Penembakan fatal oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis ternyata semakin memuncak kemarahan masyarakat. Wakil Gubernur Minnesota, Peggy Flanagan, mengutuk penembakan itu dan menuntut transparansi penuh dalam proses investigasi. "Renee Nicole Good seharusnya masih hidup," kata Flanagan dengan ekspresi marah. Korban itu, 37 tahun, adalah seorang ibu yang meninggalkan anak berusia enam tahun.
Penembakan itu terjadi setelah berminggu-minggu ketegangan akibat operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis. Kepala Polisi kota tersebut, Brian O'Hara, mengaku sudah lama khawatir dengan cara penegakan hukum federal yang dilakukan di wilayahnya. "Saya telah merasa khawatir, bukan karena aktivitas penegak hukum federal sedang berlangsung, melainkan bagaimana penegakan hukum itu dilakukan di kota ini," kata O'Hara.
Tragedi itu menimbulkan perbedaan informasi mengenai jumlah korban dan identitas mereka. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebelumnya mengeklaim ada petugas ICE yang terluka, namun O'Hara menyatakan tidak mengetahui identitas mereka. Bahkan, ketika ia bertanya mengenai korban luka lainnya di tempat kejadian perkara (TKP), ia mendapatkan jawaban bahwa "hanya perempuan tersebut" yang terluka.
Penembakan itu semakin memuncak kemarahan masyarakat dan membuat Flanagan menuntut keadilan. "Ini keterlaluan. Kita semua seharusnya merasa sangat marah dengan apa yang kita saksikan hari ini," kata Flanagan seraya menekankan pentingnya transparansi penuh dalam proses investigasi.
Penembakan itu terjadi setelah berminggu-minggu ketegangan akibat operasi penegakan hukum imigrasi di Minneapolis. Kepala Polisi kota tersebut, Brian O'Hara, mengaku sudah lama khawatir dengan cara penegakan hukum federal yang dilakukan di wilayahnya. "Saya telah merasa khawatir, bukan karena aktivitas penegak hukum federal sedang berlangsung, melainkan bagaimana penegakan hukum itu dilakukan di kota ini," kata O'Hara.
Tragedi itu menimbulkan perbedaan informasi mengenai jumlah korban dan identitas mereka. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS) sebelumnya mengeklaim ada petugas ICE yang terluka, namun O'Hara menyatakan tidak mengetahui identitas mereka. Bahkan, ketika ia bertanya mengenai korban luka lainnya di tempat kejadian perkara (TKP), ia mendapatkan jawaban bahwa "hanya perempuan tersebut" yang terluka.
Penembakan itu semakin memuncak kemarahan masyarakat dan membuat Flanagan menuntut keadilan. "Ini keterlaluan. Kita semua seharusnya merasa sangat marah dengan apa yang kita saksikan hari ini," kata Flanagan seraya menekankan pentingnya transparansi penuh dalam proses investigasi.