3 Tersangka Lain Perkuat Peran Bahar Smith di Kasus Penganiayaan

Pemukulan di Depan Panggung, Lalu Pahit di Rumah, Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Utama Kasus Penganiayaan Banser Tangerang

Kepolisian menyatakan bahwa Habib Bahar bin Smith menjadi tersangka utama dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang. Peran tersebut disahkan oleh keterangan tiga tersangka lainnya yang juga ikut melakukan pemukulan.

Menurut Kombes Budi Hermanto, Kepolisian menyelidiki kasus ini setelah menerima laporan dari saksi dan korban yang menyebutkan bahwa Bahar bin Smith mengikuti pemukulan yang terjadi di Cipondoh pada tanggal 21 September 2025. Pemukulan tersebut melibatkan anggota Banser yang saat itu berdesak-desakan, hingga akhirnya dipukul kepala.

Namun, menurut Budi Hermanto, Bahar bin Smith tidak hanya ikut melakukan pemukulan di depan panggung, tetapi juga mengikuti kekerasan kembali terhadap korban di sebuah rumah yang juga ditetapkan sebagai tersangka. "Jadi, kalau di kejadian atau di depan panggung itu baru dipukul kepala ya, tapi ketika di sebuah ruangan atau di rumah salah satu tersangka itu abis-abisan dianiaya," ungkap Budi.

Bahar bin Smith sendiri tidak menjawab pertanyaan dari wartawan terkait kasus ini. Pemeriksaan yang lebih mendalam akan dilakukan besok, Rabu (4/2/2026) di Polres Tangerang Kota pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, menyatakan bahwa Bahar bin Smith pernah menghadiri pengajian di alun-alun Cipondoh dan sering hadir pada acara tabligh akbar. Namun, saat tersebut, para kader Banser tidak menampakkan ketidaksukaan terhadap kehadiran Bahar bin Smith.

"Kader saya, Sahabat Rida, memang kalau beliau itu suka ya menghadiri pengajian, termasuk maulid, tidak melihat penceramahnya itu Bahar, habib atau bukan habib, termasuk kiai, ustaz, ya beliau ketika waktunya ada dan berkesempatan selalu hadir," kata Midyani saat dihubungi wartawan.

Kasus penganiayaan ini menimbulkan kontroversi karena Bahar bin Smith dikenal sebagai tokoh yang pro-Ayah Alami.
 
aku pikir kalau ini kasus nyata banget, orangnya melakukan kekerasan terhadap seseorang dan lalu ngeluh siapa yang salah? kalau tidak mau diadili berarti korban udah gugur ya! apa yang ingin disampaikan Bahar bin Smith itu tentang apa? seharusnya dia mau mengakui apa-apa yang ia lakukan di waktu itu, sih.
 
Maksudnya siapa juga tidak tahu kalau ada kasus seperti ini, tapi apa yang penting adalah korbannya nyawanya nggak terluka banget, mungkin harus dibawa ke rumah sakit lagi. Nah, kasus ini jadi bikin perdebatan banyak orang, dan aku pikir kalau dia bisa jujur dulu sih, bukan seperti itu yang penting ya kan?
 
Gue kira siapa aja yang mau mengikuti pemukulan, tapi ternyata ada lagi yang ikut terlibat ya... Kalau si Habib Bin Smith ini benar-benar tertangkap utama, maka pasti dia salah sakti. Gue rasa yang paling menyesal adalah korban Banser itu, kalau si dia harus mengalami hal yang seperti itu. Dan siapa tahu, mungkin ada lagi yang ikut terlibat tapi takut berbicara. Kasus ini memang membuat kontroversi, tapi gue harap semua sisi di balik kasus ini bisa jadi dipelajari dan belajar dari kesalahan.
 
Gue tahu kalau sementara kasus ini masih sedang dipertimbangkan, siapa tau ada yang mau buat narasumber tapi jangan lupa udah kita klarifikasi terlebih dahulu. Gue rasa kalau di kejadian itu Bahar bin Smith lebih dari sekedar ikut pemukulan, tapi juga yang meminta kader Banser tersebut untuk dipukul kepala loh! Tapi siapa tau ada yang mau jawab pertanyaan gue tentang hal ini. Kita harus teliti dan tidak naif, kalau kita tidak jujur dengan diri sendiri, siapa yang akan percaya gue?
 
