Dalam sidang lanjutan korupsi kredit Sritex di Pengadilan Tipikor Semarang, tiga pejabat Bank BJB diungkapkan telah menerima amplop uang dari bos Sritex. Amplop tersebut sebenarnya merupakan bingkisan biasa yang tersembunyi di dalam tas kain berwarna biru. Namun, ketika Nancy Adistyasari, eks Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB, mengetahui ada uang di bawah kotak botol, dia langsung menghadap atasannya Yuddy Renaldi dan meminta agar amplop tersebut dikembalikan kepada bosnya.
Pernyataan Nancy ditanggapi dengan kritik dari rekan kerjanya yang kini menjadi terdakwa, Dicky Syahbandinata. Ia mengatakan bahwa antara mengembalikan amplop dengan menolak uang sejak awal itu berbeda. Pengembalian amplop tersebut dilakukan beberapa hari setelah diterima.
Korupsi kredit Sritex yang melibatkan Bank BJB memiliki dampak yang sangat besar, yaitu Rp671 miliar. Selain itu, ada 12 terdakwa yang disidang secara terpisah, termasuk tiga petinggi bank: Yuddy Renaldi mantan Dirut, Beny Riswandi mantan Senior Executive Vice President Bisnis, dan Dicky Syahbandinata mantan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB.
Pernyataan Nancy ditanggapi dengan kritik dari rekan kerjanya yang kini menjadi terdakwa, Dicky Syahbandinata. Ia mengatakan bahwa antara mengembalikan amplop dengan menolak uang sejak awal itu berbeda. Pengembalian amplop tersebut dilakukan beberapa hari setelah diterima.
Korupsi kredit Sritex yang melibatkan Bank BJB memiliki dampak yang sangat besar, yaitu Rp671 miliar. Selain itu, ada 12 terdakwa yang disidang secara terpisah, termasuk tiga petinggi bank: Yuddy Renaldi mantan Dirut, Beny Riswandi mantan Senior Executive Vice President Bisnis, dan Dicky Syahbandinata mantan Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB.