Kasus Yai Mim yang viral sejak beberapa bulan lalu ternyata tidak hanya berujung pada penetapan tersangka, tetapi juga menimbulkan kerumunan di kalangan masyarakat. Menurut informasi yang diterima dari pihak kepolisian dan kuasa hukum Nurul Sahara, Yai Mim ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi dan pelecehan seksual.
Ternyata awal mulai muncul perseteruan antara Yai Mim dan Nurul Sahara. Menurut laporan yang dilayangkan tetangga Nurul, yaitu pihak kepolisian, pertengungan ini terjadi sejak pertengahan 2025 lalu. Yai Mim melaporkan Nurul sebagai pelanggaran karena menggunakan lahan waqafnya untuk parkir mobil rental.
Namun, hal ini berubah ketika video perseteruan antara Yai Mim dan Nurul Sahara beredar di media sosial. Salah satu video menunjukkan Yai Mim berguling-guling di tanah ketika berseteru dengan Nurul. Kedua belah pihak kemudian saling melapor ke polisi, dari dugaan pencemaran nama baik hingga fitnah dan perusakan barang.
Yai Mim dilaporkan oleh Nurul pada 8 Oktober 2025 atas dugaan pelecehan seksual. Pada tanggal 23 Oktober, Yai Mim dilaporkan lagi oleh tetangga lainnya dengan tuduhan yang sama. Dalam laporannya, Yai Mim diduga secara sengaja menyebarkan konten pornografi ke Nurul Sahara dan tetangga lainnya.
Sementara itu, kuasa hukum Nurul Sahara menegaskan bahwa Yai Mim dianggap melakukan pelecehan verbal dan sengaja menunjukkan video mesum ke sejumlah orang. Meskipun demikian, Yai Mim sempat membantah tuduhan tersebut dan menyebut bahwa ia tidak tahu tentang dugaan pelecehan yang dilayangkan kepadanya, termasuk video mesum.
Kemudian, pihak polisi melakukan pemeriksaan Yai Mim pada 7 November lalu. Pemeriksaan ini dilakukan setelah Yai Mim terlebih dulu tidak muncul dari panggilan pemeriksaan pada Oktober lalu.
Dalam keterangannya, Yai Mim menyatakan bahwa ia menjawab sekitar 50 pertanyaan dari pihak kepolisian selama pemeriksaan tersebut. Ia juga menyatakan akan berlaku kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang ia jalani.
Namun, pada tanggal 6 Januari 2026, Yai Mim ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi dan pelecehan seksual oleh pihak polisi. Kematian ini menimbulkan kerumunan di kalangan masyarakat.
Ternyata awal mulai muncul perseteruan antara Yai Mim dan Nurul Sahara. Menurut laporan yang dilayangkan tetangga Nurul, yaitu pihak kepolisian, pertengungan ini terjadi sejak pertengahan 2025 lalu. Yai Mim melaporkan Nurul sebagai pelanggaran karena menggunakan lahan waqafnya untuk parkir mobil rental.
Namun, hal ini berubah ketika video perseteruan antara Yai Mim dan Nurul Sahara beredar di media sosial. Salah satu video menunjukkan Yai Mim berguling-guling di tanah ketika berseteru dengan Nurul. Kedua belah pihak kemudian saling melapor ke polisi, dari dugaan pencemaran nama baik hingga fitnah dan perusakan barang.
Yai Mim dilaporkan oleh Nurul pada 8 Oktober 2025 atas dugaan pelecehan seksual. Pada tanggal 23 Oktober, Yai Mim dilaporkan lagi oleh tetangga lainnya dengan tuduhan yang sama. Dalam laporannya, Yai Mim diduga secara sengaja menyebarkan konten pornografi ke Nurul Sahara dan tetangga lainnya.
Sementara itu, kuasa hukum Nurul Sahara menegaskan bahwa Yai Mim dianggap melakukan pelecehan verbal dan sengaja menunjukkan video mesum ke sejumlah orang. Meskipun demikian, Yai Mim sempat membantah tuduhan tersebut dan menyebut bahwa ia tidak tahu tentang dugaan pelecehan yang dilayangkan kepadanya, termasuk video mesum.
Kemudian, pihak polisi melakukan pemeriksaan Yai Mim pada 7 November lalu. Pemeriksaan ini dilakukan setelah Yai Mim terlebih dulu tidak muncul dari panggilan pemeriksaan pada Oktober lalu.
Dalam keterangannya, Yai Mim menyatakan bahwa ia menjawab sekitar 50 pertanyaan dari pihak kepolisian selama pemeriksaan tersebut. Ia juga menyatakan akan berlaku kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang ia jalani.
Namun, pada tanggal 6 Januari 2026, Yai Mim ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi dan pelecehan seksual oleh pihak polisi. Kematian ini menimbulkan kerumunan di kalangan masyarakat.