Aku pikir kalau gini terjadi di depan panggung, tapi ketika ada kekerasan di rumah, siapa yang mau ngeresa-nya? Kalau dia hanya ikut pemukulan di depan panggung aja, tapi kemudian juga ikut melawan korban di rumah... itu tidak jelas. Aku rasa kasus ini memang komplis.
 
Aku rasa kabar-kabar ini bikin rasa tidak nyaman deh, kenapa harus terjadi seperti ini? Siapapun punya kesempatan untuk berubah dan jangan mengejek orang lain. Bahar bin Smith malah jadi semacam simbol dari apa yang salah dengan kita semua, yaitu ketika kita tak ingin mendengar pendapat orang lain dan langsung menganggap mereka kalah. Kalau kita berubah menjadi hati-hati dan peduli terhadap orang lain, mungkin kasus seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi ๐Ÿ’”
 
Cerita kasus ini kayaknya terlalu kompleks, nggak bisa dipahami sama sekali... Kalau dia ikut memukul korban di depan panggung, tapi kemudian juga dianiaya lagi di rumahnya, itu kayaknya bikin keraguan siapa yang benar-benar bertanggung jawab. Dan apa lagi kalau ada kontroversi karena dia pro-ayah Alami? Itu kayaknya bikin banyak orang tidak percaya... ๐Ÿค”
 
omg banget! Kasus ini terlalu serius, kalau penganiayaan Banser itu gampang aja siapa tahu apa lagi yang bisa terjadi ๐Ÿคฏ. Pemukulan di depan panggung itu sudah tidak biasa, kan? dan kemudian dianiaya di rumahnya... ini kayaknya kasus nyata banget! ๐Ÿšจ

Aku suka membaca berita-bertiapa tentang apa yang terjadi di Indonesia, tapi kadang aku juga penasaran dengan latar belakang orang yang terlibat dalam kasus-kasus seperti ini. Tapi, siapa tahu siapa yang benar dan siapa yang salah ๐Ÿค”.

Kasus ini memang membuat kontroversi karena Bahar bin Smith adalah tokoh pro-Ayah Alami, tapi ini juga bisa menjadi kesempatan untuk membahas tentang perbedaan antara penganiayaan dan toleransi. Aku penasaran apa pendapat masyarakat tentang hal ini ๐Ÿค”.

Sudah lama aku ingin membagikan berita ini, tapi aku tidak tahu di mana harus mulai ๐Ÿ˜…. Mungkin aku bisa membuat postingan panjang yang panjang lebar tentang kasus ini? ๐Ÿ’ญ
 
Penganiayaan Banser itu bukannya kekecewa, tapi sih sedikit berantai ya... Jadi, pertama kalinya ada pemukulan di depan panggung, kemudian korban datang ke rumahnya dan ditimpa pahit. Kalau dilihat dari sudut pandang saya, itu bukannya cara yang benar diatasi masalahnya. Tapi, aku juga tidak bisa mengatakan bahwa Bahar bin Smith itu lupa budi... Aku rasa perlu ada penjelasan yang jelas tentang apa yang terjadi di sana, tapi gampangnya gak sih jawabannya ๐Ÿ˜•
 
Gue pikir kalau pihak berwenang gue juga cari tahu apa kabar dengan mereka, tapi kadang gue rasa mereka udah sengaja mengacak-acak bukti untuk menyinggung orang tertentu. Nah, kasus ini bikin gue penasaran kok. Tersangka utama itu siapa dan kenapa dia harus menjadi target utama? Gue bayangkan kalau gue sedang dihubungi wartawan tentang kasus yang sama dan dia bilang "ga tahu apa-apa" juga. Nggak mau jujur atau apa? Gue rasa ada sesuatu yang tidak beres di balik semuanya ini... ๐Ÿค”
 
"Penganiayaan apa pun itu tidak bisa disangkal, tapi apakah kita harus menyesatkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa orang lain tidak pernah melakukan kesalahan? Semua orang memiliki kelemahan dan kesempatan untuk memilih jalan yang salah. Yang penting adalah bagaimana kita belajar dari kesalahan tersebut."
 
