Warga Negara Asing yang Bermasalah di Indonesia, Banyaknya Tinggal di Kawasan Elite.
Direktur Jenderal Imigrasi menunjukkan bahwa banyak WNA yang bermasalah tinggal di daerah mewah di Indonesia. Beberapa kasus yang dilaporkan oleh Imigrasi menunjukkan bahwa WNA ini sering berada di kawasan elite, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan.
Para WNA yang terlibat dalam kejahatan siber ini biasanya berasal dari Cina dan melakukan penipuan dengan mengaku sebagai wanita muda. Mereka menggunakan aplikasi Telegram dan teknologi artificial intelligence untuk melakukan video call sex yang menjadi bahan pemerasan. Korban mereka adalah warga Korea Selatan.
Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menyatakan bahwa pihaknya melakukan pendataan terhadap WNA yang tinggal di kawasan elite, karena banyaknya WNA yang ditemukan di lokasi mewah dengan sistem penjagaan yang ketat. Pihak Imigrasi juga menggelar kegiatan penggalangan kesadaran kepada para pihak keamanan untuk meningkatkan kesiapan dalam deteksi terhadap WNA bermasalah.
Selain itu, Direktur Jenderal Yuldi Yusman menyatakan bahwa WNA yang melakukan kejahatan biasanya jarang keluar rumah dan sering memesan makanan melalui aplikasi online dalam jumlah besar. Dengan demikian, pendataan WNA bermasalah dapat membantu memudahkan deteksi terhadap mereka yang masih bersarang di Indonesia, terutama para sindikat kejahatan.
Direktur Jenderal Imigrasi menunjukkan bahwa banyak WNA yang bermasalah tinggal di daerah mewah di Indonesia. Beberapa kasus yang dilaporkan oleh Imigrasi menunjukkan bahwa WNA ini sering berada di kawasan elite, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan.
Para WNA yang terlibat dalam kejahatan siber ini biasanya berasal dari Cina dan melakukan penipuan dengan mengaku sebagai wanita muda. Mereka menggunakan aplikasi Telegram dan teknologi artificial intelligence untuk melakukan video call sex yang menjadi bahan pemerasan. Korban mereka adalah warga Korea Selatan.
Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman menyatakan bahwa pihaknya melakukan pendataan terhadap WNA yang tinggal di kawasan elite, karena banyaknya WNA yang ditemukan di lokasi mewah dengan sistem penjagaan yang ketat. Pihak Imigrasi juga menggelar kegiatan penggalangan kesadaran kepada para pihak keamanan untuk meningkatkan kesiapan dalam deteksi terhadap WNA bermasalah.
Selain itu, Direktur Jenderal Yuldi Yusman menyatakan bahwa WNA yang melakukan kejahatan biasanya jarang keluar rumah dan sering memesan makanan melalui aplikasi online dalam jumlah besar. Dengan demikian, pendataan WNA bermasalah dapat membantu memudahkan deteksi terhadap mereka yang masih bersarang di Indonesia, terutama para sindikat kejahatan.