Ada Risiko dari Rencana Pembentukan BUMN Tekstil

Pertarungan antara BUMN dan produsen tekstil asal luar negeri pasti akan membuat konsumen sulit memilih. Kalau bukan, kenapa pemerintah harus terlibat? Kita cuma butuhkan teknologi dan investasi, gak perlu bantuan pemerintah untuk menanamkan rasa patriotis di kalangan produsen. Kalau di Indonesia ini ada keraguan, itu bukan masalah kita.
 
Hmm, kalau memang gak sabar ingin bukti Indonesia bisa kompeten di pasar internasional, mungkin harus banget berhati-hati banget dalam menciptakan BUMN tekstil ini. Kalau gak hati-hati, maka bisa jadi industri lokal ini akan kesulitan bersaing dengan produsen tekstil asal luar negeri yang sudah sangat berpengalaman. Nah, itu akan bikin harga produk naik dan kemungkinan besar penutupan usaha lokal juga terjadi. Nah, mungkin perlu ada contoh model BUMN yang sukses sebelumnya bisa dipelajari dan diadopsi, jadi kalau gak salah, maka kita bisa membuat BUMN tekstil ini lebih kompeten.
 
Gak ngerti sihapa gini BUMN mau banget bikin tekstil. Jika kita udah punya banyak konsultan dan investor yang sudah terbiasa dengan industri ini, maka apa aja gunanya?
Mungkin ganti jadi industri lain aja yang lebih modern seperti teknologi atau otomotif. Kita Indonesia udah banyak mahasiswa yang lulus jurusan itu juga.
 
Aku pikir pemerintah gak bisa salah, tapi apa yang terjadi kalau BUMN tekstil ini langsung masuk persaingan pasar? Aku bayangin aku sendiri sedang belajar di SMK Negeri, lalu ada perusahaan BUMN yang langsung masuk ke pasar kita. Maka apa yang terjadi kalau mereka punya harga yang lebih murah daripada yang kami jual di sekolah? Pasti mahasiswa seperti aku akan memilih membelinya. Tapi, pemerintah harus pertimbangkan bagaimana cara agar BUMN ini tidak menutup usaha lokal. Mungkin ada cara lain, gak perlu langsung masuk persaingan.
 
kembali
Top