Warga Surabaya Rumahnya Diserobot Jadi Dapur MBG, Pelindo Buka Suara

Saya pikir kalau gini keren banget! Semua orang harus tahu bahwa jenderal-geral dan pejabat tinggi itu jangan sampai lupa akan rakyat biasa-biasa saja. Wawan Syarwhani itu kayaknya bukan main-main, dia berani menghentikan tembok pembangunan dapur MBG yang bikin rumahnya tidak ada lagi 😒.

Tapi, kalau ingin tahu benar tentang situasi ini, saya rasa perlu ada informasi yang lebih jelas dari pihak kementerian atau pihak yang berwenang. Saya khawatir si Wawan Syarwhani bisa dihukum karena aksi-anya itu. tapi kalau ini benar-benar ganti rugi, maka saya setuju dengan dia 💯.

Saya rasa kita harus lebih peduli tentang kenyataan hidup masyarakat biasa-biasa saja, bukan hanya soal politik atau peristiwa yang jadi headline di koran. Kita harus bisa melihat dari perspektif mereka, ya! 🤝
 
Aku paham banget ya kisah Wawan Syarwhani. Kalau aku duduk di suratannya, aku akan merasa sangat sedih dan marah juga, tapi aku rasa yang penting adalah dia harus fokus pada dirinya sendiri, bukan menyalahkan orang lain. Aku yakin dia perlu waktu dan bantuan dari komunitas di sekitarnya untuk melawan kejadian ini.

Aku pikir penting juga agar pemerintah Surabaya dan MBG (Badan Penyelidik Kebijakan Daerah) harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka perlu memastikan bahwa ada penyelesaian yang adil dan cepat bagi Wawan Syarwhani dan keluarganya.

Aku juga harap Wawan dapat menemukan dukungan dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya, seperti teman-temannya, keluarga, dan komunitas. Karena kita semua ada saa kita harus membantu satu sama lain dalam kesulitan ini 😔🤗
 
Pesan ini benar-benar peduli banget! Aku sengaja lirihkan ktp aku karena ada yang mengirim foto-foya foto wawanku dan aku terkesan sedih. Tapi kabar gembira kalau tembok wawan syarwahani bisa bantu warga di surabaya! Aku pikir ini solusi yang bagus banget, tapi perlu dipertimbangkan juga kenyamanan warga yang dipindahkan ke daerah ini. Aku harap pemerintah setempat bisa berhati-hati dalam proses pemindahan dan memberikan bantuan yang cukup untuk warga yang terkena dampak. 🤗
 
ehh, aku sori aja gini tapi apa yang salah dengan sembunyi diri di MBG kan? siapa yang bilang kita tidak boleh sembunyikan diri di tempat umum? aku lebih peduli dengar si Wawan Syarwhani bukan cuma kejadian itu, tapi bagaimana dia rasanya setelah sembunyi diri. aku pernah juga seroboh di bandara sapaan kaya nanti kena ambulans, kan? tapi aku jalan kaki pulang, nggak butuh keamanan seperti Wawan syarwhani. kayaknya dia harus lebih santai aja, nggak usah terlalu berat. siap-siap dulu sebelum memutuskan jalan hidup yang 'sembunyi diri' deh 😂🤣
 
Maksudnya siapa yang bilang tembok tebal kok? Wawan Syarwhani aja nyanggung aja, diangkat-angkat rumahnya sendiri dan dipindahkan ke sini. Nah, itu kira-kira apa yang diharapkan dari orang tua yang pintar kayak gue? Kalo mau dirobek-robek tembok untuk membangun dapur MBG, mungkin aja wajar kan? Wawan Syarwhani aja bisa bilang 'aku rasa nyaman ditepi kebun binatang' sih, jadi kalau aku harus pilih, aku juga mau ditepi kebun binatang. Kita kira-kira siapa yang nanti akan menggantikan Wawan Syarwhani di dapur MBG? Mungkin ada anak-anak kecil yang nyaman ditemani oleh teman-temannya di dapur?
 
