Wamenkeu Thomas Djiwandono resmi masuk daftar calon untuk Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari posisinya. Kedatangan Thomas di dalam bursa calon ini dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat berbicara dengan para wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan hari Senin (19/1/2026).
Menurut Prasetyo, surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur BI adalah titik awal dari proses pemberian Surat Presiden kepada DPR yang mengandung nama-nama calon pengganti untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Nama-nama tersebut dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto secara tertutup.
Dalam kesempatan ini, Menteri Sekretaris Negara juga menyebutkan bahwa ada tiga nama yang diusulkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI, namun belum menentukan siapa saja calon tersebut. Thomas Djiwandono merupakan Wakil Menteri Keuangan yang memiliki latar belakang erat dengan dunia perbankan dan ekonomi. Ia juga merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto dan saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Sementara itu, ayah Thomas Djiwandono, J. Soedrajad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur BI periode 1993-1998. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga Djiwandono memiliki hubungan yang kuat dengan dunia keuangan dan pemerintahan Indonesia.
Menurut Prasetyo, surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur BI adalah titik awal dari proses pemberian Surat Presiden kepada DPR yang mengandung nama-nama calon pengganti untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Nama-nama tersebut dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto secara tertutup.
Dalam kesempatan ini, Menteri Sekretaris Negara juga menyebutkan bahwa ada tiga nama yang diusulkan untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI, namun belum menentukan siapa saja calon tersebut. Thomas Djiwandono merupakan Wakil Menteri Keuangan yang memiliki latar belakang erat dengan dunia perbankan dan ekonomi. Ia juga merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto dan saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Sementara itu, ayah Thomas Djiwandono, J. Soedrajad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur BI periode 1993-1998. Hal ini menunjukkan bahwa keluarga Djiwandono memiliki hubungan yang kuat dengan dunia keuangan dan pemerintahan Indonesia.