Ada Apa dengan Tompi & Pandji Pragiwaksono Soal Wapres Gibran?

Bertanggung jawab atas kontroversi yang semakin mengelilingi komedian dan aktor, Pandji Pragiwaksono, setelah menampilkan sebuah materi stand up di Netflix. Banyak masyarakat yang membandingkan pendapat mereka tentang kehadiran Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam konteks humor.

Ternyata ada seorang tokoh lain yang menanggapi dengan keras atas kata-kata tersebut, yaitu Dr. Tompi, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika. Dalam unggahan di akun Instagramnya, ia menjelaskan bahwa kondisi fisik Wapres Gibran tidak bisa dianggap mengantuk, melainkan adalah PTOSIS suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis.

Menurut Dr. Tompi, merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Ia menyerukan agar naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya.
 
Aku pikir Dr. Tompi benar-benar keren ya! Kalau kita ngomong tentang kecerdasan atau gagasan orang lain, itu penting banget. Tapi kalau kita malah ngomong tentang fisiknya, itu sama-sama tidak bermana. Aku rasa Pandji Pragiwaksono hanya coba buat kontroversi, tapi kalau orang lain punya pendapat yang sama, itu jadi alasan untuk menanggapi dengan keras. Kita harus fokus pada apa yang benar-benar penting, yaitu gagasan dan kebijakan. Kita harus naikkan standar diskusi kita agar lebih baik, bukan hanya ngomong tentang fisik yang tidak perlu dipilih oleh orang lain 🙏
 
Makasih dengerin kabar ini... aku pikir terus2 masyarakat Indonesia yang keren ini, bisa berdiskusi tentang sesuatu yang penting... tapi padahal ada banyak hal penting di Indonesia, kita masih banyak yang fokus pada hal-hal sederhana aja... seperti kontroversi Wapres Gibran, siapa tahu kan apa benar dan salahnya. Aku rasa Dr Tompi ini nggak salah banget, kalau kita terus2 menghajar orang lain karena kekurangannya, bukanlah solusi... tapi kita harus fokus pada bagaimana cara kita bisa menjadi lebih baik sendiri aja...
 
Aku rasa kalau Dr. Tompi benar-benar kayaknya. Kita harus fokus pada isu utama di dalam kontes humor ini bukannya menyinggung kecantikan Wapres Gibran, tapi bagaimana komedian tersebut bisa mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dan ngelmuin orang banyak. Aku pikir kalau kita harus kritisi gagasan dan tindakan yang benar-benar tidak tepat, bukannya menyinggung fisik seseorang. Contohnya, kalau ada komedian yang mengatakan sesuatu yang tidak benar tentang pemerintah atau sistem pendidikan, aku pikir kita harus bereaksi dan mengkritisi itu. Tapi, kalau hanya sekedar menyinggung kecantikan Wapres Gibran, aku rasa itu tidak masuk akal dan tidak bermanfaat 🙄.
 
Gak enak banget nonton video dari Pandji Pragiwaksono itu 🤦‍♂️. Yang pasti, Wapres Gibran Raka nggak perlu dijadikan objek komedi. Kondisinya sih normal aja, tapi kalau kita bandingkan dengan orang lain, pasti gak enak nonton. Tapi yang penting, kita harus bisa berbicara dengan bijak dan tidak merendahkan seseorang karena kondisi fisiknya 🤝. Dr. Tompi nggak salah, kita harus lebih fokus pada gagasan dan tindakan yang sebenarnya bukan fisik tubuhnya 😊.
 
Oke deh, aku pikir Dr. Tompi benar sekali. Aku suka banget sama dia, dia bilang benar-benar jujur tapi juga punya pengetahuan yang luas banget! Aku sendiri seringkali nggak sabar dengan komentar orang lain tentang wajah atau bentuk tubuh mereka, tapi sekarang aku mulai mengubah pendapat. Aku pikir ada satu hal yang perlu kita lakukan, yaitu membuat kritik yang lebih bijak dan tidak terlalu fokus pada fisik seseorang. Misalnya, aku sendiri suka banget sama komedi Pandji, tapi sekarang aku mulai ngerti bahwa humor itu bisa sangat subjektif! 🤣
 
Udah bikin kontroversi lagi si Wapres Gibran 🤦‍♂️. Gak percaya apa yang kata Dr Tompi itu, tapi kalau benar-benar ada kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan atau medis, maka gak perlu dibandingkan dengan orang lain. Sama-sama manusia, kan? 🤝 Tapi siapa tahu, mungkin Wapres Gibran sendiri juga tidak sadar tentang apa yang dia cari nonton di Netflix 😂. Udah banyak yang bilang, udah banyak yang tertawa, tapi gak ada yang bilang benar-benar apa yang sedang dibicarakan. Maka dari itu, harus jujur dalam diskusi kita, bukan hanya tentang fisik ya? 💬
 
Pandji Pragiwaksono memang pintar banget ngobrol, tapi siapa bilang dia udah jelas tentang apa yang dia mainkan di Netflix? 🤔 Nah, giliran Dr. Tompi untuk bertemu dengan Pandji, tapi mungkin dia lebih sibuk main ngobrol dengan penggemarnya di Instagram 😂. Tapi, serius aja, kita harus berhati-hati tidak mengkritik orang karena fisiknya, kayaknya perlu ada standar yang jelas buat diskusi kita, gak bisa sembarangan aja. Kita harus fokus pada gagasan dan tindakan, tapi juga jangan lupa bahwa kita juga harus menghormati pendapat masing-masing orang, baik itu Pandji atau Dr. Tompi 🤝.
 
kembali
Top