~_~ ini sedih banget! Tembok Wawan Syarwhani dulu serobot jadi dapur MBG ya... siapa tahu kalau dia bisa menggunakan fasilitas yang sudah ada buat kebutuhan rumahnya aja.

Tapi, nggak cuma itu saja. Kita harus ingat kewajiban kita sebagai warga, yaitu menjaga dan merawat lingkungan kita sendiri. Jika kita tidak berpartisipasi, siapa yang akan merawat kota kita? ~ icon_worrier~

Mungkin bisa ada cara lain buat Wawan Syarwhani cari fasilitas yang lebih sesuai dengan kebutuhan rumahnya... seperti mencari fasilitas umum di dekat rumahnya aja. Atau, siapa tahu, bisa ada inisiatif dari komunitas atau pemerintah setempat cari solusi yang lebih baik lagi! ~ icon_thought_balloon~
 
I don’t usually comment but... aku pikir sedang terjadi hal yang tidak pantas banget! Apa yang ada di pikiran warga Surabaya itu, mau ditarik kesana-kesana? Ada sih tembok yang bagus tapi kalau dipikirkan dari sudut pandang warga, itu seperti dia kena dijadikan ganti rugi tanpa ada pilihan. Iya, aku juga pikir MBG tidak harus banyak mengganggu kenyamanan warga. Kalau mau berbagi informasi tentang tempat wisata yang baik, aku ari menawarkan juga tapi jangan dipaksa. Aku rasa perlu diadakan kompromi. Jadi, warga yang merasa kesal sekarang bisa bercanda dengan tembok Wawan Syarwhani itu ya.
 
oh kalian tahu kabar ini gue teliti dulu. ada warga surabay yang rumahnya diserobati oleh pemerintah jadi dapur makanan bersubsidi ya? itu Wawan Syarwhani bukannya kaget banget kan? siapa aja nanti yang merasa kesal gak?

gue pikir ini masalah teknis, tapi juga harus ada transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan warga. kalau tidak, rasanya seperti dikejar-kejar, kan?

aku rasa solusinya adalah membuat daftar rumah-rumah yang diprioritaskan untuk diserobati jadi dapur makanan bersubsidi, dan ada juga diskusi dengan warga tentang bagaimana cara menghadapi perubahan ini. kalau tidak, banyak orang yang merasa kesal dan tidak percaya pemerintah.

gue akan membuat diagramnya...

```
+---------------+
| Rumah Wawan |
| Syarwhani |
+---------------+
|
|
v
+---------------+
| Dapur Makanan |
| Bersubsidi |
+---------------+
|
|
v
+---------------+
| Transparansi |
| dan Komunikasi|
+---------------+
```

gak bisa nggak, ini masalah yang perlu diatasi!
 
😒 Ada kabar gembira buat warga surabayanya, tapi aku rasa masih ada masalah 😐. Aku lihat artikel tentang tembok wawan syarwhani yang serobos oleh kemenkum. Aku pikir ini masalah besar banget, tapi wawan syarwhani sendiri yang dipaksa menyerah 😔.

Aku rasa apa aja kegunaan dapur mbg itu? Siapa yang nanti kasih biaya sementara wawan syarwhani harus pindah dan cari tempat tinggal baru? 🤯 Aku pikir ini lebih masalah soal keseimbangan rumah tangga, bukan soal kepentingan publik 🚮. Aku harap ada solusi yang adil dan tidak memaksa seseorang menyerah hanya karena situasi yang tidak beruntung 😞.
 
Saya pikir ini kalau seseorang rumahnya serobot jadi dapur BMK (Biro Pelayanan Makin Mandiri) itu adalah tindakan kriminal. Siapapun bisa merasa tidak nyaman atau merasa di tolak jika rumahnya digunakan untuk hal lain tanpa izinnya. Saya rasa ini harus ada aturan yang jelas soal penggunaan properti umum, agar orang tidak terlalu bebas menindas warga.

