Perjalanan BUMN Tekstil, Sebuah Analisis Risiko Berat
Pemerintah Indonesia kembali menanamkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil. Menurut Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, langkah ini bukanlah kebijakan yang disarankan, karena BUMN seringkali tidak dapat menghadapi persaingan di pasar.
Rencana pemerintah untuk melengkapi rantai nilai industri tekstil demi mengurangi ketergantungan asing sebenarnya perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka BUMN tekstil ini akan menjadi pesaing produsen tekstil yang sudah mengalami kemajuan. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan harga produk naik dan mendorong penutupan usaha lokal.
Bentuk dari rancangan pemerintah untuk meningkatkan industri tekstil sebenarnya perlu dipertimbangkan dengan cermat agar tidak salah arah.
Pemerintah Indonesia kembali menanamkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil. Menurut Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, langkah ini bukanlah kebijakan yang disarankan, karena BUMN seringkali tidak dapat menghadapi persaingan di pasar.
Rencana pemerintah untuk melengkapi rantai nilai industri tekstil demi mengurangi ketergantungan asing sebenarnya perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka BUMN tekstil ini akan menjadi pesaing produsen tekstil yang sudah mengalami kemajuan. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan harga produk naik dan mendorong penutupan usaha lokal.
Bentuk dari rancangan pemerintah untuk meningkatkan industri tekstil sebenarnya perlu dipertimbangkan dengan cermat agar tidak salah arah.