Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeksplorasi ambisinya menguasai wilayah Greenland di Arktik. Dalam sidang Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Trump menyatakan telah mencapai "kerangka kesepakatan" yang memuaskan, meski tidak memberikan jelasnya apa yang dimaksud.
Namun, penduduk lokal ibu kota Nuuk Greenland menganggap pernyataan itu sebagai isapan jempol belaka. Mereka percaya bahwa kehadiran AS di wilayah tersebut akan merusak kedaulatan mereka atas tanah air mereka. "Sama sekali bohong. Dia berbohong," kata Mickel Nielsen, seorang teknisi lokal.
Anak, seorang petugas layanan kesehatan lainnya, menekankan pentingnya warga lokal memiliki otoritas penuh atas wilayah mereka. "Trump? Saya tidak percaya padanya. Greenland milik warga Greenland," ujarnya singkat.
Di parlemen, Aaja Chemnitz dari Parlemen Denmark asal Greenland menegaskan bahwa tidak ada keputusan yang boleh diambil tanpa melibatkan pemerintah dan rakyat secara langsung. Menurutnya, NATO tidak punya hak untuk merundingkan apa-apa tanpa mereka.
Meski demikian, juru bicara NATO Allison Hart menyatakan bahwa pembicaraan Trump dengan Mark Rutte berlangsung sangat produktif dan berfokus pada kekhawatiran mengenai keamanan Arktik dari Rusia dan Tiongkok.
Namun, data jajak pendapat Januari 2025 menunjukkan bahwa rakyat Greenland sangat konsisten dalam menentang ide AS menguasainya. Sebanyak 85 persen warga menentang, sementara hanya enam persen yang mendukung rencana tersebut.
Namun, penduduk lokal ibu kota Nuuk Greenland menganggap pernyataan itu sebagai isapan jempol belaka. Mereka percaya bahwa kehadiran AS di wilayah tersebut akan merusak kedaulatan mereka atas tanah air mereka. "Sama sekali bohong. Dia berbohong," kata Mickel Nielsen, seorang teknisi lokal.
Anak, seorang petugas layanan kesehatan lainnya, menekankan pentingnya warga lokal memiliki otoritas penuh atas wilayah mereka. "Trump? Saya tidak percaya padanya. Greenland milik warga Greenland," ujarnya singkat.
Di parlemen, Aaja Chemnitz dari Parlemen Denmark asal Greenland menegaskan bahwa tidak ada keputusan yang boleh diambil tanpa melibatkan pemerintah dan rakyat secara langsung. Menurutnya, NATO tidak punya hak untuk merundingkan apa-apa tanpa mereka.
Meski demikian, juru bicara NATO Allison Hart menyatakan bahwa pembicaraan Trump dengan Mark Rutte berlangsung sangat produktif dan berfokus pada kekhawatiran mengenai keamanan Arktik dari Rusia dan Tiongkok.
Namun, data jajak pendapat Januari 2025 menunjukkan bahwa rakyat Greenland sangat konsisten dalam menentang ide AS menguasainya. Sebanyak 85 persen warga menentang, sementara hanya enam persen yang mendukung rencana tersebut.