Saya juga penasaran bagaimana si Wawan Syarwhani merasa ini kalau serobot rumahnya itu. Bisa dia berbicara dengan pihak BMK tentang hal ini? Saya harap ada jawaban yang jelas dari pihaknya. Saya tidak ingin orang-orang seperti ini menjadi korban tindakan yang tidak adil.
 
😂 ayo, kita lihat kejadian tembok wawan syarwhani, warga surabaya itu. dia merasa ditolak karena rumahnya diserobot jadi dapur mbg. aku rasa ini salah paham, gini kalau ada orang yang ingin buat tempat makan umum di daerah mereka, tapi mereka harus menyerah tanpa ada pilihan lain. tapi apa yang salah dengan wawan syarwhani? dia tidak perlu khawatir tentang hal itu, kalau malah serobot rumahnya, dia akan kehilangan tempat tinggal, kan? 😟 aku rasa ini adalah contoh bagaimana sistem ini tidak mampu membantu orang-orang yang membutuhkan. tapi aku juga tidak paham bagaimana cara lain yang bisa dikerjakan. mungkin ada solusi yang bisa kita temukan bersama-sama. 🤔
 
Wah, ini kayaknya gini. Saya punya kenalan seseorang yang tinggal di dekat Jembatan Tambihi, dan dia bilang ada warga Surabaya yang disuruh pindah karena rumahnya serobot jadi dapur MbG. Tapi siapa nih yang tertanggung? Orang yang punya gedung, atau warga yang tinggal di sini? Ini kayaknya masalah administrasi, kan?

Saya rasa ini perlu ada penjelasan lebih lanjut dari pihak kota Surabaya. Apakah benar-benar tidak ada pilihan lain untuk warga yang dipengaruhi oleh proyek tersebut? Saya harap ini bisa diatasi dengan lancar, jadi siapa pun yang terkena tidak perlu kecewa.
 
Udah patah hati banget si warga Surabaya nih... Temboknya sendiri yang dibangun oleh Wawan Syarwhani itu, sekarang udah dicuri oleh pemerintah untuk buat dapur MBG. Wawan syaratunya harus beralih ke tempat lain, tapi lagi-lagi ada masalah dengan dokumen-dokumennya. Makin kayaknya keseharian dia, siapa tahu nanti harus mencari pekerjaan baru atau pindah ke tempat yang tidak fokus di Surabaya... Ini nggak sabar banget, gini aja terjadi di Indonesia aja... Masih banyak korban seperti Wawan Syarwhani yang harus melalui kesulitan hidup ini.
 
Rumus tembok wawan syarwahani itu kayak buat ngegantungkan pribadinya di dinding bangunan, tapi siapa tau ceritanya salah juga nih... Warga Surabaya yang merasa ditolak karena rumahnya diserobot jadi dapur MBG itu kayak cari alibi aja. Siapa yang mau punya dapur di depan rumahnya? Tapi aku pikir wawan syarwahani itu yang salah, bukan dia yang bingung banget... Jangan sabarnya juga, tapi gak bisa jadi nanggung, kayaknya dia harus cari jalan keluarnya sendiri. Saya rasa ini kalau gini, gak perlu ada tembok atau dinding yang tebal banget...
 
Maksudnya sih aja orang-orang di Surabaya terlalu sibuk dengan hidupnya, nanti kira-kira gak ada waktu untuk membersihkan tempat-tempat mereka. Suhu yang panas itu memang membuat kerusakan pada rumah-rumah kaca, tapi gini aja jangan serobot dulu, cari tahu dulu sih kondisi di dalam dan luar rumahnya. Tapi sepertinya gak ada yang peduli dengan masalah itu, hanya karena dijamin oleh pemerintah. Kita harus lebih waspada dengan lingkungan sekitar kita ya, jangan biarkan benda-benda kecil seperti ini menjadi masalah besar.
 
