Tidak Terdapat Pembatalan Kunjungan Wisata ke Bali dari India
Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa tidak ada pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dari India. Menurut Wamenpar, langkah-langkah antisipasi terhadap virus Nipah telah dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut dilakukan dengan memeriksa suhu tubuh dan pengamatan terhadap pengunjung di titik-titik kedatangan wisatawan asing.
Wamenpar juga menyebutkan bahwa tidak ada laporan mengenai pembatalan wisata dari agen perjalanan wisata yang ada di Bali. Jumlah wisatawan asing asal India terlihat masih stabil, dan tidak terdapat indikasi kepada penyakit kejadian luar biasa (KLB) wabah.
Sementara itu, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar memperketat pengawasan terhadap rute kedatangan penumpang dari India untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Bali. BBKK menyebut bahwa dalam sehari terdapat 500-600 orang yang masuk ke Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui rute India, dan telah melakukan pemeriksaan di bandara untuk menentukan apakah ada gejala kritis pada pengunjung.
Terdapat 15 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang berstatus merah alias bergejala, namun BBKK berkesimpulan bahwa tidak terdapat indikasi kepada penyakit KLB wabah.
Wamenpar Ni Luh Puspa mengatakan bahwa tidak ada pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dari India. Menurut Wamenpar, langkah-langkah antisipasi terhadap virus Nipah telah dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut dilakukan dengan memeriksa suhu tubuh dan pengamatan terhadap pengunjung di titik-titik kedatangan wisatawan asing.
Wamenpar juga menyebutkan bahwa tidak ada laporan mengenai pembatalan wisata dari agen perjalanan wisata yang ada di Bali. Jumlah wisatawan asing asal India terlihat masih stabil, dan tidak terdapat indikasi kepada penyakit kejadian luar biasa (KLB) wabah.
Sementara itu, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar memperketat pengawasan terhadap rute kedatangan penumpang dari India untuk mengantisipasi masuknya virus Nipah ke Bali. BBKK menyebut bahwa dalam sehari terdapat 500-600 orang yang masuk ke Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui rute India, dan telah melakukan pemeriksaan di bandara untuk menentukan apakah ada gejala kritis pada pengunjung.
Terdapat 15 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang berstatus merah alias bergejala, namun BBKK berkesimpulan bahwa tidak terdapat indikasi kepada penyakit KLB wabah.