Wamenhaj Dahnil: Tidak Semua Peserta Diklat PPIH 2026 Lolos

Wamenhaj Dahnil mengingatkan, tidak semua peserta Diklat PPIH 2026 lolos menjadi petugas haji. Ia menyatakan bahwa di kalangan enam orang yang dicoret sebagai calon petugas haji karena faktor kesehatan, ada beberapa juga dicopot karena di luar ekspektasi tim pelatih. Dahnil juga menyinggung soal niat para calon petugas haji. Ia mendorong agar mereka meluruskan niatnya untuk meladeni para dhuyufurrahman, bukan hanya mau "nebeng" haji.
 
Wahhh, gue kayaknya paham apa yang dijarang Wamenhaj Dahnil, tapi gue penasaran siapa yang dicopot karena di luar ekspektasi tim pelatih, kan? Semoga mereka yang dipilih benar-benar siap untuk meladeni para dhuyufurrahman dan tidak hanya main-main aja. Gue suka banget dengar Dahnil menyinggung soal niat calon petugas haji, ini gue harap bisa mendampingi mereka yang benar-benar ingin pergi ke Arafah dengan hati yang benar, bukan hanya untuk "nebeng" dan lupa pulang. Semoga Wamenhaj Dahnil bisa membantu memastikan semua calon petugas haji benar-benar siap dan memiliki niat yang baik ๐Ÿ˜Š
 
๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ kalau kira siapa aja yang lolos jadi petugas haji? ๐Ÿ™„ gak sabenya di mana niatnya mereka cari 'dhuyufurrahman'? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ waduh, biar ngobrol ngobrol aja. tapi serius, kalau bukan mau jadi 'nebeng' haji, apa lagi yang mau lakukan? ๐Ÿ˜…๐Ÿ‘
 
Makasih kawan, aku rasa kalau si Wamenhaj Dahnil ini kayak gila banget! Kalau di kalangan enam orang dicoret karena faktor kesehatan, itu beda kan? Kamu aja ngepetin siapa yang masuk ke dalam kategori itu. Tapi apa yang bikin Dahnil terus teriakin itu? Kalau ada yang dicopot karena di luar ekspektasi tim pelatih, itu normal banget! Kalau sih Dahnil mau meluruskan niat para calon petugas haji supaya mereka jujur dan nggak "nebeng" haji? Tapi kalau aku baca ini, aku pikir Dahnil juga yang "nebeng" aja...
 
Kasih lah Wahmenhaj Dahnil. Aku pikir ini perlu dilakukan karena kalau gak ada kontrol, pasti banyak yang terjebak dalam perusahaan haji. Tapi aku juga sambil-sambiling ngegantungkan, bagaimana kalau beberapa di antara mereka sebenarnya punya niat yang baik? Aku harap bisa melihat kebaikan hati mereka, bukan hanya sekedar mencari uang atau jalan mudah. Dan aku rasa ini juga perlu diingat, haji bukan cuma tentang "nebeng" atau biaya-biaya yang tinggi, tapi juga tentang kebaikan dan kesediaan untuk berbagi. Aku semangat dengerin cerita Dahnil, tapi aku juga ingin lihat efektivitasnya nanti siapa aja yang lolos dan siapa aja yang tidak ๐Ÿ˜Š
 
Gue bayangkan aja kalau di Diklat PPIH 2026 gue punya kesempatan bikin jadi petugas haji, tapi kemudian ternyata keluar dari daftar karena di luar ekspektasi tim pelatih. Nah, itu kan sangat frustrasinya! Dan yang paling penting, ada orang yang hanya mau "nebeng" haji, bukan benar-benar ingin meladeni para dhuyufurrahman. Kalau ini benar-benar menjadi petugas haji, gue rasa mereka harus memiliki niat yang lebih tulus dan tidak hanya cari kesempatan.
 
