Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta para peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji 2026 untuk mencopot gelar yang dimiliki saat menjalani diklat dan ketika bertugas di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa status sosial mereka harus "diputihkan".
Gelar akademik, jabatan, bahkan pangkat tinggi tidak berlaku lagi saat mereka mengenakan seragam petugas haji. Itulah filosofi yang ingin Wamenhaj sampaikan kepada para peserta diklat. Dia mengingatkan bahwa di Arab Saudi, hierarki yang berlaku adalah hierarki pelayanan, bukan hierarki sosial.
Wakil Menteri itu juga menekankan pentingnya konsep "Satu Keluarga" dalam menyelenggarakan haji. Ia mengatakan bahwa di sini, para pejabat dan guru besar harus bersatu dan tidak memandang latar belakang, karena mereka adalah saudara seperjuangan.
Dengan demikian, Wamenhaj berharap koordinasi di lapangan saat puncak haji berjalan lebih cair dan responsif, semata-mata demi kenyamanan jamaah. Dia yakin bahwa dengan mengubur "ego keakuan", para pejabat dan guru besar dapat bekerja sama yang lebih baik dan memberikan layanan yang lebih baik kepada jemaah haji.
"Kita semua berkumpul di sini sebagai satu keluarga, yaitu keluarga petugas haji. Di luar nanti mereka punya pangkat masing-masing, tapi di sini ketika kita bertugas bareng-bareng, kita satu keluarga," katanya.
Dengan demikian, Wamenhaj berharap bahwa para pejabat dan guru besar dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada jemaah haji dan meningkatkan keselamatan mereka saat melakukan ibadah umat Islam.
Gelar akademik, jabatan, bahkan pangkat tinggi tidak berlaku lagi saat mereka mengenakan seragam petugas haji. Itulah filosofi yang ingin Wamenhaj sampaikan kepada para peserta diklat. Dia mengingatkan bahwa di Arab Saudi, hierarki yang berlaku adalah hierarki pelayanan, bukan hierarki sosial.
Wakil Menteri itu juga menekankan pentingnya konsep "Satu Keluarga" dalam menyelenggarakan haji. Ia mengatakan bahwa di sini, para pejabat dan guru besar harus bersatu dan tidak memandang latar belakang, karena mereka adalah saudara seperjuangan.
Dengan demikian, Wamenhaj berharap koordinasi di lapangan saat puncak haji berjalan lebih cair dan responsif, semata-mata demi kenyamanan jamaah. Dia yakin bahwa dengan mengubur "ego keakuan", para pejabat dan guru besar dapat bekerja sama yang lebih baik dan memberikan layanan yang lebih baik kepada jemaah haji.
"Kita semua berkumpul di sini sebagai satu keluarga, yaitu keluarga petugas haji. Di luar nanti mereka punya pangkat masing-masing, tapi di sini ketika kita bertugas bareng-bareng, kita satu keluarga," katanya.
Dengan demikian, Wamenhaj berharap bahwa para pejabat dan guru besar dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada jemaah haji dan meningkatkan keselamatan mereka saat melakukan ibadah umat Islam.