Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan jika tidak sejalan lagi dengan kebijakan BoP, Indonesia akan keluar dari dewan perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump. Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menyampaikan pesan ini kepada saya saat pertemuan di Istana Kepresidenan.
Cholil mengaku, pada saat pertemuan itu, Prabowo menyatakan seandainya sudah tak sejalan lagi, Indonesia akan keluar dari BoP. Saya tidak dapat memastikan apakah kata-katanya benar atau tidak, namun Cholil menyampaikan bahwa dia adalah salah satu tokoh yang diundang Prabowo untuk bertemu di Istana Kepresidenan.
Cholil mengaku dalam pertemuan itu, ia menyampaikan pesan ke Prabowo agar Indonesia berperan aktif untuk kepentingan rakyat Palestina. Ia menyatakan agar keterlibatan Indonesia justru jangan sekedar melegitimasi penjajahan di Palestina.
Cholil juga menyampaikan bahwa ia sempat menyampaikan keraguannya atas langkah Indonesia ini. Ia mengaku skeptis karena Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu yang hingga hari ini bersikukuh tak mengakui Palestina sebagai negara. Kedua, militer Israel yang masih menggencarkan serangan ke wilayah Palestina.
Oleh karena itu, Cholil berpesan kepada Prabowo agar Indonesia mengambil langkah konkret dalam hal ini. Ia ingin pasukan perdamaian kita jangan menjadi pasukan yang melawan Hamas, melawan terhadap perlawanan rakyat Palestina untuk merdeka.
Saya masih mencari informasi lebih lanjut tentang kebijakan BoP dan keterlibatan Indonesia dalam dewan perdamaian itu.
Cholil mengaku, pada saat pertemuan itu, Prabowo menyatakan seandainya sudah tak sejalan lagi, Indonesia akan keluar dari BoP. Saya tidak dapat memastikan apakah kata-katanya benar atau tidak, namun Cholil menyampaikan bahwa dia adalah salah satu tokoh yang diundang Prabowo untuk bertemu di Istana Kepresidenan.
Cholil mengaku dalam pertemuan itu, ia menyampaikan pesan ke Prabowo agar Indonesia berperan aktif untuk kepentingan rakyat Palestina. Ia menyatakan agar keterlibatan Indonesia justru jangan sekedar melegitimasi penjajahan di Palestina.
Cholil juga menyampaikan bahwa ia sempat menyampaikan keraguannya atas langkah Indonesia ini. Ia mengaku skeptis karena Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu yang hingga hari ini bersikukuh tak mengakui Palestina sebagai negara. Kedua, militer Israel yang masih menggencarkan serangan ke wilayah Palestina.
Oleh karena itu, Cholil berpesan kepada Prabowo agar Indonesia mengambil langkah konkret dalam hal ini. Ia ingin pasukan perdamaian kita jangan menjadi pasukan yang melawan Hamas, melawan terhadap perlawanan rakyat Palestina untuk merdeka.
Saya masih mencari informasi lebih lanjut tentang kebijakan BoP dan keterlibatan Indonesia dalam dewan perdamaian itu.