Bertanggung jawab atas kontroversi yang semakin mengelilingi komedian dan aktor, Pandji Pragiwaksono, setelah menampilkan sebuah materi stand up di Netflix. Banyak masyarakat yang membandingkan pendapat mereka tentang kehadiran Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam konteks humor.
Ternyata ada seorang tokoh lain yang menanggapi dengan keras atas kata-kata tersebut, yaitu Dr. Tompi, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika. Dalam unggahan di akun Instagramnya, ia menjelaskan bahwa kondisi fisik Wapres Gibran tidak bisa dianggap mengantuk, melainkan adalah PTOSIS suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis.
Menurut Dr. Tompi, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Ia menyerukan agar naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya.
Ternyata ada seorang tokoh lain yang menanggapi dengan keras atas kata-kata tersebut, yaitu Dr. Tompi, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika. Dalam unggahan di akun Instagramnya, ia menjelaskan bahwa kondisi fisik Wapres Gibran tidak bisa dianggap mengantuk, melainkan adalah PTOSIS suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis.
Menurut Dr. Tompi, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Ia menyerukan agar naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya.