Wakasatgas PRR Letjen Richard Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara di Sumut

Wakasatgas PRR Sumatera Tegaskan Akselerasi Pembangunan Huntara di Sumut, Masyarakat Tuntutan Tempat Ibadah dan Air Bersih.

Pada Sabtu (31/1/2026) pagi hari, Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon meninjau penanganan bencana banjir serta pemulihan infrastruktur di tiga kabupaten di Sumatera Utara.

Kabupaten yang dikunjungi Letjen TNI Richard tersebut adalah Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Humbahas. Di situ dia meminta agar akselerasi pembangunan huntara yang sedang berlangsung dapat terus dipegang. Huntara (hunian sementara) ini merupakan tempat tinggal sementara bagi warga yang telah dipindahkan dari rumahnya akibat banjir.

Letjen Richard TNI juga mengingatkan bahwa masyarakat harus menyampaikan aspirasi mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat ibadah dan taman bermain bagi anak-anak. Selain itu, warga juga menuntut ada tambahan pekerjaan sumur bor di setiap lokasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Selama ini saya mendengar dari masyarakat bahwa mereka memerlukan tempat ibadah dan taman bermain bagi anak-anak. Saya berharap pemerintah dapat memberikan solusi atas aspirasi tersebut," kata Letjen TNI Richard dalam keterangannya.

Menurut data, pembangunan huntara di Kabupaten Tapanuli Selatan tercatat telah selesai dibangun sebanyak 186 unit dengan pendanaan dari Danantara. Huntara terpusat di desa Simarpinggan dan Aek Latong, sementara huntara mandiri akan dilancarkan di beberapa desa lainnya.

Sementara itu, pembangunan huntara di Kabupaten Tapanuli Tengah telah rampung sebanyak 106 unit dengan pembangunan rusunawa sebanyak 67 unit.
 
Pemerintah harus fokus buat ngawasa kondisi masyarakat yang dipindahkan dari rumahnya karena banjir, jangan cuma ngefokus di infrastruktur aja, tapi juga harus ngatur apakah tempat ibadah dan taman bermain bagi anak-anak sudah bisa dilaksanakan. Saya rasa itu penting buat generasi muda di Sumatera Utara yang terkena dampak banjir, biar mereka bisa bersenang-senang lagi, tapi juga harus ada langkah untuk meningkatkan akses air bersih di daerah-daerah tersebut 🌊🏠
 
Kalau lihat kabar gosip dari Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi wilayah Sumatera, aku rasa kalau pemerintah harus memperhatikan aspirasi masyarakat khususnya di tiga kabupaten yang dikunjungi Letjen TNI Richard. Aku pikir juga perlu tambahan upaya untuk memastikan air bersih bagi warga karena banjir yang terjadi sebelumnya benar-benar membuat banyak korban. Sementara itu, aku setuju kalau pembangunan huntara harus diakcelerasi agar warga dapat mendapatkan tempat tinggal sementara yang nyaman. Tapi, aku rasa juga perlu diperhatikan agar warga tidak kehilangan identitas budayanya dan tradisi di masa-masa ini.
 
Pekan lalu aku lihat foto-foto huntara di Tapanuli Selatan, padahal aku sudah banyak mendengar dari teman-temanku tentang masalah air bersih di daerah tersebut 🤔. Masyarakat benar-benar membutuhkan tempat ibadah dan taman bermain bagi anak-anak, tapi pasti pemerintah juga harus mempertimbangkan kebutuhan lain seperti infrastruktur yang memadai 🚧.

Aku pikir jika kita tidak hati-hati, masalah air bersih di daerah tersebut akan semakin parah dan kita harus siap untuk menghadapi dampak banjir tahunan ini 🌪️. Masyarakat benar-benar perlu diwaspadai agar aspirasi mereka terucap dengan cara yang tepat dan tidak membuat kerusakan lebih 🤷‍♂️.
 
Aku pikir banjir yang terjadi di Sumut memang sangat membosankan kan? Saya ingat, warga-warganya memerlukan tempat ibadah dan taman bermain untuk anak-anak, tapi apa yang diurusin pemerintah? Aku rasa ada kesempatan bagi mereka untuk membuat proyek-proyek lain seperti itu. Warga juga membutuhkan air bersih, tapi siapa yang akan tangan-tangan mereka? Aku harap pemerintah dapat memberikan solusi yang tepat untuk kebutuhan warga tersebut 💡
 
ini bikin saya sedih banget, kabupaten-kabupaten di sumut masih banyak yang terkena banjir dan harus dipindahkan ke tempat huntara. tapi apa yang dibuat dari itu? cuma beberapa unit hunian sementara aja. kita butuh tempat ibadah dan taman bermain anak-anak, tapi gak ada yang perhatikan. kalau gak diatasi, masyarakatnya akan kehilangan harapannya. saya harap pemerintah bisa memperhatikan aspirasi masyarakat dan memberikan solusi yang lebih baik lagi. kita butuh air bersih dan tempat ibadah, bukan hanya hunian sementara aja 🤕
 
Makanan apa yang bikin kamu tergoda saat sedang sedang marah banjir? aku suka sate kambing dari Medan, rasanya benar-benar lezat! tapi, wakil ketua satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Sumatera itu bilang masyarakat harus menyampaikan aspirasi mereka, seperti tempat ibadah dan taman bermain anak-anak. kayaknya penting juga banget! tapi, aku masih penasaran, apakah ada warung sate kambing di dekat kabupaten Tapanuli Selatan yang bikin kamu ingin ke sana?
 
aku bilang kayakanya kalau pemerintah harus segera membangun tempat ibadah dan taman bermain bagi anak-anak di daerah banjir, ini penting banget kalau kita ingin membuat masyarakat bahagia lagi setelah bencana yang terjadi. aku lihat warga sudah banyak yang nunggu solusi dari pemerintah, jadi aku harap pemerintah dapat memberikan jawaban cepat dan tepat agar warga bisa merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam meminta bantuan. kita harus berharap pemerintah juga tidak lupa untuk membangun infrastruktur yang memadai seperti air bersih, ini penting banget kalau kita ingin membuat daerah menjadi tempat tinggal yang nyaman lagi
 
Kalo ngeluhin, kabar baik kalau pemerintah Sumut mempercepat pembangunan huntara. Kita harap pihaknya juga memastikan ada tempat ibadah dan air bersih bagi warga yang dipindahkan karena banjir. Saya rasa itu penting banget, terutama bagi anak-anak yang masih kecil. Jangan lupa juga pekerjaan sumur bor ya, sehingga warga bisa mendapatkan air bersih yang aman konsumsi.
 
Aku rasa gak jelas sih, wakil satgas itu nggak bercanda sama sekali, mau punya akhir banget dari pembangunan Huntara di Sumut. Masyarakat udah tuntutan tempat ibadah dan air bersih, tapi kira-kira apa? Semuanya terus dijanjikan, tapi apa lagi yang bisa jadi? Aku pikir pemerintah udah lama-lama nggak fokus lagi. Huntara itu gak hanya sekedar tempat tinggal sementara aja, tapi juga harus ada fasilitas dasar lainnya. Masyarakat udah tahu apa yang mereka butuhkan, tapi siapa yang akan mendengarkan?
 
kembali
Top