Makasih dah gosip ini! Aku pikir kalau niat haji itu kayak belanja online, mau atau tidak kan? Tapi serius aja, aku khawatir kira-kira ada lagi yang memanfaatkan kesempatan ini. Aku harap saja calon petugas haji bisa tahu apa yang sebenarnya artinya dan bukannya hanya main-main. Mau menghormati agama dan masyarakat, kan? Aku punya rasa tim pelatih juga harus lebih teliti lagi dalam memilih kandidat, tidak boleh pilih siapa aja kayaknya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™
 
Pikir-pikiran orang kayak gila sih... di luar ekspektasi gak cuma dicoret aja, tapi juga dicopot ๐Ÿคฏ. Kalau niatnya gak jelas kayak apa? Ayo jangan sebri-bri aja, jangan jadi kambing hitam ya ๐Ÿ˜. Diklat PPIH itu apa, jadi mereka bisa siap-siap banget nggak? Tapi kalau di luar ekspektasi, gini kayaknya... ๐Ÿค”.
 
Kalau kamu penggemang haji, nggak ada salahnya tapi kayaknya harus jujur dulu. Niat yang salah itu gak bisa dipaikan nanti, kan? Saya pikir itu yang serius banget, bukan cuma sekedar nebeng. Kalau mau menjadi petugas haji, nggak boleh asal-asalan, harus fokus dan siap apa yang terjadi. Semoga mereka yang masih punya niat yang jujur bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik ๐Ÿ’ฏ๐Ÿ™
 
Kira-kira apa yang terjadi di sana.. kalau dulu sudah dipilih calon petugas haji, muda-mudanya itu punya niat yang salah... tapi sekarang juga ada yang dicoret karena kesehatan? Gimana sih cara itu... kalau sibuk banget dengan pengawasan, kapan lagi aja untuk memantau kondisi mereka? dan apa sih arti "nebeng" haji.. apa mesti dipaksa seperti itu? harusnya kalau mau menjadi petugas haji, harus sepenuh hati ya...
 
ini keren banget wamenhaj dahnil nyo ๐Ÿ™Œ. kalau ada yang dicoret karena faktor kesehatan jangan bingung kan, itu normal lah ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ. tapi apa yang penting adalah mereka sudah bisa meladeni para dhuyufurrahman dengan benar ๐Ÿ’ช. saya pikir ini bagus juga kalau mereka harusnya niatnya jelas dan tidak hanya mau "nebeng" haji, kayaknya mereka harus memiliki niat sebenarnya untuk membantu orang lain ๐Ÿ˜Š. tapi apa pun jawabannya, ini semua tentang memastikan bahwa para petugas haji yang diangkat pasti bisa melakukannya dengan baik ๐Ÿ’ฏ.
 
Sudah terlalu lama, pemerintah memang harus menambah persyaratan bagi calon petugas haji. Kalau di tahun sebelumnya cuma lulusan SMA aja bisa jadi petugas haji, nggak masuk akal lagi kalau hanya lulusan SD aja yang bisa lolos. Maka-mudah banget kalau ada yang tidak terlalu bersemangat untuk meladeni para umat, kan? Itu bukan solusi, tapi memang harus ada batas-batas agar calon petugas haji itu benar-benar berani menjalankan tugasnya. Saya harap pemerintah bisa menyesuaikan kembali aturan ini dan membuatnya lebih adil bagi semua orang Indonesia yang ingin menjadi petugas haji ๐Ÿคž
 
ini cerita yang nggak sedikit menarik banget ๐Ÿ˜‚. aku pikir kalau ada 6 orang dicoret karena faktor kesehatan itu lumayan serius, tapi gampangnya juga ada beberapa dicopot karena di luar ekspektasi tim pelatih. sih, aku rasa Wamenhaj Dahnil harus lebih jelas mengenai apa yang diharapkan dari para calon petugas haji. aku pikir niat mereka harus lebih tulus, bukan hanya mau "nebeng" haji sembarangan. kalo mau menjadi petugas haji, mereka harus siap untuk menjalani perjalanan itu dengan benar-benar sadar dan tanpa mau "jalan kaki" ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ.
 
kembali
Top