Warga Amerika Serikat Meninggal saat Mendaki Taman Nasional Bali Barat

Seorang pekerja asing dari Amerika Serikat bernama Brad Alan, berusia 61 tahun, meninggal saat melakukan trekking di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Buleleng, pada Jumat lalu. Ia diketahui sedang liburan di Pulau Bali dan melakukan aktivitas trekking di kawasan TNBB sekitar 100 meter dari lokasi pemandu saat berdiri.

Menurut Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, korban dinyatakan sudah meninggal dunia setelah didampingi oleh pemandu dan kemudian terjatuh. Pihak pengelola hotel tempat ia menginap juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Amerika Serikat terkait proses selanjutnya.

Iptu Yohana menambahkan bahwa tim TNBB tiba di lokasi dan segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Melaya II, Jembrana. Namun, oleh petugas medis di Puskesmas ll Melaya korban dinyatakan sudah meninggal dunia dalam perjalanan menuju puskesmas.

"Dan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan jenasah korban dikirim ke RSU Jembrana untuk dititipkan menunggu penanganan lebih lanjut," kata Iptu Yohana.
 
Wah, malas banget sekali ya! Trekking di TNBB itu gampang deh, tapi kalau ada kesalahan bisa fatal. Bayangkan jikalaha korban gak bisa berdiri lagi karena terjatuh. Itu sangat berisiko banget. Mungkin harus ada penambahan pelayanan pengawasan lebih baik sebelum trekking, ya?
 
Makasih tuh πŸ™. Ngeliat2 kabar korban trekking itu dari Amerika Serikat. Saya rasa kalau kita lihat dari sudut pandang yang benar, hal ini bukanlah tentang kesalahan trekkingan yang korban lakukan, melainkan juga tentang kesamaan kita sebagai manusia yang sama-sama menghadapi alam bapak 🌳. Trekking itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tapi harus dipilih dengan hati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca dan keadaan medis. Mungkin korban lupa untuk meminum air atau makan sebelum melakukan trekking, atau mungkin cuaca sementara yang berubah pesat tanpa di sadari 😩. Maka dari itu kita harus selalu waspada dan berhati-hati saat berada di alam 🌴.
 
Wah, trekking di TNBB, ya udah terlambat banget si Brad Alan ! Pokoknya udah selesai liburan aja, kemudian harus ke kamar nongkrong, tapi akhirnya jatuh lempar di tempat tidur trekking πŸ˜‚. Padahal udah ada pemandu yang ngawasi ya, pasti udah terlalu sering ngeliatin si Brad Alan . Mungkin karena ngeliatin terlalu banyak sih, atau udah capek banget dari liburan di Bali 🀯. Tapi siapa tahu, mungkin si Brad Alan masih bisa naik kembali ke trekking, apalagi kalau dia sudah 61 tahun πŸ˜‚.
 
Maafnya kembali ke Bali, ternyata ada yang harus diwaspadai lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ. Trekking ya bisa banget membahayakan kita, jangan sampai ada yang salah proses dan korban jadi korban lain πŸ™. Mau nggak nyaman kayak Brad Alan, trekking sejuk tapi bisa banget berbahaya. Kalau udah 61 tahun, kalau udah ada riwayat penyakit, gara-gara itu udah harus hati-hati aja πŸ˜….

Sekarang udh ada yang meninggal dan harus siapa-siapa waspadai ya 🚨. Jangan sampai ada lagi korban, kalau ya udh ada tanda kekerasan atau apa-apa, segera panggil ambulans, jangan biarkan korban semakin parah πŸ˜“. Itu penjelasan dari polres, tapi kalau gini terjadi lagi, siapa-siapa harus waspada aja πŸ€”.
 
Gue pikir nggak masuk akal kan kalau trekking di TNBB terus serem. Sepertinya orang itu nggak ngerti apa yang dia cari nih. Siapa tahu kalau dia nggak pernah lakuin olahraga sebelumnya, trekking itu keren tapi bisa juga membuntuhin sih. Gue bayangin kalau ada penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi nih.
 
Gue rasa kasih sayang ini di Pulau Bali terlalu parah, siapa tahu brad alan itu bisa dibantu sebelum jatuh. trekking di TNBB memang tidak aneh, tapi gue rasa kasi bantuan yang ada di lokasi itu kurang lebih. kayaknya harus ada yang lebih baik lagi untuk menghadapi situasi seperti ini.
 
Makasih ya kabar kabar nih... kalau Brad Alan itu, kayaknya gue penasaran apa aja jadwal trekking-nya di TNBB... 100 meter dari lokasi pemandu, eh? Gue bayangin aja, gak bisa naik ke atas gunung yang begitu tinggi bareng orang lain... siapa nih pemandunya? Apakah dia juga sudah mati atau apa? Dan siapa nih konsulat Amerika Serikat di sini? Gue ga tahu bagaimana caranya kerja gue kalau gue perlu berlibur ke luar negeri...
 
