Wamenlu: Ada Orang Palestina saat Board of Peace Dibentuk

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Arief Havas Oegroseno, mengungkapkan bahwa dalam proses pembentukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) di Davos, Swiss, ada perwakilan Palestina yang hadir. Menurutnya, perwakilan tersebut adalah teknokrat Palestina yang memiliki otoritas pemerintah setempat, bukan perwakilan dari Hamas.

Havas menjelaskan bahwa BOP menjadi solusi nyata dalam perdamaian Palestina karena proses pembentukannya diinisiasi oleh negara-negara Timur Tengah. Sedangkan, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, hanya berperan sebagai fasilitator dalam proses pembentukan BOP.

Menurutnya, para anggota BOP termasuk Indonesia memiliki hak dan peranan yang sama dalam berorganisasi. Mereka memiliki hak yang sama dalam bersuara, termasuk saat ada keberatan jika kebijakan pembangunan perdamaian Palestina ada yang tidak sesuai dengan kepentingan politik luar negeri masing-masing.

Di dalam BOP, Palestina memiliki hak untuk merencanakan pembangunan dalam negeri dari krisis konflik yang hingga kini berlangsung. Nantinya program-program Palestina tersebut akan disesuaikan dengan rencana kerja BOP ke depan.

"Kita tidak hanya Indonesia, tapi juga negara-negara Timur Tengah lainnya punya posisi suara yang sama," ungkap Havas.
 
Maksudnya gak ada perbedaan untuk siapa yang ikut dalam Dewan Perdamaian itu 🤔. Palestina punya hak sama seperti kita dan negara-negara lain, kalau tidak ada keberatan dari anggota lain tentu tidak bisa dipungkiri bahwa Palestina punya posisi suara yang serius juga 📢. Jika semua negara Timur Tengah sama-sama punya suara maka tentunya akan lebih adil untuk Palestina dalam merencanakan pembangunan di daerah mereka 💡. Aku penasaran dengan bagaimana rencana BOP itu akan diimplementasikan nanti 🤔.
 
gak percaya kan kalau Palestina udah punya perwakilan di Davos! aku pikir mereka harus masih belum bisa ngurus hal-hal itu sendiri, tapi ternyata mereka udah punya teknokrat yang bisa ngurus semuanya. aku rasa ini baik-baik saja, karena minimal Palestina sudah punya seseorang yang bisa ngurus masalah mereka sendiri. dan kalau gak ada, mungkin Amerika Serikat aja yang harus mengambil tangan.
 
maksudnya apa sih kalau Palestina diwakili oleh teknokrat saja? apakah itu benar atau ada yang salah? aku pikir harus ada perwakilan dari Hamas juga, karena siapa tahu ada yang berbeda dalam pendapat mereka tentang cara mengatasi konflik. tapi mungkin ini karena proses pembentukannya diinisiasi oleh negara-negara Timur Tengah, jadi kayaknya terjadi sesuai rencana mereka sendiri. tapi, apa kalau Indonesia tidak puas dengan hasilnya? apakah kita bisa saja mengajukan keberatan juga?
 
Maaf, kalau diunggah informasi ini, ternyata ada teknokrat Palestina yang hadir di Davos? Gak jelas sih, mengapa perlu adanya teknokrat jika sudah ada perwakilan dari Hamas ya? Apakah mereka punya kepentingan sendiri yang lebih besar dari Hamas?

BOP ini benar-benar menjadi solusi nyata untuk perdamaian Palestina? Tapi, gak ada jawaban tentang bagaimana BOP itu bisa jadi efektif. Mereka hanya ingin berorganisasi dengan sama haknya? Gak jadi masalah jika suara mereka tidak disamakan dengan yang lain?

Saya curious banget tentang rencana Palestina dalam negeri mereka. Tapi, bagaimana kalau di implementasikan tidak sesuai dengan kepentingan politik luar negeri? Apakah ada mekanisme untuk menangani hal ini?
 
Maksudnya apa sih? Kalau Palestina bisa adanya di dalam BOP itu berarti apa? Kalau mereka bisa merencanakan pembangunan sendiri di tanah air mereka, berarti apakah sudah ada kemajuan dalam perdamaian Palestina? Saya rasa kalau perwakilan Palestina bisa hadir di Davos, itu berarti masih banyak yang tidak jelas dalam proses perdamaian Palestina. Tapi, saya juga setuju bahwa kita harus punya posisi suara yang sama seperti negara-negara lainnya. Kita harus terus mendukung BOP dan memberikan dukungan kepada para anggota di dalamnya. Saya harap bisa melihat kemajuan di masa depan dengan adanya BOP ini 😊
 
