Bebas Visa, Warga Eropa Lebih Mudah Liburan ke Cina
Cina kembali memperluas kebijakan bebas visa ke sejumlah negara di Asia, Amerika Latin, Timur Tengah dan Eropa. Negara-negara yang mendapatkan akses ini termasuk Swedia, Austria, Andorra, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Luksemburg, Malta, Monako, Montenegro, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, San Marino, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Swiss.
Bebas visa ini berlaku mulai 10 November 2025 hingga 31 Desember 2026. Menurut laporan Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok, jumlah pendatang asing tanpa visa meningkat sebesar 48,3 persen pada kuartal ketiga tahun 2025.
Banyak warga Eropa yang menyambut kebijakan bebas visa ini. "Ini sangat membantu orang untuk bepergian karena proses pengajuan visa dan pengurusan dokumennya sangat merepotkan," kata Giorgi Shavadze dari Georgia.
Sementara itu, agen pariwisata juga mendukung kebijakan ini. "Bisnis kami meningkat 50 persen dibandingkan sebelum pandemi," kata Jenny Chao direktur pelaksana WildChina.
Cina telah memperluas kebijakan bebas visa sejak Desember 2023, mulai dengan warga negara Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol dan Malaysia. Pada bulan lalu, lima negara Amerika Latin dan Uzbekistan mendapatkan akses bebas visa.
Namun, beberapa negara besar seperti Inggris Raya, Ukrainia, Amerika Serikat dan Meksiko tidak termasuk dalam daftar bebas visa Cina. Mereka dapat memanfaatkan kebijakan transit yang memungkinkan tinggal hingga 10 hari.
Cina kembali memperluas kebijakan bebas visa ke sejumlah negara di Asia, Amerika Latin, Timur Tengah dan Eropa. Negara-negara yang mendapatkan akses ini termasuk Swedia, Austria, Andorra, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Luksemburg, Malta, Monako, Montenegro, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, San Marino, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Swiss.
Bebas visa ini berlaku mulai 10 November 2025 hingga 31 Desember 2026. Menurut laporan Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok, jumlah pendatang asing tanpa visa meningkat sebesar 48,3 persen pada kuartal ketiga tahun 2025.
Banyak warga Eropa yang menyambut kebijakan bebas visa ini. "Ini sangat membantu orang untuk bepergian karena proses pengajuan visa dan pengurusan dokumennya sangat merepotkan," kata Giorgi Shavadze dari Georgia.
Sementara itu, agen pariwisata juga mendukung kebijakan ini. "Bisnis kami meningkat 50 persen dibandingkan sebelum pandemi," kata Jenny Chao direktur pelaksana WildChina.
Cina telah memperluas kebijakan bebas visa sejak Desember 2023, mulai dengan warga negara Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Spanyol dan Malaysia. Pada bulan lalu, lima negara Amerika Latin dan Uzbekistan mendapatkan akses bebas visa.
Namun, beberapa negara besar seperti Inggris Raya, Ukrainia, Amerika Serikat dan Meksiko tidak termasuk dalam daftar bebas visa Cina. Mereka dapat memanfaatkan kebijakan transit yang memungkinkan tinggal hingga 10 hari.