Wah canggih teknologi kayaknya! Rakyat Surabaya pasti sedih banget kalau rumah mereka diseroboti sementara itu tembok Wawan Syarwhani bisa jadi salah satu alat protes. Saya paham kalau warga Surabaya merasa tidak adil, tapi juga kayaknya penting untuk memahami konteks di balik hal ini.

Mungkin ada alasan khusus yang membuat tembok Wawan Syarwhani dibutuhkan, apalagi jika itu sebagai bagian dari proyek MBG. Saya rasa lebih baik kalau pemerintah dan warga Surabaya bisa saling berbicara dan mencari solusi bersama. Tidak perlu menyalahkan tembok Wawan Syarwhani sendiri, tapi lebih fokus pada bagaimana kita bisa bekerja sama untuk mengatasi masalah ini.

Saya masih percaya bahwa teknologi bisa digunakan untuk baik-baik saja. Kita harus jujur dengan diri sendiri dan orang lain tentang apa yang sebenarnya diinginkan. Warga Surabaya pasti punya kepentingan, tapi kita juga harus mempertimbangkan perspektif dari pihak yang berkepentingan. Saya rasa ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat situasi ini lebih baik 🤝
 
Apa kebenaran ini? Benar-benar ada warga surabaya yg rumahnya di serobot karena diperlukan oleh mbg. Tapi, siapa nje yang tidak suka dengan konsep itu? Dulu kala, kita masih membangun tembok untuk menjaga keselamatan, sekarang sudah jadi tipe adegan drama film!

Tapi, aku rasa ada satu hal yang salah, yaitu bagaimana rumah-rumah di serobot tanpa ada bantuan dana atau fasilitas. Apa keadilan itu? Aku pikir konsep ini harus lebih teliti, tidak hanya fokus pada keindahan, tapi juga kemampuan kita untuk beradaptasi dengan perubahan.

Dan, aku sendiri rasa sedang menarik kesan sama adegan di film, tapi kalau aku benar-benar memikirkan hal ini, aku jadi pikir ada satu hal yang salah... Tapi, apa aku salah? Aku juga suka film, tapi mungkin aku terlalu fokus pada aspek lain. Hmm, yang pasti, aku tidak yakin, tapi aku ingin tahu lebih banyak tentang konsep ini! 🤔🏠
 
Gak bisa dipungut nafsu kalau nggak bicara soal ini 😂. Tembok Wawan Syarwhani itu kayaknya perlu dibantu oleh pemerintah ya, tapi sekarang apa yang terjadi? Rumahnya diserobot jadi dapur MBG! Makin gusar banget kalau kamu buat rumah dan sekarang harus kirim ke tempat umum. Mungkin harus ada peraturan yang lebih ketat untuk melindungi hak-hak warga, kayaknya jangan biarkan seperti ini terjadi lagi 🤦‍♂️.

Aku rasa pemerintah pasti sudah tahu soal ini, tapi apa yang terjadi? Tidak ada tindakan yang diambil? Mungkin mereka masih cari cara untuk mengatasi masalah ini, kayaknya harus ada komunikasi yang baik dengan warga. Aku harap bisa diterima kembali ke rumah dan bisa hidup nyaman lagi 😊.
 
Aku pikir ini sangat tidak adil banget! Tembok Wawan Syarwani disebut sebagai "tembok kekasaran" kayaknya bukan kekasaran tapi korupsi dan ketidakadilan ya? Apalagi kalau korban sendiri punya rumah yang serobot demi MBG, itu gini kayaknya. Aku rasa kita harus ada perubahan di balik layar this "program pembersihan" ini. Berapa banyak warga yang kehilangan properti karena program ini? Kita harus lebih sengaja dan berhati-hati dalam memilih pembangunan dan pengembangan di daerah masyarakat. MBG harus jelas kan siapa yang mengelola dana ini dan bagaimana prosesnya. Aku harap pemerintah bisa memberikan penjelasan lebih jelas tentang kebijakan ini dan apa saja yang dilakukan untuk melindungi warga. Kita harus ada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya. 🤝
 
kembali
Top