Gue pikir apa yang dibicarakan itu kalau gak ada hubungannnya sama sekolah. Apa yang penting adalah kader Banser itu kalau suka ikut berperan dalam kasus ini. Gue pikir itu kalau gue ada kesempatan, aku juga akan ikut ikut cari tahu apa yang terjadi di depan panggung dan di rumah. Tapi apa yang penting itu buat kita anak sekolah adalah kader kita tidak boleh ikut berperan dalam kasus-kasus yang bikin orang lain kecewa atau marah. Semoga kasus ini bisa segera ditutup dan gak ada lagi korban yang terkena dampaknya ๐Ÿค•
 
๐Ÿค” kasus ngegak Banser itu gak sabarnya... siapa tahu asli atau tidak, tapi kisah korban itu pasti buat ngerasa nyawa mulu ya... ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ kalau di kejadian depan panggung saja dipukul kepala, tapi ketika di rumah juga dikejar dan dianiaya? yang salah siapa? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ perlu penejahan lebih lanjut dari kepolisian nih... tapi mungkin karena kasusnya gak terlalu sederhana, jadi kerenyah aja ya...
 
ini kasusnya lagi, siapa tahu apa yang sebenarnya terjadi di depan panggung dan di rumah, tapi perlu diingat kalau Bahar itu pro-Ayah Alami juga sih, tapi tidak berarti dia bisa menindas orang lain aja karena ideanya. dan apa yang di lakukan kader Banser, mereka malah jadi korban dari kekerasan yang ditimbulkan oleh Bahar. ini perlu di analisis lebih dalam, ada konflik antara pandangan Bahar dengan pandangan Banser, mungkin ada kesalahpahaman yang terjadi.
 
Gue pikir kalau kasus ini sengaja dijadikan ajang untuk memperbanyak kontroversi dan fitnah... tapi gue rasa kini kasus ini sudah cukup jelas, siapa pun yang ikut melakukan kekerasan pasti akan dihukum. tapi apa yang membuat gue heran adalah bagaimana Bahar bin Smith bisa memiliki teman atau pengikut banyak sekali dalam waktu singkat, dan mereka semua bisa membayangkan dirinya menjadi pembunuh. itu kayaknya terlalu cepat...
 
Gue tahu, kepolisian gak bisa langsung percaya siapa aja yang ikut berdemonstrasi ya, kalau kemudian ternyata ada yang ikut memukul korban. Sepertinya Bahar bin Smith bikin kesalahpahaman lagi. Gue pikir apa khasi ayo kita biarkan proses penyelidikan dulu sebelum gue berbicara banyak ya, tapi gak usah bingung, siapa yang ikut memukul pasti harus dihukum.
 
heyy ๐Ÿ˜‚.. apa lagi yang ingin dibicarakan? kasusnya jadi semakin kompleks nih ๐Ÿคฏ! lihat, dari keterangan 3 tersangka lainnya, bahar bin smith ikut melakukan pemukulan depan panggung, tapi kalau di rumah kriminal dia yang menjadi korban ๐Ÿ˜ณ. ini apa kekayaan hukum kita? ๐Ÿค”

tapi kayaknya yang penting adalah kasus ini tidak bisa dipandang dari sudut pandang satu sisi ya ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. kalau bahar bin smith pro-ayah alami, tapi dia ikut melakukan pemukulan terhadap seorang Banser? ini apa kebijakan agama kita? โš ๏ธ

atau mungkin yang harus dipertimbangkan adalah kalau ada orang yang berbeda pendapat, tapi tetep bisa menjadi korban ๐Ÿ˜•. ini apa solusinya? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

menurutku, dari data statis kasus kekerasan terhadap Banser di Indonesia sejak 2020, sudah ada 567 kasus ๐Ÿ“Š, dengan jumlah korban 2.456 orang ๐Ÿ‘ฅ. dan tahun-tahun terakhir ini, kasus-kasus tersebut meningkat secara signifikan ๐Ÿš€.

di sisi lain, menurut data survei dari PPIM (Pusat Penelitian Pemberdayaan Masyarakat) TNI AD yang dikeluarkan pada 2024, hanya 12% masyarakat Indonesia percaya bahwa kepolisian efektif dalam mengatasi kasus kekerasan ๐Ÿšซ. ini apa solusinya? ๐Ÿ’ก

jadi, dari semua data dan survei yang ada, saya rasa kita harus terus memperhatikan hal-hal seperti ini nih ๐Ÿ”.
 
kembali
Top