Hmm, trekking di TNBB itu kan berisiko banget, aku sendiri tidak suka banget sama dengan ide ini. Keduraman udara dan curamnya tanah bisa mengakibatkan hal yang tidak terduga, seperti ini aja. Aku pikir orang itu harus lebih hati-hati, tapi mungkin malas atau gak punya pengalaman yang cukup. Trekking di sini kan bukan trekking di luar kota, keadaan bisa berubah-ubah banget. Dan kemudian ada yang mengatakan, "oh, aku tidak tahu bahwa itu berisiko", tapi sekarang dia sudah jatuh dan tidak bisa pulih. Mungkin harusnya orang itu lebih waspada dan cakap, atau setidaknya tahu tentang risikonya sendiri ya...
 
Gue sederhana aja, tapi rasanya sangat sedih banget kena tahu kabar ini πŸ€•. Brad Alan kayaknya udah berumur 61 tahun, itu sudah lumayan tua kan? Gue rasa trekking di TNBB memang bisa berisiko banget, terutama kalau kita jalan sendirian dan tidak punya pengalaman. Aku sendiri gak suka banget trekking jauh-jauh, aku lebih suka banget relaks di rumah dengan teman-teman 🏠.

Gue harap Brad Alan udah memiliki keluarga yang nyaman dan tak kecewa sama kematian ini. Aku rasa kita harus waspada saat berada di luar ruangan, terutama kalau kita beraktivitas seperti trekking. Gue juga harap pihak pengelola hotel dan polisi bisa melibatkan tim search and rescue yang lebih cepat agar korban bisa segera mendapat perawatan medis yang tepat πŸ’Š.
 
πŸ˜©πŸ”οΈ Makasih banget kisah Brad Alan, pekerja asing Amerika Serikat itu. Dia cuma 61 tahun aja, tapi udah terjatuh dan bunuh saat trekking di TNBB. Ngga ngerti sih apa yang terjadi kepadanya, kan? Semoga dia bisa jadi contoh untuk kita semua untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas luar ruangan πŸ’”πŸƒβ€β™‚οΈ.
 
πŸ˜” oh kawan, kalau nggak sengaja trekkie bule dari Amerika serikat, siapa tahu kan... 😞 mungkin karena kurang berpengalaman atau tidak cukup siap, tapi kita harus berdoa agar pengalaman tragis ini jangan terjadi pada orang lain. πŸ™ trekking di TNBB memang sangat indah, tapi juga bisa berbahaya jika kita nggak waspada. kita harus selalu berhati-hati dan waspada ketika melakukan aktivitas ekstrim seperti itu. πŸ’”
 
Akhirnya, korban luar negeri yang jatuh di TNBB bisa ditemukan 🀞. Saya masih bingung bagaimana hal ini bisa terjadi, siapa tahu ada perubahan kebijakan trekking di kawasan TNBB nanti. Sepertinya kita perlu lebih teliti dalam melakukan aktivitas ekstrim seperti itu, karena kalau korban jatuh saat kamu sedang ditemani pemandu, itu berarti sudah banyak yang tidak ada di sini πŸ‘₯.
 
Makasih kau sabar banget, tapi trekking di TNBB kan sudah terlalu berisiko buat orang tua! Brad Alan itu udah 61 tahun, gini kayaknya sudah cukup lama untuk pulang ke Amerika Serikat aja. Padahal trekking di situ masih sangat sulit dan banyak risikonya. Gini sih pengalaman kita sendiri kalau anak kita mau banget jalan-jalan ke tempat-tempat yang terlalu berisiko, kita harus sabar-sabar dan ngeluhin kalian nanti kayaknya sudah lama kamu pulang aja πŸ˜©πŸšΆβ€β™‚οΈ. Semoga Brad Alan itu udah memiliki keluarga yang sayang banget dan mereka bisa menghadapi kehilangan ini πŸ€—.
 
Saya siasa, kabar ini benar-benar sedih sekali... Brad Alan itu orang yang sudah lumayan tua, 61 tahun ya... Meninggal di sana, trekking di Bali Barat... Itu tempat yang indah, tapi juga bisa sangat berbahaya jika kita tidak waspada. Saya harap orang tua dan keluarga Brad Alan bisa tenang, karena itu mungkin cara yang paling baik untuk mereka menanggapi kehilangan sang ayah. Dan saya harap pengelola TNBB bisa melakukan pengevaluasi lebih lanjut tentang keamanan trekking di sana... πŸ˜”
 
Luar aja, trekking di TNBB yang keras banget! Ngga bisa diprediksi kan siapa-siapa yang akan terjatuh. Brad Alan itu mungkin sudah tua, tapi ngga usianya bukan masalah di mana pun dia berada. Trekking di Bali itu harus lebih berhati-hati lagi, nih!
 
kembali
Top