Seorang wanita berinisial A (18) tewas di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Menurut data dari KAI Commuter, korban dilaporkan melompat ke rel saat kereta api KA Gajayana sedang jauh melintas. Kejadian ini terjadi pada pukul 17.50 WIB Rabu (21/1) dan korban dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini untuk dilakukan pertolongan.
Petugas pengamanan stasiun yang sedang berdinas di Peron 1 Stasiun Gondangdia melaporkan bahwa salah satu pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel. "Dilakukan pemeriksaan awal di Pos Kesehatan Stasiun, pengguna mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini untuk dilakukan pertolongan," kata Karina Amanda, Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter.
Selanjutnya, korban masih bernyawa saat dievakuasi. Korban meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. KAI Commuter menyayangkan adanya insiden tersebut dan mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban.
"Korban yang tewas berusia 18 tahun, ini menegaskan pentingnya kesadaran tentang keselamatan kereta api," ujar Karina. Sementara itu, petugas stasiun meningkatkan pemantauan di seluruh peron dan garis aman untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi.
Inilah kejadian tragis yang menegaskan pentingnya kesadaran akan keselamatan kereta api.
Petugas pengamanan stasiun yang sedang berdinas di Peron 1 Stasiun Gondangdia melaporkan bahwa salah satu pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel. "Dilakukan pemeriksaan awal di Pos Kesehatan Stasiun, pengguna mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit PGI Cikini untuk dilakukan pertolongan," kata Karina Amanda, Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter.
Selanjutnya, korban masih bernyawa saat dievakuasi. Korban meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. KAI Commuter menyayangkan adanya insiden tersebut dan mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban.
"Korban yang tewas berusia 18 tahun, ini menegaskan pentingnya kesadaran tentang keselamatan kereta api," ujar Karina. Sementara itu, petugas stasiun meningkatkan pemantauan di seluruh peron dan garis aman untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi.
Inilah kejadian tragis yang menegaskan pentingnya kesadaran akan keselamatan kereta api.