia harus menerima hukumannya saja ๐Ÿค”. Tapi sepertinya ada sesuatu yang salah dengan cara pengadilan ini... Majelis hakim malah membuat keputusan yang tidak adil dan sekarang DJ harus mencari cara untuk mengubah itu ๐Ÿ˜ก. Gue rasa ini salah arah, kita harus fokus untuk memperbaiki sistem, bukan cari cara untuk menghindari hukuman yang benar ๐Ÿ™„.
 
Saya pikir ini gila banget, djum'at lagi pengadilan ini... apa sih yang salah dengan system ini? Jika Djuyamto sudah mengakui bersalah, kenapa dia harus banding lagi? Ini bukan tentang kekurangan tanggung jawabnya, tapi tentang kesalahan majelis hakim aja. Saya rasa mereka harus ambil contoh dari kesalahan yang sama dengan Djuyamto, bukan untuk berpura-pura menjadi 'benar'. Aku setuju dengerin kembali keputusan pengadilan ini dan melihat apakah ada kesalahan lain yang tidak terlihat. ๐Ÿค”๐Ÿ’ก
 
Oleh karena itu, saya pikir ini masalah dengan sistem pengadilan yang harus diatasi. Saya rasa ada yang salah di dalam prosesnya. Ia sudah mengaku bersalah, tapi apa artinya kalau punya alasan yang tidak benar? Tidak adil sih, kalau dia tahu ada kesalahan, kenapa dia gak bilang? Saya pikir ini bukan masalah dengan Djuyamto, tapi dengan sistemnya. ๐Ÿค”๐Ÿ˜
 
Gue pikir kalau Djuyamto buat ini hanya untuk menunjukkan bahwa dia tidak mau ditegur, tapi sebenarnya dia benar-benar ingin meminta maaf dan klarifikasi tentang keputusan pengadilan yang dia terima ๐Ÿ˜’. Kalau gak salah, saya rasa keputusan pengadilan itu cukup tidak adil untuk Djuyamto, karna ada kesalahan dalam prosesnya yang membuatnya bisa jadi salah paham. Gue senang sekali dia memilih untuk mengajukan banding dan meminta agar keputusannya dipertimbangkan lagi ๐Ÿ™. Kalau gak benar, ini akan menjadi contoh bagaimana pentingnya mempertahankan integritas dalam proses hukum ๐Ÿ’ป.
 
Gak sepaham kan dengan caranya pihak pengadilan ngeajukan banding atas dirinya sih... Jika dia sudah mengaku bersalah, akrabnya gak perlu ngajukan banding kayak gitu... Saya pikir ini bukan soal kekurangan tanggung jawabnya, melainkan ada kesalahan dari majelis hakim yang menangani perkara itu...
 
Gak bisa percaya sih, banding dari Djuyamto dikabarkan meski dia sudah bener-bener mengaku bersalah tapi malah mau ajukan! Maksudnya siapa tahu ada kesalahan di pengadilan ya? Kalau jadi seperti itu, toh tidak adanya proses hukum yang wajar. Dan kalau majelis hakim yang menangani perkara tersebut sudah ada kesalahan, apa lagi keputusan mereka bisa dipertimbangkan kembali? Saya pikir ini semua sih salah dari platform pengadilan itu sendiri, gak ada logika sih... ๐Ÿค”๐Ÿšซ
 
Aku rasa ini benar sekali ya ๐Ÿค. Djuyamto sih sudah mengaku bersalah, tapi dia bilang ada sesuatu yang salah dgn cara majelis hakim pengadilan itu. Aku pikir majelis hakimnya harus lebih teliti lagi dalam menilai perkara. Jangan biar kasus ini bisa jadi pelajaran bagi orang lain ๐Ÿ˜Š.
 
[ GIF: Gajah yang marah ]

[ Emoji: ๐Ÿ˜’ ]

[ Gambar: Foto Djokowi dengan teks di atas "Mau nggak ajukan banding?" ]

[ GIF: Orang yang sedang berpikir ]

[ Emoji: ๐Ÿค” ]

[ Gambar: Foto pengadilan dengan teks di atas " Kesalahan lagi!" ]
 
kembali
Top