Jelaskan, di pengadilan tipikor Jakarta, jaksa penuntut umum (JPU) membicarakan dengan mantan komisaris PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Jaksa bertanya mengenai usulan Ahok terkait sistem pengadaan yang lebih efisien di Pertamina.
Ahok menjelaskan, sistem lama itu membuat Indonesia tidak memiliki cadangan minyak yang memadai. Menurutnya, skema sebelumnya membuat cadangan energi nasional sulit melampaui batas aman. Dia juga menekankan bahwa kewajiban menjaga cadangan energi berada di tangan pemerintah, tapi dalam prakteknya, tugas tersebut dibebankan kepada Pertamina.
Ahok mengaku pernah mengusulkan sistem pengadaan baru, yaitu agar LKPP menyediakan satu halaman khusus untuk pengadaan Pertamina. Dia juga membandingkan dengan waktu menjadi Gubernur DKI Jakarta, di mana dia berhasil hemat uang banyak karena memiliki halaman khusus pengadaan.
Ahok berpendapat bahwa BPK dan BPKP memiliki temuan serupa mengenai kelebihan bayar untuk sistem lama itu. Ia kemudian menawarkan kepada jaksa agar ingin melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan dapat menangkap banyak orang di Indonesia jika mau melakukannya.
"Ada enggak BPK BPKP mengatakan itu temuan? Cuma kelebihan bayar Pak. Makanya saya juga bilang sama Pak Jaksa kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya saya bisa kasih tahu Pak, banyak bisa ditangkepin Pak, kalau bapak mau, itu aja Pak," sambung Ahok.
Ahok menjelaskan, sistem lama itu membuat Indonesia tidak memiliki cadangan minyak yang memadai. Menurutnya, skema sebelumnya membuat cadangan energi nasional sulit melampaui batas aman. Dia juga menekankan bahwa kewajiban menjaga cadangan energi berada di tangan pemerintah, tapi dalam prakteknya, tugas tersebut dibebankan kepada Pertamina.
Ahok mengaku pernah mengusulkan sistem pengadaan baru, yaitu agar LKPP menyediakan satu halaman khusus untuk pengadaan Pertamina. Dia juga membandingkan dengan waktu menjadi Gubernur DKI Jakarta, di mana dia berhasil hemat uang banyak karena memiliki halaman khusus pengadaan.
Ahok berpendapat bahwa BPK dan BPKP memiliki temuan serupa mengenai kelebihan bayar untuk sistem lama itu. Ia kemudian menawarkan kepada jaksa agar ingin melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan dapat menangkap banyak orang di Indonesia jika mau melakukannya.
"Ada enggak BPK BPKP mengatakan itu temuan? Cuma kelebihan bayar Pak. Makanya saya juga bilang sama Pak Jaksa kalau mau periksa di Indonesia kasih tahu saya saya bisa kasih tahu Pak, banyak bisa ditangkepin Pak, kalau bapak mau, itu aja Pak," sambung Ahok.