😐 ga bisa percaya kalau perwakilan Palestina benar-benar hadir di Davos ya? 🤔 aku penasaran sih mengapa teknokrat Palestina dipilih bukan Hamas 😕. dan apa yang dimaksud dengan 'fasilitator' dari Presiden Amerika Serikat? 😅 bagaimana bisa dia tidak memiliki peran yang lebih besar dalam proses pembentukan BOP itu 🤷‍♂️. aku ingin tahu lebih banyak tentang cara kerja BOP dan bagaimana Indonesia bisa berpartisipasi dengan hak-hak yang sama ya? 🤔
 
Aku pikir ini salah strategi, nggak? Jika Palestina udah punya hak untuk merencanakan pembangunan dalam negeri dari krisis konflik itu, muda apa yang Indonesia dapat lakukan sini? Kita harusnya ada posisi suara yang lebih besar di BOP, bukan hanya sekedar sama dengan negara-negara Timur Tengah lainnya. Kita harus menekankan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam mengatasi konflik, nggak?
 
Gue rasa kalau ada perwakilan Palestina di dalam board perdamaian itu gede banget! Gue ngerti bahwa Palestinian punya otoritas setempat, tapi gue masih ragu sih bagaimana caranya mereka bisa merencanakan pembangunan di Palestina. Jika sudah selesai aja, pasti tidak ada masalah lagi kan? Tapi gue ngerti kalau itu perlu diprioritaskan. Gue berharap BOP bisa membantu mempercepat proses perdamaian di Palestina.
 
ga tau sih, ada perwakilan Palestina di Davos? itu kayak bisa merubah segalanya 🤯! aku pikir apa yang mereka cari sih? ada perbedaan antara teknokrat Palestina dan Hamas? aku rasa sama aja, ingin perdamaianPalestina. tapi, bagaimana caranya? mau jadikan BOP sebagai solusi? aku pikir itu kayak bisa mengarahkan kebijakan pembangunan yang lebih baik 📈🌈. tapi apa yang pasti, Indonesia memiliki posisi suara yang sama seperti negara-negara Timur Tengah lainnya! kita harus terbuka dan siap untuk berdiskusi 🤝🏻💬.

di samping itu, aku pikir penting juga memperhatikan program-program Palestina yang akan disesuaikan dengan rencana kerja BOP. bagaimana caranya program-program tersebut bisa mendapatkan keuntungan? apa yang harus dilakukan untuk mendukung program-program tersebut? semoga bisa menjadi solusi yang lebih baik 🤞🏻💪
 
Gue rasa ini bagus sekali ya, kalau Palestina bisa jadi salah satu anggota Dewan Perdamaian atau BOP, itu artinya tidak lagi hanya negara-negara Barat yang punya pengaruh dalam perdamaian di Timur Tengah. tapi gue juga penasaran, kenapa perwakilan Palestina harus bukan dari Hamas? apakah karena Hamas ini tidak bisa jadi anggota BOP? atau apa?
 
Merasakan kabar ini, kayaknya sudah ada progres dalam perundingan perdamaian Palestina. Aku pikir bantuan dari teknokrat Palestina itu bisa membantu, tapi juga harus diawasi agar tidak ada manipulasi dari luar. Kalau Indonesia punya posisi suara yang sama, itu bagus sekali! Maka dari itu, perlu diawasi agar tidak ada keberatan dari negara-negara lain, kayaknya kita harus bersatu untuk mendukung BOP ini. 🤝
 
aku rasa ini solusi yang tepat banget, kalau Palestina bisa merencanakan pembangunan sendiri dari dalam, mungkin bisa lebih efektif daripada bantuan dari luar 🤝. aku senang sekali kalau Indonesia punya posisi suara yang sama seperti negara-negara Timur Tengah lainnya, ini berarti kita akan bekerja sama untuk mencapai perdamaian yang segera 💪. aku harap BOP ini bisa menjadi contoh bagi konflik lain di dunia 😊.
 
Gue penasaran banget sih! Perwakilan Palestina di Davos itu apa? Gue pikir gue sudah tahu banyak tentang konflik Palestina, tapi ternyata ada teknokrat Palestina yang bisa bergabung dengan tim pembentuk BOP?

Mungkin ini bukan mainan lagi, kalau Palestina punya perwakilan yang serius di forum internasional. Gue harap para anggota BOP bisa membantu menyelesaikan masalah Palestina dengan lebih cepat dan efektif. Indonesia juga harus siap bersuara dan berkontribusi dalam proses ini, karena kita memiliki posisi suara yang sama seperti negara-negara Timur Tengah lainnya 🤝

Jadi, apa rencana dari BOP nanti? Apakah Palestina bisa merencanakan pembangunan yang lebih baik di daerah konflik? Semoga BOP bisa membantu menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan aman 💡
 
kembali
Top