Pemerintah Indonesia Minta Waspada 5 Risiko Berbahaya
Laporan World Economic Forum (WEF) membeberkan lima masalah yang mungkin dihadapi Indonesia dalam dua tahun ke depan atau 2026-2028. Laporan ini berasal dari Executive Opinion Survey 2025 yang menjaring pandangan dari para pimpinan bisnis global.
Pertama, kurangnya kesempatan ekonomi dan pengangguran utamanya di usia muda dapat mendorong ekstremisme. Kondisi ini juga akan memicu kemerosotan struktural prospek kerja atau standar kerja dan/atau hambatan terus-menerus terhadap realisasi potensi dan keamanan ekonomi.
Kedua, dampak buruk dari teknologi kecerdasan buatan (AI); kemerosotan ekonomi seperti resesi atau stagnasi; dan terakhir adalah inflasi. Lebih lanjut, laporan WEF memperlihatkan risiko utama yang membayangi dunia adalah konfrontasi geoekonomi.
Konfrontasi geoekonomi menjadi risiko utama yang paling mungkin memicu krisis global yang signifikan pada tahun 2026. Risiko terbesar kedua adalah konflik bersenjata berbasis negara. Menurut WEF, ini dapat membawa konsekuensi global yang sistemik, disengaja, dan luas.
Pemerintah Indonesia meminta waspada dengan risiko ini karena dapat memperlebar ketimpangan dan memicu guncangan ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang bahaya-bahaya ini.
Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan kerja agar masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan bahwa pelayanan publik dan perlindungan sosial tetap memadai untuk menghadapi risiko-risiko tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tinggi. Namun, dengan datangnya teknologi kecerdasan buatan dan kemerosotan ekonomi, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang bahaya-bahaya ini.
Jadi, mari kita waspada dengan risiko-risiko tersebut dan bekerja sama untuk menghadapi mereka. Kita harus memiliki kebijakan yang kuat dan efektif untuk mengatasi risiko-risiko ini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya-bahaya tersebut.
Laporan World Economic Forum (WEF) membeberkan lima masalah yang mungkin dihadapi Indonesia dalam dua tahun ke depan atau 2026-2028. Laporan ini berasal dari Executive Opinion Survey 2025 yang menjaring pandangan dari para pimpinan bisnis global.
Pertama, kurangnya kesempatan ekonomi dan pengangguran utamanya di usia muda dapat mendorong ekstremisme. Kondisi ini juga akan memicu kemerosotan struktural prospek kerja atau standar kerja dan/atau hambatan terus-menerus terhadap realisasi potensi dan keamanan ekonomi.
Kedua, dampak buruk dari teknologi kecerdasan buatan (AI); kemerosotan ekonomi seperti resesi atau stagnasi; dan terakhir adalah inflasi. Lebih lanjut, laporan WEF memperlihatkan risiko utama yang membayangi dunia adalah konfrontasi geoekonomi.
Konfrontasi geoekonomi menjadi risiko utama yang paling mungkin memicu krisis global yang signifikan pada tahun 2026. Risiko terbesar kedua adalah konflik bersenjata berbasis negara. Menurut WEF, ini dapat membawa konsekuensi global yang sistemik, disengaja, dan luas.
Pemerintah Indonesia meminta waspada dengan risiko ini karena dapat memperlebar ketimpangan dan memicu guncangan ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang bahaya-bahaya ini.
Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan kerja agar masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan bahwa pelayanan publik dan perlindungan sosial tetap memadai untuk menghadapi risiko-risiko tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tinggi. Namun, dengan datangnya teknologi kecerdasan buatan dan kemerosotan ekonomi, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang bahaya-bahaya ini.
Jadi, mari kita waspada dengan risiko-risiko tersebut dan bekerja sama untuk menghadapi mereka. Kita harus memiliki kebijakan yang kuat dan efektif untuk mengatasi risiko-risiko ini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya-bahaya tersebut.